
Neva dan kru nya tiba di kediaman Daksiano. Ia tiba 30 menit setelah Eldar hadir.
Beberapa keluarga sudah tiba dan Neva juga melihat kalau Erdogan ada di sana. Nampak seperti pria Soleh dengan baju Koko dan peci nya. Neva sungguh jijik melihat pria itu sementara Elif menatap kagum pada kekasihnya. Kintan dan keluarganya pun sudah tiba. Ia nampak manis juga dengan baju muslimah panjang berwarna putih dan kerudung putih.
Saat Eldar melihat Neva, pria itu tersenyum manis penuh arti. Neva pun hanya mengangguk sopan.
Gina dan Adam sudah kembali dari bulan madu mereka. Namun yang Neva dengar kalau suami Gina tak mau tinggal di sini dan mengajak Gina tinggal di rumah baru yang memang sudah ia siapkan untuk Neva.
Acara pengajian pun dimulai. Semua nampak khusyuk mengikutinya. Eldar dan Kintan duduk bersisian. Hati Neva sekarang tak rela melihat kedekatan mereka.
Sementara acara pengajian, lampu tiba-tiba saja padam. Elif langsung berdiri dan mencari para asisten rumah tangga untuk segera menghidupkan genset. Namun para pelayan bingung, karena hanya listrik di rumah keluarga Daksiano saja yang bermasalah. Genset sudah dihidupkan namun lampu tak juga menyala.
Eldar juga agak heran. Para tua-tua di keluarga Eldar langsung saling berbisik. "Ini pertanda tak baik."
Neva tersenyum senang melihat situasi seperti ini. Ia sama sekali tak tahu apa yang terjadi. Apakah ini semua adalah pertanda hitamnya hati Kintan sebagai calon istri Eldar?
Akhirnya, listrik kembali hidup setelah pihak PLN datang. Acara pengajian sempat tertunda selama satu jam.
Karena gangguan aliran listrik yang tiba-tiba padam, acara selanjutnya terasa kurang hikmat. Apalagi Eldar yang selalu mencuri pandang ke arah Neva membuat Elif kesal dengan sikap anaknya itu.
Selesai acara pengajian, dilanjutkan dengan beberapa nasehat dari tua-tua keluarga dan setelah itu mereka makan malam saat waktu sudah menunjukan pukul 9 lebih. Makan malam yang sudah agak terlambat.
Gina mendekati Neva yang sedang menikmati makan malamnya. "Mba, sudah terus terang pada Kak Kintan mengenai hubungan mba dengan kak Eldar?"
"Belum Gin. Kami belum menemukan momen yang pas. Takut nanti hal itu menggagalkan pernikahan Mas Eldar dan Kintan. Bagaimana bulan madumu?" tanya Neva berusaha mengalihkan pokok pembicaraan.
"Baik. Aku sudah terlambat haid."
"Wah, sudah tes?"
"Belum mba. Takut kalau ternyata nggak. Tunggu aja kalau sudah lewat 2 minggu. Ini kan baru lewat 3 hari. Namun aku biasanya tak pernah terlambat sih. Saat menikah, aku baru saja selesai haid. Jadi sedang masa suburnya."
"Alhamdulillah jika langsung diberi rezeki oleh Allah. Kalaupun belum, jangan kecewa. Adam sudah tahu?"
"Belum, mba. Baru mba aja yang aku kasih tahu."
Dari jauh Elif melihat keakraban Neva dan Gina. Ia melihat bagaimana manisnya Gina bersikap pada Neva.
__ADS_1
Ia kemudian mendekati Erdogan yang sedang mengambil makanan. "Kamu sudah membawanya?" tanya Elif setengah berbisik.
"Sudah sayang. Ada di mobilku."
"Sebelum kamu pulang, tolong berikan itu padaku ya? Aku sudah tahu ada sesuatu antara Eldar dan Neva."
Selesai makan malam, ada pembicaraan keluarga inti dan Neva hadir sebagai pendengar yang akan mengatur semuanya.
"Walaupun ini hanya akad nikah saja, namun aku ingin orang-orang penting di keluarga kita juga hadir. Apalagi kolega-kolega papa." ujar Kintan. Ia sebenarnya ingin semua orang tahu kalau Eldar adalah suaminya.
"Tak bisa mengundang banyak orang. Karena tuan Eldar ingin akadnya di laksanakan di masjid kecil yang ada di dekat rumahnya. Masjid itu hanya bisa menampung 100 orang dan jika akad dilaksanakan mungkin akan memakan tempat dengan semua asesorisnya sehingga hanya bisa 50 orang saja." kata Neva menyela Eldar yang akan bicara.
"Kamu kan bagian pengatur pernikahan, seharusnya mengikuti apa yang kami inginkan." kata Elif terlihat kurang suka karena Neva masuk di tengah percakapan mereka.
"Tapi, apa yang nona Neva katakan, sesuai dengan keinginan aku. Aku tak ingin akadnya terlalu meriah. Ini bagian yang sakral dari pernikahan. Hanya keluarga inti saja ditambah saksi itu sudah cukup bagiku."Eldar tak ingin maminya sampai marah pada Neva.
"Mas, kenapa sih kamu sepertinya ingin menyembunyikan pernikahan kita dari orang banyak? Di liput salah satu stasiun TV swasta kamu juga nggak mau. Disiarkan secara langsung di akun media sosialku juga nggak mau. Ini kan berita bahagia. Apa salahnya mereka tahu?" Kintan kembali memasang wajah berkaca-kaca.
"Kita ini bukan keluarga selebritis. Kalian kan tahu, sejak dulu aku nggak suka kehidupan pribadi kita diketahui banyak orang. Aku nggak suka pamer. Mami pasti ingat kan, karena hal ini dulu kita bersitegang dan aku pergi ke Sidney. Aku masih Eldar yang dulu walaupun sekarang sudah menjadi pimpinan perusahaan yang besar. Kita menikah bukan untuk pamer pada orang banyak." Eldar berdiri. "Kalau memang kalian ingin mengundang orang banyak, ya sudah. Pernikahannya batal."
"Baiklah. Akadnya dilaksanakan 2 minggu dari sekarang. Menikah itu ibadah, Ki. Bukan drama yang harus ditonton oleh semua orang." Kata Eldar. Kintan mengangguk. Ia tanpa malu memeluk Eldar. Ada perasaan lega dalam hatinya. Kini, ia tahu anaknya akan lahir di keluarga terhormat yang sangat kaya. Elif pasti akan sangat menyayanginya karena sebulan setelah pernikahan mereka, Kintan akan mengatakan bahwa ia hamil.
Selesai pembicaraan keluarga, Neva yang baru saja keluar dari toilet tanpa sengaja mendengarkan percakapan diantara Erdogan dan Elif.
"Hasil tes DNA nya bagaimana?" tanya Elif.
"Aku belum sempat membukanya sayang karena tadi aku buru-buru ke sini. Aku masih menyimpannya di laci dasboard" Pada hal Erdogan tadi ketiduran karena kelelahan bercinta dengan Kintan.
"Jika Suasanya sudah agak sepi, kau ambilkan itu untukku."
"Baik sayang. Kita akan segera tahu siapa ayah dari anaknya Neva."
Neva sangat terkejut mendnegarnya. Jadi mereka sudah tahu tentang Ekel? Sialan! Aku harus menyembunyikan anakku dulu di Filipina. Dan aku harus segera mendapatkan hasil DNA itu.
Neva bergegas keluar dari rumah. Ia mencari keberadaan mobil Erdogan yang sudah sangat dihafal plat nomornya. Untungnya mobil itu di parkir agak jauh dari mobil-mobil yang lain. Susana di ruangan tamu masih nampak ramai. Neva memutar otak bagaimana caranya ia akan membuka pintu mobil Erdogan tanpa membuat alarmnya berbunyi.
Mobil itu terkunci. Neva berusaha membukanya namun tak bisa. Ia sudah nekat untuk memecahkan kaca di jok depan. Apakah aku bisa mengambilnya sebelum alarm berbunyi? Apakah di sini ada jangkauan CCTV?
__ADS_1
"Nyonya, ada apa?"
Neva menoleh dengan wajah pucat. "Rangga?"
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Rangga.
"Eh...., bolehkah kamu membuka pintu mobil ini? Ada sesuatu yang harus aku ambil di dalamnya."
"Dengan senang hati, nyonya." Rangga tanpa banyak bertanya langsung membuka dompetnya dan mengambil sesuatu seperti pengait di sana. Untungnya mobil Erdogan ini adalah mobil klasik yang masih memakai sistem keamanan standar. Makanya saat Rangga menggunakan sejenis pengait itu dan memasukannya ke lobang kunci, pintu itu langsung terbuka. Neva bergegas membuka laci dasboard dan menemukan sebuah sampul berwarna kuning. Neva langsung mengambilnya dan memasukan ke dalam dompet yang dipegangnya.
"Eh, Rangga, maukah kau merahasiakan ini dari Eldar? Dan maukah kamu membantu aku mengamankan CCTV nya?" tanya Neva sambil menunjukan CCTV yang ada di tiang dekat mereka.
Rangga mengangguk sambil tersenyum. Ia menutup pintu mobil kembali dan menguncinya agar sang pemilik mobil tak curiga. Setelah itu ia pun segera meninggalkan Neva menuju ke ruang kontrol CCTV.
Neva kembali ke dalam rumah untuk memanggil para kru nya agar segera pulang.
"Sayang, kamu mau pulang ?" tanya Eldar.
"Iya, mas. Besok aku ada acara penting di pelabuhan tanjung Priuk."
Eldar tersenyum. Ingin sekali ia memeluk istrinya itu. "Kangenku belum hilang. Namun aku harus tidur di sini malam ini."
"Nanti kita Videocall ya. Besok kita lanjutkan lagi mengobati kangennya. Sore, aku sudah ada di apartemen."
"Pakai baju kesukaan aku ya?" kata Eldar dengan senyum menggoda.
"Beres!" Neva mengangkat kedua jempolnya.
"Ada apa kalian berduaan di sini?" Tanya Elif yang entah dari mana sudah muncul di sana.
***********
Bagaimana semuanya akan terbongkar?
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
__ADS_1