
Wanita itu menabrakkan diri di tubuh Arkan sampai Arkan tersentak. Kemudian Ia berinisiatif menarik wanita itu bersembunyi di balik tong sampah besar dekat dengan gudang plastik.
Orang-orang itu kelabakan telah kehilangan jejak. Mereka mengedarkan pandangan mereka jauh kedepan.
"Habislah kita, Bang. Wanita itu berhasil kabur," ucap salah seorangnya.
"Iya tadi dia menghilang disini."
Arkan dan gadis yang ternyata itu adalah Dara menunduk. Mereka tidak ingin ketauan.
Dara kaget dan hampir menjerit saat melihat seekor kelabang menaiki kakinya.
Secepatnya Arkan membungkam mulut Dara dan menyentil hewan itu hingga terpental entah kemana.
"Ayo kita cari kesana," ucap salah seorang dari mereka.
Arkan memeriksa dan melihat mereka sudah menjauh lalu saling bertatapan dengan Dara yang mengusap lebam di pipinya.
Arkan memegang tahan Dara dan terpaku pada wajah ayu gadis itu.
"Apa yang terjadi, Dara? Mengapa mereka mengejar mu?" tanya Arkan.
"Ssst.. nanti ku jawab ayo kita pergi dari sini." Dara menarik lengan Arkan untuk menjauhi tempat ini.
Sampai di jalan bebatuan, Dara berjinjit-jinjit telapak kakinya terasa sakit. Melihat itu Arkan melepaskan sepatunya dan duduk berjongkok di depan Dara untuk memakaikan sepatu itu.
"Bagaimana dengan kamu?" tanya Dara tak sampai hati melihat Arkan mengalah.
"Tak apa, aku bisa tahan kok," jawabnya terlukis senyum indah di sudut bibir Arkan.
Dara membalas senyuman itu.
Arkan tidak pernah bermimpi sebelumnya jika Ia akan bertemu dengan gadis itu lagi.
Jantung Dara seolah berdebaran ada rasa spesial melihat perhatian Arkan.
"Kau mau kemana? biar ku antar," tawar Arkan setelahnya.
__ADS_1
"Kurasa aku tidak mau pulang malam ini, jika kau tidak keberatan bagaimana kalau kita cari penginapan," saran Dara.
Dara berniat ingin bersama lebih lama dengan Arkan.
"Itu pun jika kau tidak bekerja, tapi mana mungkin kan. Setiap malam kau pasti melakukan itu," tutur Dara tersenyum kecut.
Arkan masih tetap tersenyum, Ia rasanya tidak peduli akan hal lain jka sudah bersama wanita itu.
Dara mengangkat kedua alisnya menunggu jawaban Arkan. Arkan adalah obat terbaik saat Ia sedang depresi.
"Baiklah, aku akan mengikuti kemana kamu pergi malam ini," jawab Arkan. Kali ini Arkan berniat akan menemukan jadi diri gadis itu dan tak akan dibiarkannya menghilang lagi.
Arkan dan Dara pergi ke hotel dan memesan satu kamar.
"Mbak, masih ada kamar kosong?" tanya Dara ramah.
"Kalian pasangan suami istri kah?" tanya resepsionis itu. Resepsionis itu menatap nyalang kearah Arkan.
Arkan dan Dara saling berpandangan, tapi secepatnya Dara menjawab karena tidak ingin resepsionis itu curiga.
"Ada buku nikah?" tanya resepsionis itu.
Dara dan Arkan mengernyit bingung.
"Ya ampun Mbak emang harus ya, kami ini baru tiga hari menikah jadi buku nikahnya belum kelar di urus," jawab Dara berbohong.
"Bagaimana dengan KTP?" tanya resepsionis menyebalkan itu. Lagi-lagi mencuri pandang pada Arkan. Maklum Arkan memang tampan dan mempesona meski wajahnya lebam.
"Pasti aturan disini ketat," bisik Dara pada Arkan diangguki oleh Arkan.
"Aduh, sakit ya, Sayang?" Dara mengusap-usap wajah Arkan tak ingin resepsionis wanita itu tertarik. Kemudian Dara menjawab ucapan resepsionis itu.
"Sama, Mbak. KTP juga belum rampung kan di bikin bareng ma surat nikahnya. Apa perlu saya bawa Mbak cantik ke KUA?" tanya Dara menggoda.
"Oh, tidak. Kami hanya menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, Mbak. Kalau begitu ini kuncinya silakan istirahat," ujar resepsionis itu mengalah juga.
"Terima Kasih, Mbak. Suami ku ini pemalu jangan di goda ya," bisik Dara sembari berlalu menggandeng tangan Arkan menuju lantai atas.
__ADS_1
Sesampainya di kamar, Dara langsung melompat girang keatas ranjang. Ia lega malam ini Ia bisa bebas lagi dari kejaran anak buah calon suaminya Raymond.
Arkan termangu melihat aksi gadis itu, tak terlihat sedikit pun malu di dalam rona wajahnya di depan Arkan.
Walaupun sebenarnya Arkan tahu, gadis itu menyembunyikan sejuta luka.
Gadis itu tidur dengan posisi miring dan menopang kan tanganya guna menyanggah kepala sembari melihat Arkan terus memandanginya.
"Ada apa? apa ada yang aneh dengan ku?" tanya Dara lepas.
"Tidak, aku seperti mimpi melihat diri mu lagi," jawab Arkan. Ia mendaratkan di sofa.
Dara tanpa berpikir sejenak dan tersenyum lagi.
"Entahlah, aku juga tidak berencana. Tapi aku senang bisa bertemu kamu malam itu. Nafasku terasa lega sekarang," kata Dara.
Dara bangkit dari rebahan nya dan ingin merendam diri.
"Aku mandi sebentar," ucapnya.
"Jangan terlalu lama, ini sudah Malam," pesan Arkan.
"Tidak, paling tiga puluh menit," jawabnya menyeringai lucu.
Dara menutup pintu itu tanpa menguncinya lalu menghidupkan shower air hangat dan mencampurnya kedalam Buthtup yang sudah terisi air dingin.
Ia juga memasukkan sabun cair kedalam nya untuk membasuh diri.
Tanpa canggung Dara melepaskan semua pakaian nya dan masuk ke dalam Buthtup hingga memperlihatkan bagian dada sampai kepalanya saja di antara busa-busa itu.
Arkan malah memilih merebahkan sesaat tubuhnya di sofa itu.
...💐💐💐💐...
Apa yang selanjutnya terjadi...???
Jangan lupa sertakan like, komen,vote and bintang limanya ya!!! ingat, jangan lupa!!!
__ADS_1