
"Hehehe... iya maaf. Tapi beneran banyak penumpang ceweknya ' kan?" Dara mengulangi pertanyaanya.
Arkan mengangguk kan kepalanya dan menyuapi Dara lagi.
"Sudah, jangan pikirkan. Meski ada seribu gadis cantik di luar sana. Hati ku adalah milik mu." Kebahagian Dara anugerahnya. Ia tak ingin Dara sakit karena memikirkan sesuatu yang menurutnya tidaklah penting.
Dara dan Arkan sudah menautkan cinta selaras air yang mengalir. Cinta itu sudah membelenggu keduanya sampai kapan pun.
Di kota lain, Richo berkumpul bersama teman-temanya di club', malam itu. Menikmati air beralkohol sudah menjadi kebiasaan mereka.
Meski di tengah para perempuan, Richo tak lepas dari yang namanya ponsel. Ia menggeser-geser layar sentuh itu kebawah dan terpana pada poto pemuda yang tersebar di media sosial postingan dari seorang perempuan.
(Kernet terganteng seantero dunia) poto itu di unggah satu minggu yang lalu.
Richo mempertajam penglihatannya kearah ponsel itu dan meyakinkan diri.
"Kok mirip Arkan sih? beneran Arkan apa mirip saja?" Richo mengucek-ucek matanya dan memastikan.
"Kenapa, Cho? kamu ke sambet ya?" Tanya salah satu temannya.
"Coba lihat ini? ini Arkan bukan sih?" Richo menunjukkan ponselnya.
"Ehk, iya kayaknya. Apa bener dia ngenek bis. Di daerah mana tu?"
__ADS_1
Richo mencari tahu alamat perempuan yang mengapload foto itu. Ia mengklik Profil si cewek.
"La, ini ma di daerah Jawa Barat. Kok Arkan sampai sana sih?" Ucap temannya itu.
"Entahlah, biar aku kasih tahu Mami Deby." Richo bergegas kekamar Mami Deby yang tengah bersenda gurau dengan pelanggan pria.
Tok! Tok! Tok!
"Mi, ada kabar baik." Richo mengeraskan volumenya, tenggelam oleh suara musik.
Mami Deby mendengkus akibat gangguan Richo.
"Ck, ya ampun. Mengganggu saja, tunggu ya, Mas."
"Ada apa? ganggu saja kerja mu?" Ketusnya.
"Ini, Mi. Lihat, ini Arkan bukan?" Richo menunjukkan lagi foto itu.
Mami Deby membelalakkan mata, Ia sangat yakin kalau itu memanglah Arkan.
"Sialan, dimana itu? kamu jemput dia malam ini juga. Enak saja kabur sesuka hati. Pendapatan ku menurun karena dia. Semua pelanggan cewekku jadi kecewa!" perintah Mami Deby geram.
"Oke, Mi. Saya dan tiga orang lainnya akan berangkat kesana."
__ADS_1
Richo pergi lagi untuk menyiapkan semua yang di butuhkan. Hanya ada tatapan sinis yang terpancar di dalam dua bola mata Mami Deby.
Jangan coba-coba pergi, Kan. Kau adalah uangku...
...🍀🍀🍀...
Matahari mulai menimbulkan cahaya menyalanya dari ufuk timur membawa kehangatan dan kesegaran di pagi hari.
Arkan dan Dara sudah bersiap pergi ke KUA untuk menikah. Ia meminta bantuan Mang Tomang. Arkan memutuskan menceritakan semuanya pada keluarga yang baik itu.
Alhamdulilah nya Mang Tomang bersedia menjadi wali nikah Dara setelah panjang lebar menceritakan sebab musababnya mereka sampai di tempat itu.
Meski memakai tongkat, Mang Tomang dan Bi Lisa mendampingi mereka di temani dua orang lainnya sebagai saksi.
Cukup cepat semua berjalan dan di mudahkan, Arkan berhasil menikahi Dara secara sirih karena tak bisa melakukan secara negara. Semua itu tanpa ada persiapan sama sekali. Di tambah keluarga yang tidak mendukung mereka.
"Alhamdulilah, akhirnya kalian sah juga. Arjun, Wilya, semoga kalian sabar menghadapi cobaan ini ya. Cinta itu banyak ujiannya termasuk di tentang kedua orang tua yang sifatnya egois."
Ya, itulah yang Arkan ceritakan meski masih di selipi sejuta kebohongan tentang seluk beluk jati diri mereka.
"Makasih Mang, Bi. Semua juga terjadi atas bantuan Mamang dan Bibi."
"Ahk, iya. Santai saja, Jun."
__ADS_1