
Club malam mulai berdendang ria. Lampu warna-warni berkerlipan menghiasi setiap sudut ruangan. Para perempuan liar juga mulai berdatangan. Mencari kesenangan atau hanya sekedar nongkrong menikmati sebotol air Wine ataupun Bir.
Arkan mulai masuk dengan tubuhnya yang cool. Wewangian dari aroma parfum membuatnya kian terlihat segar dan percaya diri. Rahangnya yang keras dan janggutnya yang tipis serta sorot mata tajam semakin membuatnya memikat libido para wanita bangkit sekejap.
"Bos..!" panggil salah satu bodyguard Mamy Deby. Sesuatu Ia bisikan pada telinga Arkan. Mata Arkan kemudian tertuju pada seorang perempuan yang sedang minum dan ngemil kacang goreng.
Melvin berdiri tegas menghampiri gadis dengan gaun hitam pekat penuh pernak-pernik terkena pantulan lampu.
"Hai, Nona. Apa kabar?" Arkan menyapa perempuan itu dan meraih kacang yang Ia lemparkan keatas hingga masuk kedalam mulutnya.
Si perempuan tersenyum tipis sembari menopang sebelah keningnya. Ia sangat menarik di mata Arkan. Justru kedewasaannya usianya adalah sebuah nilai plus dalam dirinya. Rambutnya ikal, hanya jepitan kecil bermotif bunga Ia selipkan di bagian rambutnya. Wanita itu juga unik memiliki bentuk wajah seperti hati serta bibir tebal namun bersahaja dan itu sangat jarang Arkan temui.
"Emz, Nona hanya sendiri?" Arkan mencoba merebut hati si perempuan. Sesaat seorang wanita cantik menghampiri Arkan sejenak dan dengan lancangnya menyambar bibir Arkan tentu dengan senang hati Arkan membalas ciuman itu. Kemudian wanita itu berlalu melambaikan tangan.
Bahkan tak jarang yang menyempatkan diri hanya sekedar memegang bahu Arkan atau pun membelai dagu Arkan. Sebagian diantaranya juga mengerling manja.
Perempuan di depannya tersenyum getir, Ia meletakkan benda Nekotin yang Ia ambil dari bungkusnya ke antara bibirnya dan kemudian menyalakan korek api. Namun secara tiba-tiba Arkan mengambil alih barang itu untuk dirinya.
Si perempuan menyeringai penuh keheranan.
"Apa kau tidak suka perempuan per**kok?" tanyanya.
Arkan menghembuskan benda berasap dari mulutnya menyerupai gumpalan seraya mengulas senyum. Senyumnya benar-benar mematikan alam bawah sadar si perempuan berwajah keindoan tersebut.
"Tidak baik perempuan sering-sering memakainya, yang pasti aku menyukai kealamian dari mulut wanita," ucap Arkan menyanjung.
"Heh, kau pandai menggombal ternyata." Tersirat senyum picik dibibir si perempuan. Lama memandangi Arkan yang masih menghisap benda batangan itu, Si perempuan memberi penawaran.
"Aku punya permintaan sebelum bekerja."
Arkan menoleh dan menarik sedikit sudut bibirnya.
"Apa itu?"
"Ku dengar kau tidak ingin memakai alat pengaman serta memberikan perjanjian lisan tidak akan bertanggung jawab pada perempuan yang bermain denganmu jika si perempuan hamil, benar?"
__ADS_1
Arkan mengiyakan.
"Oke, kali ini aku memintanya. Akan ku bayar lima kali lipat jika kamu setuju," ucap perempuan itu mulai bernegosiasi.
Arkan menaikan kedua alisnya.
"Caranya?"
"Kau harus memakai pengaman mu. Aku anti dengan KB tapi aku juga tidak mau hamil. Sayangnya aku sangat ingin menjajal dirimu. Kudengar kau sangat pawai diatas ranjang?" Desis wanita itu pias.
Arkan tergelak, tak disangkanya wanita itu semakin menawan.
"Ayolah, apa kau keberatan?" tanya wanita itu lagi.
Arkan menyipitkan bulatan bola matanya sambil tersenyum. Di tatapnya dalam-dalam wajah itu penuh ambisi.
"Oke, haruskah aku membuang syarat yang aku gunakan selama ini?" Arkan balik bertanya.
Si perempuan bangkit dari duduknya menghampiri Arkan. Dibelainya dagu Arkan untuk memulai sentuhan kecil.
"Ayolah, lakukan untukku. Aku tidak mau menunggu terlalu lama karena itu bukan sifat ku."
Arkan merangkul wanitanya untuk membawa Ia ketempat dimana Ia dan wanita nya sering bertukar tubuh satu sama lain. Sejenak mereka berhenti disebuah lorong, Arkan mendorong wanitanya merapat di dinding secara mendadak. Saling pandang pun terjadi. Arkan memberi lum***tan kecil pada bibir wanita itu sambil memberi pijatan sedikit ke kedua bokong si perempuan. Sensasi panas tampak mulai menyala. Arkan melakukan itu untuk memudahkan klim**ks terjadi.
Nafas wanita itu naik turun, Ia merasa kan sesuatu yang berbeda kala berhadapan dengan Arkan.
"Kau sangat cantik, Nona. Apa kau tidak pernah terpuaskan?"
Wanita itu tertegun lalu mengembangkan senyum tipisnya dan kemudian melingkarkan kedua tangannya di leher Arkan.
"Heh, kau benar. Bagaimana wanita bisa bahagia kalau perempuan tidak bisa terpuaskan birahinya dari lelakinya."
Akan mengecup lagi bibir gadis itu.
"Oke, kau tidak kekurangan lagi malam ini." Arkan merangkul lagi gadis itu masuk keruangan remang-remang dimana hanya ada Ia dan lawan jenisnya.
__ADS_1
Suasana kian menggerahkan ketika Arkan mendudukkan wanita itu di tepi ranjang. Menyingkap sedikit rok mini sepaha si wanita dan melakukan sentuhan lembut disana sampai ke pangkal. "Kau terlalu manis jika tidak mendapat kepuasan. Apa surga dunia ini sangat sulit kau dapatkan?" Meski berbicara Arkan tak menghentikan gerakannya membuat wanita itu merasakan nikmat.
"Ar, sudah berapa banyak wanita yang bermain denganmu?" tanya wanita itu.
"Sangat banyak, sayangnya aku bahkan tidak tau nama mereka satu persatu."
"O ya?"
"Untuk apa? yang penting tubuh kita saling kenal, bukan? Toh aku sangat paham dengan wajah mereka. Kau tahu..?"
Wanita itu terpantik menunggu ucapan Arkan.
"Mereka ketagihan datang kesini," ucap Arkan bangga.
"Ahk.."
Wanita itu menjerit. Tangan Arkan mulai bermain di intinya yang telah basah.
"Apa itu membuatmu merasa senang?" Arkan memperlama permainan jari telunjuknya.
Arkan benar-benar membuat si wanitanya cepat sekali mendapat rasa yang ingin lebih berkali-kali.
"Ar, cukup. Aku tidak kuat." Ucapnya saat Air bandang nya mulai membanjiri miliknya.
Arkan menghentikan aksinya. Di kul*mnya lagi bibir wanita itu sampai lama dan lebih garang tampa dirasa membuat bibir itu tergigit dan terluka. tapi nyatanya sakit itu hanya seperti gigitan semut yang tidak mengganggu mengalahkan kenikmatan yang keluar dari himpitan paha mereka. Arkan tak akan pernah berhenti memuja partner ranjangnya sampai Wanitanya terkulai tak berdaya.
"Jangan salahkan aku jika ini akan membuatmu mencari ku lagi, Nona."
"Baiklah, aku ingin membuktikannya langsung darimu. Buat aku lupa akan keluh kesah ku sampai aku menyerah."
"Tentu, ini tidak akan kau dapatkan dari lelaki manapun."
Arkan membuang baju mereka dan menyelami bahtera cinta dalam hubungan. Gairah lelakinya melebihi batas kewajaran. Ia mampu bermain tujuh kali dalam semalam suntuk dan hanya akan Ia lakukan pada Wanita-wanita istimewa dan spesial pilihannya termasuk pada seorang gadis tempo hari.
Arkan Arjun menarik laci untuk mengambil sebuah alat pengaman seperti karet. Ia akan mengabulkan keinginan wanita itu tampa melepaskan kungkunga nya.
__ADS_1
"Ar, cepatlah. Aku sudah tidak kuat." Wanita itu mengangkat sedikit bokongnya menunggu Arkan mengenakan benda itu.
"Oke, Darling. Aku ku buat kau seperti berada di surga."