Terjerat Cinta Sikumbang Malam

Terjerat Cinta Sikumbang Malam
Part_44 Kembali


__ADS_3

Maaf, Dara. Aku harus pergi, aku tidak ingin ada lelaki lain yang boleh menyentuh tubuhmu...


Hanya ada gambaran sedih yang terpancar di wajah Arkan. Ia sekali Ia kembali pada Dara yang menangis menatapnya tapi Ia tak mau ambil resiko.


Arkan tau betul, bagaimana kejamnya antek-antek Mami Deby. Tidak mustahil mereka bisa saja mempermalukan Dara sesuka hati.


"Arkan, aku akan menyusul mu. Aku tidak mau tinggal di tempat ini tanpa kamu, Arkan."


Dara segera mengemasi semua pakaian mereka, tak pedulikan hal lainnya. Yang penting Ia harus kembali ke Jakarta.


Dara menemui Mang Tomang dan Bi Lisa. Ia meminta maaf tak bisa tinggal di sana lagi.


"Aku mau pulang ke Jakarta, Mang, Bi. Aku mau menyusul suamiku. Bagaimana pun juga aku harus menghadapi kensekwensi nya nanti."


Dara mencium punggung tangan kedua orang yang berjasa itu. Ia tidak lupa memberikan sedikit uang untuk Bi Lisa. Biarlah Ia membawa uang secukupnya. Toh Ia tidak akan binggung lagi jika Ia sampai di kotanya.


"Ini ada sedikit uang. Tolong terima ya, Mang. Setidaknya bisa di pergunakan untuk berobat Mang Tomang."


Mang Tomang dan Bi Lisa saling berpandangan. Mang Tomang tak enak hati dan mendorong tangan Dara yang sudah mengatung di udara.


"Jangan, Wil. Kamu bawa saja uang ini. Kamu pasti lebih membutuhkan uang ini nanti," tolak Mang Tomang.


Dara tersenyum, Tak salah lagi penilaiannya pada kedua orang dihadapannya.

__ADS_1


"Iya, Wil. Kok keluarga suami nya jahat begitu sih. Sampai menjemput paksa Arjun," tambah Bi Lisa tak sampai hati.


"Gak papa, Bi. Kami yang salah menempatkan cinta kami. Jadi kami harus menerima akibat dari apa yang kami perbuat." Dara kembali menyematkan uang itu di genggaman tangan Bi Lisa.


"Saya permisi, Assalamualaikum."


"Wa'allaikum salam."


Mang Tomang dan Bi Lisa mengelus dada, Mereka kasihan melihat jalan cinta kedua insan itu begitu rumit.


"Semoga mereka bahagia ya, Bu."


"Iya, Pak. Mereka adalah orang-orang baik. Tak sepantasnya mengalami masalah ini," jawab Bi Lisa, tak kalah sedih nya.


"Cepat minta maaf atau kau akan menyesal sudah berani kabur dari tempat ini!" Richo menendang betis Arkan.


Arkan mengamati gerak-gerak Mami Deby yang nampaknya ingin menelan hidup-hidup tubuhnya.


"Maaf, Mi," ucap Arkan lirih.


Mami Deby mengangkat dagu Arkan, Di tatapnya bola mata itu dalam-dalam.


"Kurang baik apa aku pada mu, Arkan? kau ku beri kesenangan dan pekerjaan yang memabukkan kejantanan mu kau malah bertindak bodoh." Mami Deby melotot geram.

__ADS_1


"Aku hanya ingin hidup lebih baik, Mi," jawab Arkan jujur. Ia tak bermaksud menyembunyikan sedikit pun niat itu.


"Hahaha..." Mami Deby dan lain menertawakan Arkan. "Kau mau bertaubat ceritanya? emang orang seperti mu aku di ampuni, ha? tubuh mu sudah terlanjur ternoda, Sayang."


Arkan bungkam, sesekali Ia membasahi kerongkongan yang terasa mengering.


"Bagaimana pun kau membersihkan diri, penzina tetaplah penzina, Arkan. Apa kau mampu menolah hasrat? Kau pasti sudah kecanduan oleh madu wanita dan itu bisa menyulitkan diri mu," kata Mami Deby lagi masih di balut tawa kecilnya.


"Tapi dia bersama perempuan, Mi," ujar Richo menyahuti.


Mami Deby sedikit kaget.


"Siapa perempuan itu? apa aku mengenalnya?"


"Iya, Mi. Dia gadis yang waktu itu datang menantang Arkan. Dia juga gadis yang sama saat Arkan di beri satu koper uang ketika di booking," jelas Richo.


"Apa? benar itu Arkan? berarti dia membooking mu secara pribadi?" tanya Mami Deby.


Arkan menggeleng.


"Lalu?" Mami Deby penasaran.


"Aku mencintai nya," jawab Arkan mantap membuat Mami Deby kembali tercengang.

__ADS_1


__ADS_2