TERJERAT CINTA MASA LALU

TERJERAT CINTA MASA LALU
Menikalah Denganku


__ADS_3

Gina tersenyum melihat gaun pengantinnya. Acara pernikahannya masih 2 bulan lagi dan gadis itu sebenarnya sudah tak sabar ingin menikah dengan tunangannya.


"Aku suka gaunnya. Ini sangat cantik. Apalagi gaun yang akan dipakai untuk akad nanti. Kebaya yang sangat cantik." Ujar Gina tanpa sadar memeluk Neva yang ada di sampingnya.


Kintan yang sedang duduk di sofa nampak cemberut. Tanggal pernikahannya dengan Eldar memang belum ditentukan.


"Mba Ki, bagaimana menurut mba? Bagus kan?"tanya Gina sambil memutar tubuhnya.


"Bagus." Jawab Kintan terlihat kurang bersemangat. Neva langsung mendekati Kintan dan duduk di sebelahnya.


"Ki, kamu nggak mau melihat rancangan gaun pengantin mu? Memang bajunya belum jadi tapi mereka sudah mulai mengerjakannya."


Kintan menggeleng. "Aku nggak mau terlalu kecewa, Nev. Seharusnya, jika mau dihitung dari tanggal pertunanganan kami, aku sudah menjadi istri Eldar sekarang ini. Aku takut jika kami akhirnya nggak jadi menikah. Aku mau bunuh diri saja kalau ini sampai terjadi."


"Jangan berpikir pendek seperti itu." hibur Neva walaupun sebenarnya ada rasa bersalah dalam hatinya karena ia tahu penyebab Eldar selalu menundah pernikahannya dengan Kintan adalah karena dirinya.


"Laki-laki mana yang mau menerima perempuan yang sudah ternoda seperti aku?" tanya Kintan setengah berbisik. Hati Neva semakin hancur. Ia bertekad untuk berbicara dengan Eldar setelah pulang kerja nanti.


**********


Pukul 19.15, Neva mengetuk pintu apartemen Eldar. Cowok itu sendiri yang membukanya karena memang tadi sepulang kantor Neva sudah mengirim pesan pada Eldar bahwa ia ingin bicara.


Eldar nampak tampan dengan kaos rumahan dan celana pendek.


"Mana Rangga?" tanya Neva.


"Aku suruh pergi."


"Baguslah." Neva pun duduk di sofa. Eldar menyusul dan duduk di sampingnya.


"Kamu ingin minum? Atau kamu ingin makan?" tanya Eldar.

__ADS_1


"Nggak. Aku sudah makan tadi."Neva menarik napas panjang. Ia kemudian menatap Eldar. "El, menikalah dengan Kintan. Ia terlihat sangat putus asa. Dia mencintai kamu, El."


"Dan aku mencintai kamu. Bukankah itu sudah berulang kali aku katakan?" kata Eldar sambil menatap Neva dengan tajam.


"Tapi, El. Kita nggak mungkin bersama. Aku tak mau membangun kebahagiaan di atas penderitaan orang lain."


"Dan aku juga tak mau bahagia jika kamu tak bahagia. Kita bisa saja bersama, Ev. Jika kamu mau menikah dengan aku."


"El, itu sesuatu yang mustahil."


"Apanya yang mustahil? Kamu sudah bercerai. Masa Iddah mu pun sudah selesai."


"El, pernikahan kita akan membuat Kintan merasa tersakiti nantinya."


"Ya sudah. Jangan ikut campur urusan aku jika kamu sendiri tak mau menikah denganku."


"Maksud kamu ingin menikahi aku apa sih, El?"


"Ya karena aku mencintai kamu."


"Bagiku, mencintai adalah memiliki." kata Eldar tegas sambil menatap mata Neva tanpa berkedip membuat Neva memalingkan wajahnya dengan jengah.


"El...., Kintan pasti tak mau dipoligami."


"Hanya dengan berpoligami maka aku bisa menikah denganmu dan mengikuti keinginanmu untuk menikah dengan Kintan. Jika kamu ingin aku menikah dengan Kintan, ijinkan aku menikah dengan kamu dulu. Aku ingin istri pertama ku itu kamu dan bukan Kintan."


Neva tahu kalau Eldar serius dengan ucapannya. Siapa juga yang tak mau menikah dengan pria yang dicintainya. Namun, Neva tak ingin ada diantara Kintan dan Eldar.


"El, pikirkan sekali lagi. Kintan itu gadis yang baik." kata Neva berusaha membujuk Eldar. Ia meraih tangan Eldar. "Cinta kita sudah usai, El. Mungkin kita memang tak berjodoh."


"Cinta kita tak akan usai, Ev." Eldar memangkas jarak diantara mereka lalu mendekati Neva. Kedua tangannya ada di wajah Neva dan memaksa perempuan itu untuk menatapnya. "Getaran hatiku, masih sama seperti dulu saat aku pertama kali melihat kamu. Hanya dengan melihatmu saja, seluruh gairah dalam diriku memuncak. Kamu tak tahu bagaimana tersiksanya aku setiap kali berdekatan denganmu seperti ini tanpa bisa menyentuh mu. Kamu adalah cinta dalam hidupku, gairah yang menggerakan hidupku. Hidup tanpamu selama 5 tahun ini bagaikan berada di tengah keramaian namun merasa sendiri. Pertama kali melihatmu di kantorku saat itu, aku bagaikan orang yang kembali menemukan penyemangat dalam hidupku. Karena itu, jangan minta aku untuk bersama dengan orang lain, jika kamu tak mau bersama dengan aku lagi. Aku lebih baik menyendiri seumur hidupku dari pada tidak memiliki mu lagi."

__ADS_1


Air mata Neva mengalir mendengar pengakuan Eldar. Ia tahu bagaimana sakitnya hati mereka karena saling mencintai namun tak bisa bersama. Eldar mendekatkan wajahnya pada wajah Nev setelah ia menghapus air mata gadis itu. Perlahan ia menunduk, lalu menyesap bibir perempuan itu. Neva tak menolak ciuman Eldar. Untuk saat ia ingin menikmati keintiman ini. Neva memejamkan matanya, mengalungkan tangannya di leher Eldar dan ciuman mereka pun semakin dalam. Sedalam cinta yang mereka rasakan.


Haruskah mereka bercinta guys ? 😅😅😅


**********


Elif memandang foto-foto yang dikirimkan oleh detektif yang ia sewa saat mencari tahu keberadaan anaknya di Sidney. Memang foto gadis itu agak kurang jelas karena diambil dari jarak yang jauh dan gadis itu juga posisinya agak membelakangi kamera.


"Mami lagi ngapain?" tanya Gina sambil melangkah masuk ke kamar mami nya.


"Hanya melihat ini."


Gina menatap foto-foto itu. "Ini foto kak Eldar dengan kekasihnya yang di Sidney kan? Ngapain lagi sih mami melihatnya. Bukankah mereka sudah nggak ada hubungan lagi? Kak Eldar bahkan nggak tahu dimana gadis itu sekarang."


"Mami kok merasa kalau dia mirip Neva si WO itu."


"Mba Neva?" Gina tertawa. "Mana mungkin sih, mi? Gadis ini terlihat polos, dan biasa saja. Mba Neva itu cantik, elegan, dan wanita karir yang hebat."


"Tapi Neva itu lulusan universitas yang ada di Sidney lho. Masa sih sebelumnya ia belum saling mengenal dengan Eldar."


"Mami, tak semua orang sekolah di Sidney bisa saling mengenal. Mami bisa aja, deh. Kalaupun mereka saling kenal, memangnya ada pengaruh? Mba Neva kan sudah menikah."


"Iya juga ya? Mami hanya pusing karena kakakmu belum menetapkan tanggal pernikahannya dengan Kintan. Apa sih yang membuat Eldar berubah?"


"Mungkin kakak sadar, mi. Kalau dia itu nggak mencintai Kintan."


"Masa sih nggak mencintai Kintan? Memangnya gadis itu kurang apa?"


"Cantik sih, mi. Namun Gina yakin kalau kak Eldar masih menyimpan cinta untuk gadisnya yang di Sidney itu. Kata orang sih, gadis itu sudah pergi dengan lelaki lain. Itu yang membuat kakak patah hati."


Hati Elif merasa sakit. Ia ingin anak-anaknya bahagia. Makanya ia akan melakukan apa saja agar anak-anaknya mendapatkan jodoh yang terbaik. Salahkah apa yang sudah dilakukannya di masa lalu?

__ADS_1


**********


Eldar mencium puncak kepala Neva yang tertidur dalam pelukannya. Aku akan melakukan apa saja untuk menjadikan mu sebagai istriku, Neva. Aku tak mau kehilangan kamu lagi.


__ADS_2