Terjerat Cinta Sikumbang Malam

Terjerat Cinta Sikumbang Malam
Part_52 Sampai Di sini


__ADS_3

Ayah Restu, Bunda Irma dan Rachel tiba di kediaman Arkan.


"Ya Allah, Yah. Kenapa rumahnya berantakan?" Bunda Irma langsung di dera gelisah takut terjadi apa-apa pada putranya.


"Habis di serang kali, Bun," tebak Sang Ayah.


Rachel sudah tidak sabar dan ngeloyor masuk lebih dulu.


"Tolong, Tolong aku!" Teriak Arkan lemas.


"Ayah, Bunda. Kak Arkan disini!" panggil Rachel dari dalam.


Orang tua paruh baya itu bergegas masuk dan terkejut melihat kondisi Arkan.


"Nak, kamu baik-baik saja, Nak?" Bunda Irma mengangkat kepala Arkan.


"Tante, Om, tolong saya. Saya tidak ingin Istri saya menikah dengan pria lain," pinta Arkan dengan suara berat.


"Istri? Jadi kau sudah menikah, Nak?" tanya Bunda Irma.


Arkan mengangguk.


"Tolong antar kan saya kerumah mertua saya Om, Tante, Saya mohon!" Arkan mengharap pertolongan.


Keduanya mengangguk, Bunda Irma tak kuasa melihat kondisi Arkan.


Mereka bergegas kerumah Herlambang untuk mencegah pernikahan itu.


Suasana nampak lengang, ijab Qobul akan segera di mulai.


"Saya terima nikahnya, Dara Wilya binti Her_."


"Stop..!" teriak Ayah Restu.


Dara yang sejak tadi menangis langsung bangkit dan berlari memeluk Arkan.


Semua yang hadir di tempat itu menoleh heran, beberapa polisi ikut menemani kehadiran mereka.

__ADS_1


Para polisi itu segera memborgol tangan Raymond.


"Anda kami tangkap, karena terbukti menjual obat-obatan terlarang," kata salah seorang komandan.


"Eh tunggu, Pak. Anda pasti salah orang," elak Raymond tak berkutik.


"Restu...!" Herlambang tak percaya bisa bertemu sahabat lamanya.


"Her, jika kau masih ingin menjadikan aku teman mu maka biarkan Anakku Arkan dan Dara hidup bersama," ujar Restu tegas.


Arkan menoleh.


"Anak? maksud Om?" Arkan butuh penjelasan.


"Iya, Nak. Kau adalah anak, Ibu. Maafkan Ibu karena sudah menelantarkan diri mu."


Bunda Irma ganti memeluk erat tubuh putranya itu.


"Aku tidak pernah ingin membenci, Bu. Justru Arkan senang bisa bertemu Ibu yang sudah sangat lama Arkan rindukan."


"Apa, jadi_?" Herlambang terkesiap akan hal itu, di tambah Ia baru sadar jika Restu adalah teman dekatnya.


Persetujuan kedua belah pihak akhirnya mengikatkan cinta Arkan dan Dara semakin kuat.


Sebulan kemudian, kedua keluarga itu membawa Arkan dan Dara kerumah sakit untuk memeriksakan kondisi mereka.


"Silakan menemui Pak Radit, karena beliau adalah ahlinya!"


Dokter itu membawa kedua keluarga besar Arkan dan Dara menemui Radit.


"Radit!" panggil Bunda Irma.


Radit acuh tak acuh menatap mereka.


"Radit, kami mau jujur soal Arkan di keluarga kita," tambah Ayah Restu.


"Aku sudah tahu," jawabnya dingin.

__ADS_1


"Apa? Kalau begitu, Bunda mohon, Dit. Agar kamu bersedia membantu mengobati penyakit HIV yang mereka berdua derita," melas Bunda Irma.


"Untuk apa? sia-sia," jawab Radit tegas.


Bunda Irma memeluk Radit dari belakang dan memohon kembali.


"Dia adalah saudaramu, Dit. Tega kah engkau membiarkan mereka dalam kesakitan."


"Iya, Bang. Kasihan Kak Arkan dan Mbak Dara," imbuh Rachel.


"Iya, Dit. Aku minta maaf jika selama ini aku telah melakukan kesalahan padamu." Arkan ikut menimpali.


"Aku tidak membenci Mu, Arkan." Radit berdiri dan mengamati wajah Arkan dan Dara. "Tapi apa yang bisa kulakukan jika Obat untuk HIV memang tidak ada. Hanya satu obatnya bertakwalah kepada Allah dan memohon ampunan nya agar azab yang kalian terima bisa terangkat atas ijinnya," pungkas Radit secara gamblang.


Semua terdiam tanpa suara, yang diucapkan Radit benar adanya. Itu adalah sebuah hukuman dari yang kuasa maka obatnya adalah memohon ampunan pada Allah SWT.


Arkan terharu dan langsung memeluk Radit.


"Terima kasih, Dit. Kau benar kami harus bertaubat dari dosa-dosa kami."


Kini kedua keluarga itu menjadi keluarga Sakinah, Arkan dan Dara semakin dekat dengan Allah tanpa meninggalkan sholat dan mengaji di bantu oleh obat-obatan dari anjuran Radit untuk mengurangi sakitnya.


Hingga pemeriksaan terakhir, HIV yang semula stadium dua dan naik ketiga telah turun menjadi satu.


Beberapa bulan berlalu...


Sebuah keajaiban bagi Dara, Ia mampu melahirkan putranya yang diberi nama Yusuf ALMI dengan sehat wal afiat.


Tambah lengkap lah kebahagiaan Arkan dan Dara akan kehadiran si mungil.


...🥀🥀🥀🥀...


Setiap Manusia punya masa lalu yang kelam, namun bukan berarti kita menilai seseorang hanya karena masa lalu nya hingga kita menjauhinya.


Masa lalu adalah guru terbaik untuk kita belajar menjadi manusia yang lebih baik.


Allah maha pengampun, Ia akan membukakan jalan bagi orang-orang yang bersunguh-sungguh bertakwa kepadanya.

__ADS_1


...*************** Tamat **************...


__ADS_2