Terjerat Dengan Suami Palsu

Terjerat Dengan Suami Palsu
KUAT MELAKONI HIDUP


__ADS_3

๐Ÿ’Œ TERJERAT DENGAN SUAMI PALSU ๐Ÿ’Œ


ย 


๐Ÿ€ HAPPY READING ๐Ÿ€


.


.


DALAM PERJALANAN.


Frey santai membaca, menandai beberapa hal di tabletnya. Ia sekilas melihat ke arah James. "Bagaimana pertemuanmu dengan wanita itu, James?" tanya Frey mengangkat wajahnya dan menaruh tablet itu ke sampingnya.


James sesaat mengerutkan keningnya, melihat wajah bosnya itu lewat spion tengah mobil. Lalu ia fokus menyetir. "Sebelumnya saya minta maaf tuan. Wanita siapa maksud anda?"


Frey tersenyum kecil menatap jalanan. "Kenapa akhir-akhir ini kau terlihat bodoh, James?"


James menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Saya benar-benar tidak mengerti maksud anda tuan." ucapnya kemudian.


Frey mengembuskan napas dengan kesal. "Kau benar-benar tidak tahu?" Alis Frey naik sebelah.


"Ya tuan." Jawab James dengan polos.


"Sudah lupakan saja."


Menangkap ekspresi wajah tuannya. Ia sejenak berpikir. Lalu kemudian ia mengerti maksud ucapan pria yang sudah 8 tahun menjadi bosnya itu.


"Apa maksud anda nona Yara, tuan?" James sedikit ragu mengutarakan apa yang ada dalam pikirannya.


"Cih.." Frey berdecak dengan sudut bibir naik ke atas. Ia kembali menatap jalanan dengan wajah datar tanpa ekspresi.


James mengembuskan napasnya terlebih dahulu, lalu berbicara. "Maaf, tuan. Nyonya Yara sempat menayangkan anda. Mungkin beliau masih menganggap bahwa lelaki yang dinikahinya adalah pak Leonard." James menutup kembali pembicaraan singkat itu dengan menelan salivanya dengan berat. Ia kembali memacu gas dan melanjutkan perjalanan.


Frey tidak berkomentar. Ia hanya melengkungkan bibirnya dan menarik napas saat mengingat kejadian yang tak terpikirkan olehnya. Ia bisa menyusun rencana ini dengan baik sesuai yang Frey harapkan. Frey menunggu waktu ini selama lima tahun. Rencananya benar-benar sempurna saat Erland tidak tahu dibalik produksi Wyanet tidak berjalan karena ada Frey dibalik semua itu. Leonard juga bisa menjalankan rencananya dengan baik dengan berpura-pura sebagai penolong untuk menyelamatkan perusahaan Wyanet dan menikahi putri yang mereka sayangi.


Ingatan beberapa tahun yang lalu kembali mencuat. Luka itu tidak akan kering dan terus menerus akan memerah-basah. Tak akan habis dan akan pecah ketika waktu mengusung kesempatan yang ia tunggu-tunggu. Kesedihan itu kembali, saat ia meraung-raung melihat daddy-nya meninggal. Peristiwa kelamย itu masih mengucur, dan Frey berpura-pura kuat melakoni hidup ini.


Sebab Edward Miles adalah lelaki yang paling Frey hormati. Sekarang hukum Lex Talionis akan berlaku bagi Frey. Mata ganti mata. Siapa yang telah melukai orang yang paling berharga dalam hidupnya bahkan sampai menghilangkan nyawanya, harus mendapatkan ganjaran dengan luka yang sama.


Frey kembali menarik napas singkat dengan ekspresi wajah yang sulit ditebak. Ia kembali diam dan menatap ke luar jendela. Punggungnya menempel ke kursi. Melihat ke arah jalanan yang dilewati. Mereka membelok dan memasuki kediaman Miles. Kediaman Miles ini memiliki pintu masuk ubin dekoratif yang dihiasi dengan air mancur yang cantik. Rumah ini memiliki sepuluh kamar tidur, ruang tamu yang cukup besar, perpustakaan berpanel kayu ek, ruang makan yang mengesankan. Rumah itu dihiasi dengan kemewahan. Ruang santai utama memiliki sofa dipan 18 kaki berukir dan sebuah bar hiasan penuh dengan sampanye, cognac dan wiski yang paling indah. Kediaman Miles memakai lantai parket, plester yang rumit, dan perapian batu bata yang canggih. Rumah ini juga memiliki semua hiasan layaknya rumah seorang pengusaha terkaya mengalahkan pengusaha yang ada di negara lain. Properti ini juga memiliki perpustakaan, spa berlapis cedar, dan kolam renang.


"Silakan tuan,"

__ADS_1


"Terima kasih James," ucap Frey merapikan jasnya.


"Saya akan kembali besok, tuan."


"Hmm. Oh iya, besok jangan lupa ingatkan kembali klien kita. Saya tidak ingin kejadian beberapa hari yang lalu terulang kembali."


Mengerti maksud tuannya. James langsung cepat menjawabnya. "Baik, tuan."


"Terima kasih atas kerja kerasmu hari ini, James. Sekarang kamu bisa pulang dan beristirahatlah!"


James hanya tersenyum lalu membungkukkan badannya untuk memberi hormat. Ia lalu masuk ke dalam mobil dan meninggalkan tuannya yang masih berdiri di sana.


Frey melangkah masuk dan di sambut hormat oleh beberapa pelayan yang ada di sana. Frey berjalan melangkah masuk ke pintu utama kediaman Miles.


"Selamat sore tuan, nyonya Victoria sudah kembali dan beliau sedang beristirahat di kamarnya." Kata pelayan dengan sopan. Frey tak berkomentar. Pelayan itu maju beberapa langkah ingin membuka jas yang dikenakan Frey.


Dengan cepat Frey menolaknya. "Tidak, terima kasih, biar saya saja." ucapnya datar lalu melangkah masuk ke ruang tamu. Ia pun berjalan menuju kamarnya tanpa bertanya keberadaan Yara. Seperti biasa Frey akan menghabiskan waktunya di balkon sambil menikmati senja.


CEKLEK!


Pintu terbuka. "Heh..." Frey menahan napasnya sejenak saat melihat Victoria sudah berdiri di dalam kamarnya.


Victoria membalikkan badannya dan tersenyum kepada Frey. "Sudah pulang, sayang?"


"Seharusnya aku yang menanyakan itu. Aku pikir mommy tidak ingin pulang lagi?" ucap Frey kaku dan dingin. Ia berjalan melewati tubuh Victoria tanpa melepas rindu yang biasa dilakukan seorang ibu dan anak. Frey membuka koleksi wine yang tersimpan di dalam lemarinya.


"Kau tidak menanyakan kabar Mommy?" Victoria mendengkus kesal.


Frey menuangkan wine ke gelas berkaki yang ada di atas meja. "Buat apa? Bukankah Mommy juga tidak pernah menanyakan kabarku?" ucapnya datar tanpa menoleh ke arah Victoria.


"Apa kau tidak menginginkan aku pulang?" Victoria protes saat Frey bersikap biasa saja.


"Sudahlah mom, aku tidak ingin berdebat. Bukankah mommy selalu seperti ini. Mommy selalu kabur dari rumah saat aku menghabisi pria yang kau kencani." Frey tersenyum kecut di ujung kalimatnya.


Victoria menatap kesal ke arah lelaki yang lahir dari rahimnya itu. "Kenapa kau selalu menilai buruk kepada Mommy, Frey?" Nada suara Victoria mulai meninggi.


"Karena dari awal mommy yang memulainya. Mommy sendiri yang memutuskan jarak itu." Frey menggeram sambil meletakkan cangkir gelas dengan kasar hingga menimbulkan suara nyaring. Victoria sampai dibuat terkejut karena suara itu.


"Apa maksudmu? Aku memutuskan jarak dengan anakku sendiri?" Mata Victoria menyalang tajam.


Mata Frey mulai berkaca-kaca. Ia menahan segala amarah yang kembali mencuat dari dalam dadanya. "Aku tidak ingin mengingat semua itu mom. Jadi, keluarlah! aku ingin istirahat." ucapnya datar tanpa memandang Victoria.


"Apa yang membuatmu semarah itu, Frey?" Victoria tidak terima. Rahangnya mengeras. "Mommy juga ingin bahagia!"

__ADS_1


Frey menatap Victoria. Ia menarik napasnya dalam-dalam sambil meremas erat tangannya. "Bahagia?" Frey tersenyum miris. "Mommy tidak pernah berubah? Satu bulan meninggalnya daddy, mommy sudah kencan dengan pria lain. Dan yang membuatku kecewa, mommy berkencan dengan sahabatku sendiri. Apakah kebahagiaan itu yang mommy cari?" Bentak Frey. Pancaran matanya menyimpan banyak kepedihan. "Selama aku hidup, aku tak pernah merasakan bagaimana rasanya bermanja-manja atau bercengkrama dengan sosok wanita yang katanya selalu memberikan kasih sayang kepada anak yang mereka cintai. Saat kepergian daddy, mommy membiarkanku terpuruk dan memilih bersenang-senang dengan lelaki yang jauh lebih muda dari mommy!" suara Frey meninggi. Rahangnya mengencang kuat menahan amarah. Air matanya jatuh membasahi pipinya.


"Kenapa kau selalu membahas itu lagi? Bukankah itu sudah lama berlalu?" Victoria mengimbangi suara Frey. Emosinya juga tersulut saat mendengar perkataan putranya itu.


Lagi-lagi Frey tersenyum miris. Hatinya begitu sakit mendengar perkataan mommy-nya itu. Setidaknya dia minta maaf. Tapi apa? dia selalu menang sendiri dan tidak pernah introspeksi diri. Hanya dengan napas yang terus berembus dan masuk lewat mulut yang terbuka, Frey menguatkan hatinya dan berucap. "Jika itu yang membuatmu bahagia. Teruskanlah seperti ini. Aku tidak akan menghalangimu. Dan aku harap mommy juga jangan pernah ikut campur mengenai kehidupanku."


DEG


Victoria mengepalkan tangannya begitu kuat. Emosinya semakin menguasai. Dadanya terbakar. Api di hatinya semakin tersulut. Ia sendiri bahkan tidak bisa memahami Frey. Sikap keras kepalanya tak bisa dibiarkan. "Apa karena itu kau menikah dan tidak mengatakan kepada mommy?"


"Untuk apa? Yang aku menikah atau tidak, itu bukan urusan mommy." ucap Frey tenang.


Mendengar kalimat itu, Victoria langsung mengayunkan tangannya, menampar pipi Frey dengan begitu keras.


PLAKKK!


Suara tamparan itu membahana. Sampai membuat pipi Frey meninggalkan ruam merah.


"Jadi wanita itu adalah istrimu? Dasar brengsek kamu!" Victoria begitu emosi dan mendorong tubuh Frey hingga terhuyung ke belakang.


Frey tersenyum kecil saat melihat perubahan wajah dari wanita yang telah melahirkannya itu. Setidaknya ia berhasil membuat wanita itu marah. Selama ini Victoria selalu tidak perduli dengan kehidupannya. "Kenapa mommy marah? Bukankah selama ini mommy tidak pernah memikirkanku? Dia adalah wanita pilihanku. Setidaknya dia wanita baik-baik."


Victoria mengembuskan napasnya begitu kasar. Ia berkacak pinggang menatap Frey dengan tajam. "Jangan harap hidupnya akan tenang di rumah ini, Frey. Aku tidak pernah merestui pernikahan kalian, Ingat itu!" Victoria memberi peringatan kepada Frey.


"Jika mommy sampai menyakiti dia. Itu artinya mommy menyakitiku juga." Ucap Frey datar tanpa ekspresi.


"Oh...Hanya karena wanita sialan itu, kau berani mengancam mommy?" Victoria tidak terima. Ia menatap tajam ke arah Frey. "Sebelum kau minta maaf, jangan harap wanita itu keluar dari gudang bawah tanah." Ucap Victoria menekan kalimatnya. Kali ini ancamannya tidak main-main. Setelah mengatakan itu, ia langsung meninggalkan Frey.


Brukkkkk!


Victoria menghempas pintu kamar cukup keras. Kejadian ini sudah sering terjadi antara mereka. Frey menarik napasnya dalam-dalam sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"Mommy, mengurungnya di gudang bawah tanah?"


BERSAMBUNG.....


^_^


Tolong dukung ya my readers tersayang. Ini Novel kesembilan aku ๐Ÿ˜


Salam sehat selalu, dari author yang cantik buat my readers yang paling cantik.


^_^.

__ADS_1


__ADS_2