Terjerat Cinta Sikumbang Malam

Terjerat Cinta Sikumbang Malam
Part_29 Terbongkar


__ADS_3

Arkan belum menjawab. Sudah siapkah Ia meninggalkan dunianya demi Dara. Wanita yang hanya ditemuinya saat wanita itu membooking nya beberapa kali.


"Arkan, apa kau tidak mencintai aku? apa kau tidak ingin bersama ku?" Dara mengulangi pertanyaannya.


Dara berdecak getir.


"Ck, aku tidak tahu diri ya? kau dan aku tidak saling mengenal bagaimana bisa kita akan hidup bersama seperti impian ku?"


Arkan menatap nanar wajah Dara. Arkan memang ada perasaan dengan Dara. Tapi tepatkah pilihannya untuk pergi bersama wanita itu.


"Aku tidak akan memaksa mu jika kau keberatan, Arkan. Itu artinya aku akan kembali dan menikah dengan Raymond," kata Dara lagi.


Arkan belum juga memberikan jawaban membuat Dara melangkah mundur dan makin terisak-isak. Harapannya telah pupus, Ia akan kehilangan impiannya untuk hidup bersama pemuda yang sudah merenggut cinta dan tubuhnya.


Lelehan demi lelehan terus berjatuhan, Dara masih tak melihat ada reaksi dari Arkan untuk menahan kepergiannya.


Dara berbalik dan membuang semua keinginannya justru di situasi itu Arkan merengkuh tubuh Dara.


"Ayo kita pergi, aku ingin meninggalkan pekerjaan itu untuk bersama mu, Dara," kata Arkan menyemangati Dara dengan tenaga yang kembali terkumpul di dalam dadanya.

__ADS_1


"Benarkah, Arkan. Benarkah kau sudi hidup bersama ku?" Dara berbalik dan menatap netra pemuda itu.


Arkan menggenggam tangan Dara dan membawanya ke stasiun. Entah kemana mereka akan pergi yang terpenting sekarang adalah menjauhi kota itu.


Di rumah besar Dara, Sheila dan Kinara mulai di giring ke hadapan penghulu.


Tidak ada hambatan dalam pernikahan itu, semua berjalan lancar, dan Raymond tidak merasakan curiga pada Sheila sedikit pun karena Ia pikir itu adalah Dara. Sampai ijab Qobulnya dengan Kinara juga berakhir.


Di sesi berikutnya, Raymond mulai di persilahkan membuka penutup wajah kedua istrinya di awali dari Kinara.


Ada perasaan berdebar-debar di dada Sheila menunggu gilirannya.


Di hitungan ketiga, tangan Raymond mulai mengangkat wajah Sheila yang menunduk dan mengangkat kain tipis di wajah Sheila.


"Sheila, kenapa jadi kamu, ha?" teriak Raymond marah.


Semuanya ikut bangkit dan membelalakkan mata. Sheila menjadi gugup, Ia tidak tahu harus mengatakan apa pada semua orang.


"Ma_ af, Ray. Dara tidak mencintai kamu. Kenapa kau buta, Ray. Aku lah wanita yang menginginkan kamu," jawab Sheila memberanikan diri.

__ADS_1


"Brengsek.. beraninya Dara kabur lagi. Cepat kerahkan semua algojo mencarinya ke seluruh terminal, station dan bandara sekarang juga!" perintah Raymond mulai menggelegar.


Herlambang menghubungi Dara, tapi tidak ada jawaban dari ponsel Dara.


"Sialan, anak itu mau bermain-main rupanya," ucap Herlambang mengutuk Dara.


Semua para algojonya bergerak cepat menyebar ke beberapa tempat yang di arahkan Tuannya.


Arkan dan Dara baru menepi dan memesan dua tiket tercepat untuk mereka tumpangi. Beruntung mereka berhasil mendapatkan tiket yang akan berangkat sepuluh menit lagi.


"Arkan, apa kita akan pergi tepat waktu?" Dara gelisah dan takut jika rencananya sudah terbongkar. Pasti orang-orang Ayah Herlambang dan Raymond akan mengejar kemana pun Ia pergi.


"Tenanglah, semua akan baik-baik saja, Dara."


K**au tidak mengerti, Arkan. Mereka akan melakukan segalanya untuk menemukan ku...


Suara pemandu keberangkatan mulai terdengar, Arkan dan Dara segera masuk dan mencari tempat ternyaman.


Di saat itu pula orang-orang Raymond tiba dan memeriksa semua gerbong kereta api dari sisi lain berbarengan pula berangkatnya salah satu kereta api itu.

__ADS_1


...🍀🍀🍀🍀...


Biasakan jika like sertakan komen ya Sayang, Komentarnya jangan lanjut aja yang berVariasi dong biar semangat nulisnya karena gak disuruh lanjut pun pasti lanjut kok. Gift nya setangkai jadilah.. syukur Vote atau koffi... terima kasih.....pengertiannya...🥰🥰🥰


__ADS_2