Terjerat Cinta Sikumbang Malam

Terjerat Cinta Sikumbang Malam
Part_07 Hadiah untuk Rachel


__ADS_3

Arkan mulai bermain, Ia memasukan miliknya ke inti perempuan itu. Memainkan nya dimulai dengan perlahan dan kemudian menaikan ritmenya cukup keras.


"Ahk.. ." Perempuan itu memekik nikmat.


Jiwa Arkan makin menggelora, di sambar nya lagi dua gundukan kembar yang ikut bergoyang ria. Ia lahap keduanya secara bergantian.


Lelah dengan gerakan pertama Ia meminta wanita itu tengkurap dan dilakukanya lagi dari belakang. Tidak cukup disitu, permainan mereka juga dilakukan dari posisi miring. Diangkat nya sebelah kaki wanita itu dan di geraknya lagi hingga full sampai ke pangkal.


"Miring lah, Nona. Kau akan merasa lebih santai agar kita lebih lama melakukannya."


Di tekannya pundak wanita itu untuk berlanjut ke sesi berikutnya. Segala yang Arkan arahkan perempuan itu lakukan. Selain pelanggannya terpuaskan, Ia juga inginkan hal yang sama.


Sekitar satu jam bergelut keduanya mencapai puncaknya. Sejenak mereka beristirahat dan tidur berpelukan. Satu jam berikutnya, Arkan merangkak lagi mengungkung wanita itu dengan memakai benda yang sama.


Itu adalah salah satu permintaan pelanggannya yang harus Ia penuhi. Hingga fajar menjelang perempuan itu terkulai lemas, habis sudah tenaganya di genjoooot Arkan berkali-kali.


Arkan bangun lebih dulu, Ia memakai semua pakainya di depan wanitanya dan memberikan kecupan terakhir di kening wanita itu.


"Rileks Kanlah tubuhmu lebih dulu, Nona. Aku harus pergi."


"Oke..., Aku akan transfer uangnya," ucap wanita itu masih dalam balutan selimut.


Arkan mengangguk dan mengulas senyum kemudian bergegas keluar dengan tubuh yang masih belum sepenuhnya rapi.


Arkan melambaikan tangan dan berpamitan pada Mami Deby yang masih mendiskusikan sesuatu bersama pengawalnya yang hanya dibalas senyuman oleh Mami Deby.


"Jaga ketat anak emas ku, jangan sampai dia lepas dari genggaman ku," ucap Mami Deby lirih ditelinga bodyguardnya.


"Siap, Mi. Saya akan awasi dari kejauhan."


Arkan menaiki motor gede merah yang terparkir manis dihalaman. Di lajukan nya motor itu kearah jalan besar. Semua orang memulai segalanya dengan berbagai rutinitas.


Arkan sangat suka kedamaian itu meski hatinya pada dasarnya dilanda gerimis berkepanjangan. Arkan merindukan Ayahnya, Orang yang membesarkannya dengan tulus hingga Ia meninggal.


Menghabiskan waktu mengamati keindahan, Arkan mendengar ponselnya bernyanyi riang. Sejenak Arkan menepi dan menerima panggilan itu.


"Iya, Mi.


"Ada kabar bagus, Ar.


"Apa, Mi?"

__ADS_1


"Nanti malam ada pelanggan yang membooking kamu kerumahnya. Kamu siapkan diri ya uangnya satu koper."


"Oh oke, Mi?"


"Iya, Pulus ini jarang banget ada kamu harus memanfaatkan ini."


"Oke, Mi. Beres."


Arkan melanjutkan perjalanannya dan melihat seorang gadis sedang di kejar dua orang penjahat. Arkan mengenali gadis itu. Secepatnya Arkan mengendari motor gede itu untuk mengejar dua penjahat itu dihentikannya motornya tepat di depan mereka.


Rachel berbalik mendengar suara motor Arkan, Ia bernafas lega akhirnya ada penyelamat menolong dirinya.


"Berhenti, apa kalian tidak punya kerjaan?" Teriak Arkan sembari mengegas-ngegas motornya.


"Hahaha... bukan urusan lo. Kami mau gadis itu!" tunjuk salah seorang diantara mereka.


"Oh.. jadi kalian menantang ku. Kalau begitu jangan salahkan aku." Arkan melajukan motornya memisahkan kedua orang itu. Arkan berputar lagi lalu menendang salah seorang dari mereka hingga terjatuh.


Teman penjahat kelabakan dan berinisiatif mengambil batu untuk melempar Arkan tapi dengan mudah Arkan mengelak. Arkan kembali menunjukkan aksinya mengangkat ban depan motor nya untuk mengejar mereka berdua yang sudah berdiri sejajar di depannya. Keduanya lari tunggang langgang ketakutan.


Setelah menjauh Arkan menghentikan motornya dan tersenyum menang. Arkan pun menemui Rachel yang masih berdiri di tempat tadi.


Dijagangkannya motornya dengan standar, rupanya Rachel tidak sabar memeluk Arkan. Arkan merasakan sesuatu saat gadis itu dalam dekapannya.


"Iya, aku takut. Mereka mau berbuat tidak senonoh dengan ku, Kak," ucap Rachel. Masih terdengar jelas isakannya. Rachel sangat menjauhi hubungan dekat dengan pria tapi tidak dengan Arkan. Arkan adalah sosok pria yang telah menghadirkan rasa aman baginya.


"Tenanglah, kamu mau kemana biar kakak antar?" tawar Arkan.


Rachel melepaskan peluk kan nya dan menatap lekat wajah Arjuna tampan di depannya.


"Aku mau ke toko buku, ada beberapa buku yang aku butuhkan untuk bahan referensi kuliah ku," jawabnya.


Arkan menggandeng Rachel.


"Biar ku antar!" Ajak nya.


Rachel menurut keduanya menghabiskan waktu di toko buku. Rachel sangat senang bisa mengenal Arkan. Cowok baik yang mudah sekali mengakrabkan diri.


"Apa yang kau cari?" Tanya Arkan sembari terukir senyum menawan di bibirnya.


Lama Rachel terhipnotis, Ia tak berkedip menatap Arkan. Ada rasa suka yang mulai tumbuh di hatinya.

__ADS_1


Arkan menjadi bingung, dilambaikan nya tangannya di depan wajah Rachel. "Hey, kau dengar aku?"


"Oh.. iya Kak. Maaf. Aku suka sama Kakak," ucapnya tiba-tiba.


Arkan mengerutkan dahi mungkin kaget oleh ucapan Rachel secara mendadak bahkan itu adalah pertemuan kedua mereka.


"Hehehe.. aku suka bisa mengenal Kakak. Entahlah, tapi jantungku berdebar-debar berada di samping Kakak," ucap Rachel lagi dengan polosnya.


Arkan tertegun sejenak memperhatikan Rachel, Ia tidak munafik kalau Ia juga mengagumi gadis itu tapi kembali lagi. Ia sadar, pekerjaan hina itu tak mungkin bisa menyatukan mereka.


Rachel menggenggam tangan Arkan.


"Kak, Rachel serius. Dari awal kita ketemu Rachel terus mengingat kakak. Kurasa Rachel jatuh cinta sama Kakak."


Arkan tak bisa berkata-kata itu sudah seperti mimpi baginya.


"Rachel, Kakak_."


Rachel menutup bibir Arkan dengan telapak tangannya.


"Jangan di jawab, Rachel gak butuh jawaban kok. Rachel cuma mau Kakak tau kalau Rachel menyukai Kakak."


"Kenapa begitu, Hel?"


"Aku tidak mau kecewa kalau Kakak menolak Rachel. Tapi ya sudahlah, hari ini aku berulang tahun apa Kakak tidak akan mengucapkannya?" tukas Rachel memberi tahu sambil memeluk buku yang sudah Ia dapatkan.


Arkan mengulas senyum, Ia sangat senang bertemu perempuan unik seperti Rachel.


Arkan kemudian mengajak Rachel ke suatu tempat dimana Ia akan mendapatkan sesuatu untuk memberi Rachel hadiah .


Permainan unit mengangkat boneka dari kotak dengan mesin robot. Ada beberapa boneka lucu dari mulai terkecil hingga paling besar. Arkan tidak suka memberi boneka mini jadi Ia akan berjuang untuk mendapatkan yang jumbo.


"Ayo Kak, semangat. Kakak pasti bisa!" teriak Rachel memberi semangat.


Tarikan pertama baru di mulai Arkan sudah gagal, tarikan kedua pun sama. Setiap pemain hanya boleh melakukan nya tiga kali dalam satu kali permainan.


Arkan gemeteran Ia mengarahkan pengait robot itu ke arah boneka beruang. Bahkan keringat membintik di daerah keningnya. Rachel semakin tertarik, Arkan samakin mempesona di depan matanya, kulit Arkan kian terparah bersinar dengan gaya tanpa lelah.


Nyiiiiit!


Kali ini Arkan berhasil, pengait robot itu mengangkat telinga boneka beruang hingga keatas dengan menghabiskan uang koin sebanyak tiga buah.

__ADS_1


"Hore..., Kak Arkan kau berhasil!" seru Rachel bertepuk tangan.


Bersambung.....


__ADS_2