Terpaksa Menikah Bos Muda Lumpuh

Terpaksa Menikah Bos Muda Lumpuh
*Episode 44


__ADS_3

"Dasar manusia tidak tahu malu. Sekarang juga kamu saya pecat!" kata Mayang dengan marah.


"Maaf buk bos. Jangan pecat saya, buk."


Lula memasang wajah kaget sekaligus sedih. Buliran bening terasa tidak bisa ia tahan lagi.


"Ngapain kamu minta maaf sama dia. Bukankah bagus kalau dia memecat kamu," kata Bastian santai.


"Bos Bastian. Cari kerja halal itu gak gampang bos muda. Saya bertahan hidup dengan kerja ini. Bagaimana nanti kedepannya jika saya di pecat?" tanya Lula dengan air mata yang mengalir deras.


"Kamu lucu ya. Bukankah perusahaan Mayang Indah itu milik bos muda kami sekarang? Jadi, ngapain kamu nangis hanya karena dia memecat mu," kata Danu.


"Mak--maksudnya? Oh ... apakah aku masih bisa tetap bekerja di Mayang Indah bos muda?" tanya Lula penuh semangat sambil menyapu air mata yang ada di pipinya.


"Aku tidak keberatan jika jabatan ku sebagai sekretaris diturunkan. Tidak masalah. Kerja apa aja aku tetap sanggup kok," kata Lula lagi.


"Dasar sampah. Kamu benar-benar manusia tidak tahu malu, ya Lula. Penjilat!" kata Mayang dengan emosi yang sangat tinggi.


"Nyonya Mayang, anda bisa keluar sekarang. Urusan kita sudah selesai sekarang. Jika kamu masih ingin bertahan di Mayang Indah, anda bisa bertahan. Tapi, jika tidak, ada bisa pergi dari sana," kata Bastian.


Mayang Lestari meninggalkan ruangan Bastian dengan sangat marah. Ia tidak bisa melakukan apa-apa selain pasrah dengan apa yang terjadi. Yang ada dalam hatinya saat ini adalah, amarah yang siap meledak. Bak gunung merapi yang sudah berada di level akhir.


Sekarang tinggal Lula, Danu dan Bastian yang masih tetap diam di ruangan tersebut. Lula yang awalnya sedih, kini kembali bersemangat saat tahu kalau dirinya masih tetap bekerja di Mayang Indah.


"Jadi, jabatan saya di ganti jadi apa, bos muda?" tanya Lula tak sabar.


"Apa kamu masih sanggup jika saya katakan apa jabatan mu di Mayang Indah sekarang?"


"Insyaallah saya sanggup bos muda. Apapun pekerjaannya, saya sanggup terima. Karena, saya punya banyak adik yang harus saya bahagiakan."

__ADS_1


"Banyak adik?" tanya Danu penasaran.


"Ya, saya punya banyak adik di panti. Setiap bulan saya punya kewajiban untuk memberikan mereka separuh dari gaji saya."


"Bagaimana jika gaji yang kamu terima tidak sepadan dengan kerja yang kamu kerjakan? Maksud saya, bagaimana jika gaji kamu lebih rendah dari gaji seorang asisten pribadi. Apakah kamu masih mengirimkan separuh gaji kamu untuk adik-adikmu di panti. Sementara, tuntutan kebutuhan sekarang sangat tinggi."


"Kalau memang begitu, apa boleh buat bos muda. Saya tetap melakukan kebiasaan saya memberikan separuh dari gaji saya buat anak panti. Saya bisa berhemat untuk bertahan hidup," kata Lula mantap.


Mendengar apa yang Lula katakan, Bastian yakin dengan keputusan yang telah ia pikirkan tadi. Dia akan mengangkat Lula menjadi manajer di perusahaan Mayang Indah.


Lula bukan hanya lembut dan punya sopan santun dalam bicara. Ia juga sangat peduli dengan orang lain. Sejauh ini, Bastian baru bisa menyimpulkan dua hal itu dari Lula. Dua hal itu mampu membuat Bastian yakin untuk mengangkat Lula sebagai manajer baru di sana.


"Siapa nama kamu?" tanya Bastian baru ingat untuk menanyakan nama.


"Nama saya Lula, bos muda."


"Semoga saja begitu, bos muda. Maaf, saya juga manusia. Pasti punya banyak salah dan silaf."


"Ya, kamu benar. Mm ... Lula. Kamu saya angkat menjadi manajer di perusahaan Mayang Indah. Apa kamu sanggup?"


"Sanggup bos muda." Lula menjawab santai.


"Apa!? Manajer?" tanya Lula kaget setelah ingat jabatan baru yang Bastian berikan.


"Iya. Kenapa kamu kaget begitu?" tanya Bastian bingung.


"Apa bos muda serius memberikan saya jabatan tinggi di Mayang Indah?"


"Ya, saya sangat serius. Mengingat sikap kamu yang sangat peduli terhadap orang lain, kamu pantas memegang jabatan ini."

__ADS_1


"Saya ... saya masih tidak yakin saya sanggup bos muda. Saya takut jika saya tidak sanggup memimpin semua bawahan saya."


"Kamu sanggup. Saya yakin. Danu juga akan membantu kamu dalam belajar memimpin perusahaan."


"Apa? Saya, bos muda?"


"Iya, kamu. Memangnya ada Danu yang lain lagi di kantor ini?"


"Gak ada sih. Tapi bos muda .... "


"Sudah. Kalo bukan kamu siapa lagi? Apa harus aku yang turun tangan di semua perusahaan?"


Pada akhirnya, Danu terpaksa menerima apa yang Bastian katakan. Ia menjadi bos baru di perusahaan Mayang Indah. Menggantikan Mayang Lestari sebagai bos di sana.


"Terima kasih banyak atas kepercayaan yang bos muda berikan pada saya. Sebisa mungkin, saya akan jalankan amanah ini dengan baik," kata Lula sambil bersalaman dengan Bastian.


"Ya, selamat bekerjasama. Saya akan suruh Danu mengumumkan soal pengalihan perusahaan nanti, sekaligus mengumumkan jabatan kamu yang baru."


"Baik bos muda. Saya permisi dulu."


"Ya."


Lula pun meninggalkan ruangan Bastian. Ia akan kembali ke Mayang Indah, bukan sebagai asisten, tapi dengan jabatan baru, yaitu, sebagai manajer di perusahaan itu.


"Cari tahu tentang Lula," kata Bastian setelah kepergian Lula dari ruangannya.


"Baik bos muda," kata Danu tanpa banyak tanya.


Sudah menjadi kebiasaan Danu untuk mencari tahu setiap orang yang baru Bastian kenal. Karena Bastian adalah orang yang selalu waspada dan tingkat kehati-hatiannya sangat tinggi. Ia takut kalau salah melangkah. Makanya, dia akan mencari tahu latar belakang setiap orang yang baru ia kenal.

__ADS_1


__ADS_2