
Masa kehamilan yang kedua ini dijalani Neva dengan sangat bahagia. Eldar menjadi suami siaga yang selalu ada untuknya. Apalagi Neva mengalami masa ngidam yang berbeda dari kehamilannya yang pertama. Kehamilan Neva yang kedua ini membuat ia harus tiga kali masuk rumah sakit karena pusing dan muntah yang berlebihan. Neva juga suka minta makan yang aneh-aneh. Eldar bahkan harus ke Australia karena Neva meminta kue yang biasa mereka beli saat ada di Sidney. Dan demi cintanya pada Neva, Eldar pun siap melakukan apa saja (Mengandung anak sultan memang enak ya?)
Neva cenderung suka cemburu. Eldar beberapa kali harus menerima tatapan sinis sang istri setiap kali ada perempuan lain yang dekat dengan Eldar. Bahkan Eldar harus mengganti sekretarisnya dari seorang perempuan menjadi seorang laki-laki.
"Sayang, kalau usg besok, kita tanya ke dokter apa jenis kelaminnya ya?" tanya Eldar sambil mengusap perut Neva yang kini memasuki 7 bulan.
"Nggak ah, mas. Aku ingin ini menjadi misteri. Sama kayak aku hamil Ekel dulu. Dona sudah sangat penasaran dengan jenis kelaminnya. Aku nggak mau karena aku memang ngin tahu saat melahirkannya nanti. Waktu itu aku ingin anak kita jenis kelaminnya perempuan. Kalau laki-laki, aku yakin akan sangat mengingatkan aku pada dirimu. Namun saat pertama kali melihat wajah Ekel, kebencianku padamu rasanya langsung hilang. Jantungku berdebar-debar, rasa cintaku sebagai seorang ibu langsung tumbuh saat itu juga. Aku nggak peduli lagi wajahnya mirip kamu, aku hanya ingin memeluknya dan mencurahkan seluruh kasih sayangku padanya."
Eldar yang duduk di samping Neva segera memeluk istrinya itu. "Apa yang tak pernah kuberikan pada Ekel, akan kuberikan seutuhnya pada anak kita ini. Aku semakin tak sabar menunggu kelahirannya."
"Kalau mas ingin jenis kelaminnya apa?"
"Apa saja, sayang. Yang penting dia sehat."
"Aku juga demikian."
"Kalau abang, inginnya ade perempuan, mommy." kata Ekel yang entah dari mana sudah berada diantara mereka. Memang, semenjak tahu Neva hamil, Ekel selalu menyebut dirinya dengan sebutan abang. Katanya itu adalah usulan sang oma Elif karena sebentar lagi Ekel memang akan menjadi abang. Eldar dan Neva setuju saja karena mereka tahu itu adalah hal yang baik.
"Abang kan sudah punya Elinora. Nanti kalau dede nya perempuan, abang nggak ada teman main bola." ujar Eldar lalu memeluk putranya dan mendudukkan dia ke pangkuannya.
"Biar saja ade perempuannya dua. Nanti mommy hamil lagi dan minta ade laki-laki sama Allah."
Ekel dan Neva saling berpandangan sambil tertawa.
"Abang sudah siapkan nama buat adik abang nanti. Namanya Mireya Kalila Daksiano. Akan abang panggil adik Eya. Nama itu di cari oleh abang dan grandma Elif. Artinya keajaiban yang mejadi kesayangan. Karena menurut grandma, suatu keajaiban kalau mommy bisa hamil lagi." kata Ekel dengan begitu semangat.
Eldar terdiam sebentar. Maminya selalu memberikan perhatian padanya dan keluarganya. Apalagi sekarang Gina sudah pindah ke Kalimantan karena proyek yang harus dikerjakan oleh sang suami selama 5 tahun. Eldar tahu kalau Elif pasti kesepian. Bukankah sudah cukup segala kemarahannya selama ini?
"Apakah daddy suka dengan namanya?" tanya Ekel melihat sang papa hanya diam saja.
"Suka sayang. Kalau ade nya cowok?" Eldar balik bertanya.
"Daddy saja yang kasih namanya. Soalnya kata grandma Elif, menurut penglihatannya, adiknya abang pasti cewek."
Neva dan Eldar pun hanya tertawa. Sungguh bahagia menanti kedatangan sang anak kedua.
*************
Neva menjalani acara tujuh bulanan. Pada saat itulah Eldar dan Elif terlihat saling memaafkan. Eldar bahkan mengajak maminya untuk tinggal bersama mereka namun kata sang mami, ia tak mau meninggalkan rumah yang menyimpan banyak kenangan dengan ayah Eldar.
Akhirnya tanggal untuk operasi pun ditetapkan. Neva melahirkan seorang anak perempuan yang sangat cantik. Dan wajahnya lagi-lagi mirip Eldar. Sungguh sesuatu yang mengharukan bagi Eldar saat menemani sang istri dioperasi. Eldar menangis saat mendengar tangisan anaknya untuk pertama kali. Tangannya bergetar saat memeluk dan mengadzani anaknya.
"Aku memberikan engkau nama Mireya Kalila Daksiano. Semoga Allah melimpahkan rahmatNya kepadaMu sehingga engkau tumbuh menjadi anak yang soleha" Eldar menggunakan tradisi orang Turki yang membisikan nama ditelinga sang anak setelah selesai mengadzaninya.
*************
__ADS_1
5 tahun kemudian.........
Ekel telah tumbuh menjadi remaja tampan yang penuh kharisma. Namun ia menjadi cowok cool yang jarang tersenyum pada banyak gadis kecuali pada Elinora dan Mireya. Hubungan Ekel dan Elinora justru lebih dekat dibandingkan dengan hubungan Ekel dengan Mireya. Mungkin karena Ekel dan Elinora punya hobi yang sama yaitu main basket, Elinora memang agak tomboy orangnya. Sedangkan Mireya lebih senang main boneka dan sesuatu yang berhubungan dengan kecantikan.
Mireya pun kini sudah tumbuh menjadi gadis kecil yang sangat pintar. Ia juga memiliki suara yang merdu yang mengingatkan Neva akan ibunya yang juga memiliki suara yang merdu.
Mireya sangat dekat dengan Eldar. Ia bahkan selalu bersikap posesif saat papanya menunjukan perhatian yang lebih pada orang lain. Mireya merasa bahwa sang papa hanya miliknya. Demikianlah apa yang dikatakan orang. Cinta pertama sang anak perempuan adalah ayahnya.
Genald sudah kembali ke tengah keluarganya. Ia bahkan sudah menikah dengan anak seorang ustad dan memiliki 2 orang anak perempuan. Kehidupan Genald terlihat semakin religius karena di samping bekerja di perusahaan keluarga, ia juga sekarang sudah menjadi seorang penceramah seperti sang ayah mertua. Genald bahkan bercinta-cita ingin membangun pesantren. Ia dan keluarganya kini sudah menetap di Malang untuk mengurus perusahaan mereka di sana.
Hari ini, Neva dan Eldar mengantar Mireya untuk masuk ke sekolah TK. Neva memang tak lagi bekerja. Ia memutuskan untuk fokus mengurus buah hatinya dan sesekali mendukung Eldar dengan pekerjaannya. Neva sekarang menjadi audit keuangan di perusahaan Eldar yang pekerjaannya bisa ia lakukan dari rumah.
"Mommy, apakah Eya harus ditinggal sendiri di sekolah?" tanya Mireya.
"Mommy akan jaga Eya selama beberapa hari. Setelah itu mommy akan meninggalkan Eya. Jangan takut ya sayang. Semua gurunya baik seperti juga guru Eya di Paud."
Mireya mengangguk. Neva menggenggam tangan kanan Mireya sedangkan Eldar tangan kirinya putrinya memasuki kelas anak mereka.
"Selamat pagi anak-anak....!"
Neva dan Eldar terkejut melihat guru TK Mireya.
"Mas, itu Kintan. Dia sekarang menjadi guru TK?" bisik Neva.
Eldar menatap Kintan. Ia hampir saja tak mengenali wajah wanita itu. Kintan kini sungguh jauh berbeda. Ia nampak anggun menggunakan hijab dengan pakaian yang serba tertutup. Sangat berbeda dengan Kintan yang dulu yang sangat suka menggunakan baju seksi.
"Apa kabar, El, Nev?" Kintan datang menyapa Eldar dan Neva begitu jam mengajarnya selesai.
"Alhamdulillah baik." jawab Eldar dan Neva hampir bersamaan.
"Aku kaget melihat kamu jadi guru TK." kata Eldar.
"Penjara banyak mengubah hidupku." kata Kintan dengan sangat lembut.
"Apa kabar anakmu?" tanya Neva.
"Anakku sekarang sudah kelas dua SD. Dia juga bersekolah di yayasan ini." kata Kintan terlihat senang.
"Kamu sudah menikah?" tanya Eldar saat melihat cincin di jari manis Kintan.
"Ya. Aku menikah setahun yang lalu. Suamiku seorang pengacara yang juga adalah salah satu pegawai papa di kantornya. Papa menjodohkan kami. Dia juga seorang duda beranak satu."
"Alhamdulillah."ujar Neva senang.
"Erdogan sudah kembali ke Turki. Anakku sering bertemu dengan ayahnya. Aku tak pernah membatasi hubungan mereka. Seburuk apapun Erdogan, ia tetap papa dari anakku." Kintan menjelaskan tanpa diminta. "Bagaimana kabar mami Elif?"
__ADS_1
"Mami baik-baik saja. Sekarang mami disibukan dengan cucu-cucunya yang berjumlah 5 orang. Anak Gina sudah tiga." kata Eldar sambil tersenyum. Tak ada lagi dendam diantara mereka. Semuanya sudah berakhir. Masing-masing telah menemukan kebahagiaan diantara mereka.
***************
"Apa yang kau lamunkan?" tanya Eldar saat menemukan istrinya yang berdiri di balkon kamar mereka.
Neva tersenyum ke arah suaminya yang berdiri di sampingnya. "Mas, liburan sekolah nanti, kita pergi ke Sidney ya? Aku tiba-tia rindu dengan kota itu. Kota tempat di mana kita bertemu dan saling jatuh cinta."
Eldar mengangguk. Ia melingkarkan tangannya di bahu sang istri. "Kita akan ke sana seperti yang kau inginkan."
"Aku mencintaimu, mas."
"Aku lebih mencintaimu!" kata Eldar lalu memberikan sebuah kecupan manis di dahi sang istri.
Dari bawa, Ekel menatap kedua orang tuanya. Ia tersenyum manis.
"Abang, ayo masuk!" ajak Eya. Keduanya baru saja selesai berenang di kolam rumah mereka.
"Sebentar. Mau lihat daddy sama mommy yang bahagia."
Mireya mendongak. Ikut melihat apa yang dilihat oleh kakaknya.
"Aku mau pacar kayak daddy."
"Hush! Masih kecil sudah ngomong pacar-pacaran."
"Abang sudah gede tapi belum punya pacar. Apakah abang mau pacaran sama kakak Elinora? Dia kan tomboy."
Ekel hanya tersenyum. "Aku juga ingin memiliki istri kayak mommy."
"Berarti bukan kak Elinora kan? Mommy nggak tomboy. Abang mau Eya kenalin sama teman Eya di sekolah? Ada yang namanya Belvina. Cantik."
Ekel mengacak rambut adiknya. "Masih terlalu bocil."
"Ih...abang....!" Mireya melangkah dengan kesal memasuki rumah mereka. Ekel sekali lagi menatap kedua orang tuanya yang masih berpelukan mesra di atas balkon. Bahagia selalu mom.....dad......
*************
Akhirnya selesai kisah ini. Maafkan untuk semua kekurangan emak ya.....
Terima kasih sudah mendukung novel emak.
Sampai ketemu di kisah yang baru.
Extra part?
__ADS_1
Tenang....akan ada extra part nya.