
"Kenapa harus ke Filipina, sayang? Memangnya kamu ingin liburan ke sana?" tanya Eldar lalu meminta istrinya mendekat dan duduk di pangkuannya.
Langkah Neva terasa berat namun ia memaksakan diri juga mendekat lalu duduk di pangkuan Eldar.
"Mas, apakah tidak sebaiknya kita duduk di sofa saja? Aku kan berat."
"Nggak. Kamu ringan. Katakan saja alasanmu ingin pergi ke Filipina." ujar Eldar sambil menyingkirkan rambut Neva yang menutupi wajahnya. Tangannya yang satu memeluk pinggang Neva dengan lembut.
"Aku...., aku ingin mas ketemu dengan seseorang." kata Neva sambil menunduk. Ia menautkan jarinya sendiri. Pergelangan tangannya menjadi dingin.
Tangan Eldar menyentuh dagu Neva, dan menaikkannya agar istrinya itu menatap dirinya. "Siapa seseorang itu? Apakah dia begitu penting sampai kita harus pergi ke sana?"
"Sa....sangat penting, mas. Dia adalah seluruh hidupku."
Eldar tersenyum. "Waw...., dia adalah seluruh hidupmu? Aku cemburu lho sayang mendengarnya. Aku pikir kalau aku adalah segalanya untukmu. Ternyata ada orang lain yang melebihi aku."
"Nggak, mas. Kamu adalah segalanya bagiku dalam arti yang lain. Nilai kalian berdua sama di hatiku. Namun dalam konsep cinta yang berbeda." kata Neva sambil memegang wajah Eldar.
"Maksudnya?" Eldar menatap istrinya sambil menyipitkan matanya.
"Seseorang yang akan kita temui adalah....adalah....Ekel. Namanya Miracle namun aku biasa memanggilnya Ekel."
"Wah, cowok kah? Semakin panas hati ini, sayang." Eldar bertambah cemberut.
"Mas, Ekel ini bukan pria dewasa. Dia anak kecil yang berusia 5 tahun."
Eldar menatap wajah istrinya dengan tajam. "Anak kecil? Anak siapa? Apakah kamu punya anak dengan orang lain sebelum kita bertemu lagi?" Eldar mendorong tubuh Neva perlahan lalu berdiri dan menjauhi istrinya.
"Mas, bukan seperti itu." Neva mendekati Eldar. Ia berdiri di hadapan suaminya, mendongakkan kepalanya dan memberanikan diri menatap mata suaminya. "Dia anak kita."
"Anak kita? Bukankah kamu mengatakan kalau anak itu sudah kamu berikan pada orang lain? Kamu membohongi aku? Atau kamu sudah menemukan anak kita kembali?"
Neva menarik tangan Eldar dan meminta agar mereka duduk di sofa. Saat Eldar sudah duduk, Neva memegang tangan Eldar dan mulai menceritakan apa yang terjadi saat Eldar tak juga datang ketika ia mengatakan bahwa ia sudah hamil.
"Aku melahirkan anak kita walaupun dengan penuh perjuangan. Makanya tuan Carlos memberikan dia nama Miracle karena dia anak ajaib. Anak yang bisa selamat setelah aku mengalami sesuatu yang menurut orang lain tidak mungkin. Kami memanggilnya Ekel. Wajahnya sangat mirip denganmu, mas. Aku menyembunyikan dia selama ini darimu, karena awalnya aku takut kalau kamu akan mengambilnya dariku. Kemudian setelah kita menikah secara diam-diam, aku pun belum berani mengatakan padamu karena status pernikahan kita. Aku tak ingin Ekel bingung dengan hubungan kita. Aku ingin dia mengenalmu sebagai papanya yang akan selalu hadir bersamanya. Ekel anaknya sangat sensitif. Ia juga tak bisa langsung akrab dengan orang baru. Mungkin karena sejak kecil ia selalu di kurung dalam rumah sehingga Ekel jadi seperti itu."
Eldar langsung memeluk istrinya dan membelai rambut Neva dengan sangat lembut. "Waktu sempat memisahkan kita karena ada orang yang ingin memisahkan kita. Aku tak bisa melihat anak ku tumbuh dan kau pun sempat membenci aku. Kini kita sudah bersama. Aku ingin agar kita bisa membesarkan Ekel dengan cinta yang besar sehingga ia tak akan pernah kekurangan cinta lagi."
__ADS_1
"Kamu nggak marah, mas?"
Eldar melepaskan pelukannya. Kedua tangannya menangkup wajah Neva. "Aku tahu penderitaan mu saat melahirkan dan membesarkan Eldar pasti sangatlah berat. Aku mengerti mengapa kamu menyembunyikan keberadaan Ekel padaku. Ayo kita ke Filipina. Untuk menjemput anak kita agar tinggal bersama kita."
"Makasi, mas. Tapi, seperti yang aku bilang tadi, Ekel agak susah akrab dengan orang yang baru ia temui. Mas bersabar ya?"
"Kamu kan tahu bagaimana kesabaran aku saat mendapatkan kamu kembali."
"Kamu nggak sabaran, mas. Kamu tuh memaksa." Ujar Neva sambil memukul dada Eldar pelan.
"Masa sih?"
"Kamu bahkan hampir meniduri aku saat aku masih status istri orang."
"Oh ya? Aku memaksamu untuk melakukan itu atau kamu juga yang terpesona padaku sehingga tak bisa menolak ciumanku?"
"Mas ....!" Neva mencubit dada Eldar.
Lelaki itu meringis namun ia juga tertawa. Di ciumnya tangan Neva yang digenggamnya, lalu ia pun kembali memeluk istrinya. "Aku tak sabar ketemu Ekel."
**********
"Sayang ..., kamu datang?" Erdogan langsung senang melihat kalau tamu yang mengunjunginya adalah Elif.
Elif langsung menarik tangannya yang akan dipegang oleh Erdogan.
"Aku datang ke sini bukan untuk menjenguk mu. Aku ke ini karena aku ingin agar kamu menceraikan aku. Kita sudah menikah secara siri dan aku ingin bercerai dari padamu."
Erdogan menggeleng. "Nggak sayang. Aku nggak mau bercerai denganmu. Aku sayang padamu. Kintan lah yang menggoda aku sehingga aku jatuh dalam pelukannya."
"Jangan salahkan Kintan atas keinginan kalian bersama. Aku ingin kita berpisah. Kalau kamu tak mau menceraikan aku maka aku akan menambah hukuman mu dengan melaporkan kasus kecelakaan yang menimpah Eldar 6 tahun yang lalu. Aku juga dapat menuntut mu dengan kasus penipuan."
Erdogan menatap Elif tak percaya. "Apakah kamu tak mencintai aku lagi, sayang?"
"Tak ada satupun rasa cinta yang tersisa untukmu. Aku bahkan jijik denganmu. Jadi, segera jatuhkan talak untukku, atau pengacaraku akan segera memproses mu untuk hukuman yang lain." kata Elif sambil menunjuk sorang pria yang menggunakan has hitam yang duduk tak jaug dari mereka.
Erdogan nampak sedih. 7 tahun ia mengenal Elif. Jujur, ia menyayangi Elif. Kintan hanyalah pelampiasan saja. Hubungan tanpa perasaan dengan tujuan kesenangan raga saja. Namun bersama Elif, Erdogan menemukan apa itu cinta dan kenyamanan. Bukan karena uang yang Elif berikan namun perasaan damai setiap kali bersama istrinya itu.
__ADS_1
"Aku mohon, Elif." Pinta Erdogan.
"Jatuhkan talak untukku."
Erdogan menelan salivanya. Ia pun menarik nafas panjang. "Elif Kadifa, sekarang saya menceraikan kamu."
Elif tersenyum. Ia langsung berdiri. "Terima kasih." Elif membuka cincin yang melingkar di jari manisnya lalu meletakannya di atas meja. "Semoga kamu sadar dengan semua kesalahanmu dan bertobat selama menjalani masa hukumanmu di sini. Jangan lupakan anakmu yang sekarang sementara di
Kandung oleh Kintan." Kata Elif sebelum pergi meninggalkan Erdogan. Lelaki itu nampak tertunduk sedih. Wajahnya terlihat begitu terpukul. Di saat seperti inilah, Erdogan baru menyadari bahwa ia sangat mencintai Elif. Sekalipun wanita itu jauh lebih tua darinya namun Erdogan sungguh mencintainya. Ia menyesal karena tak menjaga rasa cintanya itu. Ia terkurung di penjara ini dan ia pun kehilangan cinta dalam hidupnya.
**********
Dari bandara, mereka menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam menuju kesalah satu daerah peternakan yang ada. Sepanjang pejalanan, Eldar menggenggam tangan Neva yang terlihat sedikit gugup untuk mempertemukan anaknya dengan ayah kandungnya. Neva tahu bagaimana sifat putranya itu. Mungkin dia akan menyembunyikan dirinya saat melihat Eldar bahkan tak mau bicara satu kata pun kepadanya.
Rangga juga ikut bersama mereka. Entah kenapa cowok itu memaksa untuk ikut pada hal Eldar sudah mengatakan padanya bahwa ini bukan perjalanan bisnis.
Semalam, Neva udah menelepon tuan Carlos dan mengatakan bahwa mereka akan datang. dari sambungan tlepon, suara Ekel terdengar sangat bersemangat saat tahu mamanya akan datang.
Saat mobil yang dikendarai oleh sopir tuan Carlos berhenti. Rangga yang duduk di depan segera turun dan membukakan pintu bagi Eldar dan Neva.
Pintu rumah itu terbuka dan nampak Ekel dan Dona yang sudah berdiri di sana.
Ekel nampak tersenyum senang. Ia melompat-lompat kegirangan sambil melambaikan tangannya. Neva terkejut melihat reaksi anaknya. Ia tahu Ekel mungkin sangat rindu padanya.
Neva membuka kedua tangannya. Ia tahu Ekel akan berlari dan langsung memeluknya. Ekel memang berlari namun ia melewati Neva. Di belakang Neva sudah ada Eldar yang sedang berjongkok sambil membuka tangannya dengan lebar. Saat Ekel mendekatinya, Eldar langsung mengangkat tubuh Ekel dan memutarnya dengan perasaan yang sangat bahagia.
"Daddy....daddy, i miss you so much."
Neva terkejut melihat adegan itu dan terkejut mendengar apa yang dikatakan putranya. Daddy?
Neva langsung menatap Dona yang pura-pura bodoh dengan wajah culunnya.
**************
Nah....kan.....
Apa yang terjadi sebenarnya? Siapa yang akhirnya terkejut?
__ADS_1