Terpaksa Menikah Bos Muda Lumpuh

Terpaksa Menikah Bos Muda Lumpuh
*Episode 86


__ADS_3

Papa dan mama juga dua pelayan itu bergegas masuk ke kamar Lisa. Di sana, mereka menemukan Lisa sedang duduk ketakutan di atas meja rias sambil membenamkan wajahnya pada kedua lutut. Seluruh tubuhnya bergetar hebat.


"Ada apa nona Lisa?" tanya penjaga tersebut.


"Ada apa ini?" tanya papa dengan nada kaget.


Lisa tidak menjawab. Hanya isak tangis yang terdengar dari Lisa yang terus saja menyembunyikan wajahnya.


Saat penjaga itu berjalan maju, mereka menemukan seekor ular yang sedang berjalan pelan di lantai. Kedua penjaga itu kaget bukan kepalang.


"Ada ular!" teriak salah satu dari mereka.


"Apa! Ular?" tanya papa tak percaya.


"Tidak mungkin," ucap mama juga merasa tak percaya.


Salah satu penjaga menangkap hewan itu dengan cepat. Lalu melihat ular itu dengan seksama.


"Untungnya ular ini bukan ular berbisa," kata penjaga itu pada papa.


"Dari mana datang hewan ini? Kenapa bisa masuk ke mansion kita?"


"Kami juga tidak tau bos besar."


"Ih, cepat bawa mereka pergi dari sini," kata mama dengan takut.


"Baik nyonya besar. Kami permisi," kata penjaga.


Kedua penjaga itu meninggalkan kamar Lisa. Sedangkan Lisa masih diam ketakutan di atas meja rias dengan tubuh gemetaran. Papa mengisyaratkan pada mama untuk menghampiri gadis itu. Awalnya, mama merasa malas, tapi ia juga masih punya rasa kasihan.


"Lisa. Sudah, hewan itu sudah tidak ada lagi, kamu aman sekarang," kata mama sambil menepuk pelan bahu Lisa.


"Tante." Lisa langsung menghambur ke pelukan Merlin.


"Sudah-sudah, ayo turun. Kamu aman sekarang," kata mama.


"Aku takut tante, dia datang menghampiri aku," kata Lisa sambil menangis dan memeluk Merlin dengan sangat erat.


"Ular itu tidak ada lagi. Kamu tidak perlu takut. Penjaga sudah membawanya pergi," kata papa pula.


Lampu menyala. Teknisi sudah berhasil menemukan kerusakan dan penyebab matinya Listrik di mansion ini. Semua merasa bersyukur karena mereka sudah terbebas dari kegelapan.


Papa dan mama ingin kembali ke kamar mereka karena mereka sudah berhasil membuat Lisa tenang. Sedangkan Chacha, ia juga sudah merasa tenang karena lampu di kamar mereka sudah kembali menyala.

__ADS_1


Karena listrik sudah hidup kembali, otomatis semua yang menggunakan listrik juga ikut menyala. Tanpa terkecuali televisi yang Chacha tonton tadinya. Ia beranjak dari samping Bastian.


"Kamu mau ke mana?" tanya Bastian saat melihat Chacha bergerak dari sampingnya.


"Aku akan mematikan televisi."


"Oh. Habis itu langsung tidur ya," kata Bastian sambil tersenyum.


"Kalau aku tidak mau?"


"Ya kamu akan aku paksa untuk tidur."


"Caranya?" tanya Chacha sambil turun dari ranjang tanpa melihat apa yang ada di lantai itu.


Saat kaki Chacha turun, ia menginjak badan dari ular tersebut. Karena merasa dapat ancaman, ular berbisa itu langsung mematuk kaki Chacha dengan cepat.


"Aduh." Chacha mengerang kesakitan sambil mengangkat kakinya dan melihat apa yang telah membuat ia merasa sakit.


"Ada apa sayang?" tanya Bastian kaget dengan rintihan Chacha barusan.


"Aaaaa ... ular," kata Chacha dengan sangat kaget sambil meloncat ke atas ranjang.


"Apa! Ular!" Bastian kaget bukan kepalang. Ia melepaskan laptopnya lalu melihat kaki Chacha.


Ia segera mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk mengikat kaki Chacha. Namun tidak ada sesuatu yang bisa ia temukan. Dalam kepanikan, ia tidak berpikir panjang lagi. Bastian langsung melepaskan ikat pinggang yang ia pakai. Dengan cepat, ia mengikat kaki Chacha dengan ikat pinggang tersebut.


Mansion kembali riuh dengan teriakan Bastian barusan. Para penjaga yang awalnya merasa lega, kini berhamburan menuju kamar Bastian. Mama dan papa yang seharusnya sudah beristirahat dengan nyaman, kini harus kembali kaget dan bergegas meninggalkan kamar mereka.


"Auh sakit." Chacha merintih karena racun ular itu mulai menjalar sekarang.


"Sabar sayang."


"Penjaga cepat!" kata Bastian tidak sabar lagi.


"Ada apa bos muda?" tanya penjaga.


"Ada apa sih Bastian?" tanya papa.


"Ke mana saja kalian? Mengapa lama sekali baru datang. Istriku di patok ular. Cepat bawa ke rumah sakit!" kata Bastian dengan nada yang masih sangat panik sambil terus memegang tangan Chacha.


"Apa! Chacha di patok ular?" tanya mama kaget.


"Kok bisa?"

__ADS_1


Penjaga tanpa menunggu lama lagi, langsung menggendong Chacha dengan cepat. Bastian tidak peduli lagi dengan kakinya yang masih belum boleh ia gunakan terlalu lama. Ia meninggalkan kursi rodanya untuk mengikuti penjaga yang membawa Chacha dengan cepat.


"Bas." Mama berusaha memanggil Bastian untuk mengingatkan, namun Bastian tidak bisa di panggil lagi. Ia dengan cepat meninggalkan mama dan papa yang masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi di mansion mereka.


"Ular ini ular berbisa," kata penjaga yang baru saja meneliti ular yang ia tangkap di kamar Bastian.


"Apa! Ya Tuhan. Bagaimana jika Chacha kenapa-napa?" tanya mama sangat cemas.


"Ada sesuatu yang tidak beres. Cepat kumpulkan semua pekerja yang bekerja di mansion ini," kata papa pada penjaga.


"Baik bos besar." Penjaga itu meninggalkan papa dan mama untuk menjalankan tugas yang papa berikan.


Semua pekerja di kumpulkan di ruang tamu. Wajah panik terlihat sangat jelas pada semua pekerja. Mereka sangat takut, karena mereka tidak pernah di kumpulkan seperti ini sebelumnya.


Sementara itu, Lisa tertawa penuh kemenangan di kamarnya. Ia tidak menyangka kalau rencananya berjalan dengan sangat mulus. Ular itu bukan hanya menakut-nakuti Chacha. Ular itu malahan mematoki Chacha sampai harus di larikan ke rumah sakit.


"Huh, sungguh keberuntungan selalu berpihak padaku. Niat mau mengerjai, malah dapat yang lebih besar. Semoga saja kamu tidak terselamatkan lagi. Tamat sekalian kan lebih bagus," kata Lisa sambil tersenyum bahagia.


"Makanya, jangan coba-coba bermain-main dengan Lisa. Kamu tidak tahu bagaimana mana hebatnya Lisa dalam permainan. Jika tidak mampu melawan dengan cara ringan, maka aku akan gunakan cara berat sampai bisa menyingkirkan nyawa seperti yang aku lakukan barusan," kata Lisa lagi.


"Huh. Lisa di lawan." Lisa tersenyum lagi.


Setelah puas menertawai apa yang terjadi, Lisa turun dengan wajah yang panik. Ia memperlihatkan pada semua kalau dia juga ikut merasakan apa yang mereka rasakan.


"Ada apa tante? Apa yang sudah terjadi?" tanya Lisa saat melihat begitu banyak orang di ruang tamu.


"Chacha di patok ular. Semua ini harus di selidiki apa penyebab ular bisa masuk ke dalam mansion ini."


"Apa! Kak Chacha di patok ular?" tanya Lisa pura-pura panik.


"Ya." Mama menjawab singkat.


"Sekarang, di mana mereka? Lisa tertidur setelah kejadian tadi. Karena Lisa sangat takut. Jadi, Lisa tidak dengar keributan berikutnya. Lisa baru sadar setelah seseorang mengetuk pintu kamar Lisa. Ya Tuhan, semoga kak Chacha baik-baik saja," kata Lisa dengan wajah prihatin.


Papa datang dari ruang kerjanya sambil membawa sebuah map. Ia membuka map itu, lalu menghitung semua yang ada di sana.


"Ada beberapa dari kalian yang tidak ikut berkumpul. Ke mana mereka?" tanya papa.


"Dua pelayan sedang izin pulang kampung, Pa. Sedangkan dua penjaga ikut Bastian ke rumah sakit," kata mama menjawab pertanyaan papa.


"Oh. Papa menghitung kembali jumlah para pekerja yang bekerja di mansion mereka.


"Satu lagi, Ma. Kita kekurangan satu pelayan lagi," kata papa sambil melihat para pekerja yang ada di depannya.

__ADS_1


"Satu lagi? Siapa dia? Seingat mama, yang izin sama mama cuma dua orang," kata mama sambil mengingat-ingat.


"Semuanya, apa kalian ingat siapa pelayan yang tidak hadir di sini?" tanya mama pada semua pekerjanya.


__ADS_2