Terjerat Cinta Sikumbang Malam

Terjerat Cinta Sikumbang Malam
Part_30 Bingung


__ADS_3

Para algojo itu memasuki kereta satu persatu, salah satu dari mereka ada yang melihat seorang wanita yang dilihat dari belakang mirip Dara bersama seorang pria.


"Itu dia," celetuknya yakin.


"Hey, ketemu juga kamu," kata Orang itu seraya melotot.


Keduanya menatap sinis.


"Kenapa, Bang. Cari masalah lo?" tanya lelaki di samping si gadis itu berani.


Nyali algojo itu menciut, Ia rupanya salah orang. Ia pergi meninggalkan kedua orang itu menatap aneh pada dirinya.


"Heran, jaman sekarang asal nebak aja liat orang," gerutu pemuda itu suami si cewek.


"Biarin aja lah, Mas. Matanya siwer kalik," jawab perempuan itu.


Ke empat algojo itu tidak menemukan apa pun mereka sudah keluar dari semua kereta api.


Drrrrttt!


salah satu ponsel dari mereka berdering.


"Halo, Bos."


"Bagaimana? ketemu?" bentak Raymond tidak sabar.


"Belom, Bos.Di Stasion terdekat pun tidak ada."


Usai mengobrol beberapa patah kata , Mereka semua beralih mencari kearah lain.


Dara dan Arkan sudah semakin jauh, Dara sangat beruntung Arkan sudi mengabulkan keinginannya untuk terlepas dari lembah nestapa.

__ADS_1


"Terima kasih, sudah mau menolongku, Arkan," ujar Dara puas.


Arkan hanya membalasnya dengan senyumnya dan menarik kepala Dara kepundak nya.


Hari berganti malam, Mami Deby dan suruhannya baru tahu kalau Arkan tidak datang ke Club'.


"Raka, sini kamu!" panggil Mami Deby.


Raka berlari mendekat dan sudah tahu apa yang ingin di bahas nya.


"Arkan, kemana, Ka? kenapa dia belum datang jam segini?" cecar Mami Deby.


"Saya tidak tahu Mami, sejak pagi saya tidak melihat Arkan di Asrama," jawab Raka seadanya.


"Aduh, gawat ni kalau tambang uangku kabur," gumam Mami Deby. "Baju nya bagaimana di bawa?" tanya Mami Deby lagi sembari mengipas-ngipas tubuhnya dengan bahan dari plastik itu karena kegerahan.


"Semua bajunya ada, Mi. Hanya motornya yang tidak ada," jawab Raka lagi.


"Tidak tahu, Mi. Sudah lama Arkan tidak pergi lagi kerumah cewek itu," jawab Richo sambil menunduk.


Bug!


Mami Deby memukul bokong Richo.


"Ini semua salahmu, kau tidak becus menjaga gadis itu. Coba tengok kerumah gadis itu siapa tahu Arkan terjerat di sana!" perintah Mami Deby.


"Baik, Mi.


Mami Deby menatap tajam kearah Raka dengan seksama. Ragu jika Raka berkata jujur.


"Sudah kerja sana, yang rajin. Biar dapet uang!" ucapnya sinis.

__ADS_1


Raka mengangguk dan berlalu pergi.


Raka terus memikirkan keadaan Arkan..Tak biasanya Arkan pergi tanpa berpamitan dulu dengannya.


Kemana ya si Arkan pergi?...


Arkan dan Dara tiba di sebuah desa terpencil di suatu daerah. Setelah turun dari kereta api tadi mereka beralih menaiki Bis. Yang Arkan tahu dia berada di desa yang banyak orang Sundanya.


Namum logat orang Sunda di sana kebanyakan masih berbahasa kasar.


"Neng geulis jeng Akang kaseb arek kemana Iyek?"


(Nona Cantik dan Abang ganteng mau kemana sekarang) tanya Abang kenek.


Dara dan Arkan yang tidak mengerti menganga dibuatnya.


"Abang bicara apa?" tanya Arkan senyum-senyum.


"Entek ngeharti, nyak. Adek cantik dan abang ganteng mau kemana?" Terpaksa nya orang itu mengulangi.


"Oh.. tidak tahu, Bang. Kami sedang mencari penginapan," jawab Arkan menggaruk pelipisnya.


"Jadi kalian berdua bukan orang sini ya?" tanya Abang kenek lagi.


Keduanya menggeleng.


"Ya udah atuh, ikut urang wae keskitu mah," celoteh Abang kenek.


"Apa, Bang?" tanya Arkan lagi-lagi kurang paham.


"Ayok ikut aja, aku cari kan kontrakan murah!" Abang kenek membawa Arkan dan Dara masuk lagi kedalam Bis.

__ADS_1


__ADS_2