Terpaksa Menikah Bos Muda Lumpuh

Terpaksa Menikah Bos Muda Lumpuh
*Episode 98


__ADS_3

Melihat mobil Bastian memasuki area kantor, Lisa yang sedang menyapu di di halaman segera menghentikan pekerjaannya. Ia berjalan menghampiri Bastian yang baru saja keluar dari mobilnya.


"Selamat pagi, Bastian. Kamu udah sarapan belum?" tanya Lisa dengan senyum manis juga nada bicara yang sangat manja.


"Danu, jelaskan pada karyawan baru ini, apa peraturan kantor kita!"


"Baik bos muda."


"Bastian," kata Lisa berusaha menghentikan langkah Bastian yang ingin meninggalkan dia.


"Eitc, tunggu! Siapa yang mengizinkan kamu mengejar bos muda?" tanya Danu sambil menahan tangan Lisa.


"Siapa sih kamu! Lepaskan gak! Atau .... "


"Atau apa?" tanya Danu memotong perkataan Lisa.


"Atau aku akan bikin hidupmu susah!" Lisa bicara dengan nada tinggi.


"Aduh, aku takut. Bos muda tolong aku," kata Danu dengan nada mengejek.


"Lepaskan!" Lisa membentak Danu dengan keras sambil berusaha melepaskan tangannya.


"Aku akan melepaskan tanganmu setelah aku bicara pada, nona Lisa."


"Siapa kamu ingin bicara dengan aku? Sudah, lepaskan aku sekarang karena aku ingin bicara dengan Bastian."


"Kamu jangan kurang ajar, ya. Seenaknya memanggil bos muda dengan sebutan nama. Kamu pikir kamu siapa? Sekali kamu panggil bos muda dengan sebutan nama, maka kamu akan di kenakan denda. Denda itu akan di potong dari gaji kamu nanti saat gajian."


"Apa! Peraturan macam apa itu?" tanya Lisa tidak percaya dengan apa yang Danu katakan.


"Peraturan di kantor pusat Hutama grup."


"Gila. Peraturan itu tidak berlaku untuk aku. Sekarang, lepaskan tanganku atau kamu akan terima akibatnya nanti."


"Ish-ish-ish, kamu karyawan baru terlalu lucu. Semua peraturan itu harus kamu taati jika kamu masih ingin bekerja di kantor ini."


"Hei! Dengar ya, aku sebenarnya tidak memerlukan pekerjaan ini jika bukan karena Bastian. Najis sekali aku bekerja sebagai petugas kebersihan yang menjijikan ini. Sebaiknya kamu lepaskan aku jika kamu tidak ingin berada dalam masalah. Kamu tidak tahu siapa aku, bukan?"

__ADS_1


"Aku tahu siapa kamu. Kamu adalah petugas kebersihan yang sok-sokan. Kamu pikir kamu kerja di sini bisa seenak hatimu saja. Tidak. Kerja di kantor Hutama grup harus ikut peraturan Hutama grup. Jadi jangan songgong."


"Kamu ngomong apa barusan?"


"Minarti." Danu memanggil karyawati yang berbadan tinggi juga sedikit gemuk. Yang kemarin telah mengerjai Lisa habis-habisan.


"Ya, pak Danu. Ada apa?" tanya Minarti dengan hormat.


"Ini karyawan baru sepertinya agak kurang kerjaan. Kamu berikan dia kerjaan biar di tidak keluyuran."


"Apa kamu bilang!" Lisa benar-benar kesal.


"Baik pak Danu. Saya akan jaga semua anggota saya dengan baik. Saya akan pastikan tidak ada anggota yang akan bermalas-malasan lagi."


"Bagus. Satu lagi, tolong ajari dia tentang sopan santun. Biar dia tidak kurang ajar lagi nantinya."


"Kamu!"


"Baik pak Danu."


"Minarti, aku serahkan semua padamu. Aku pamit dulu," kata Danu segera meninggalkan Lisa dan Minarti setelah berucap.


"Kamu mau apa?" tanya Lisa kaget ketika Minarti memegang lengannya.


"Ayo ikut!"


"Tidak. Aku tidak mau. Lepaskan aku! Jangan paksa aku," kata Lisa berontak.


"Jangan paksa aku berbuat semakin kasar padaku. Kamu karyawan baru yang harus aku disiplinkan dengan baik. Jika tidak, kamu akan bikin namaku jadi jelek."


"Apa hubungannya kamu dengan aku? Kita tidak ada hubungan. Jadi jangan ikut campur setiap urusan aku."


Minarti tidak menjawab. Mereka sampai di depan kamar mandi milik karyawan petugas kebersihan.


"Ngapain kamu bawa aku ke sini? Lepaskan! Aku tidak ingin ke sini," kata Lisa berontak sekuat yang ia bisa.


"Ada apa lagi dengan dia, mbak? Bikin masalah lagi?" tanya salah satu karyawan yang sedang keluar dari kamar mandi tersebut.

__ADS_1


"Ya. Dia selalu bikin masalah. Aku akan mendisiplinkan dia sekarang. Biar dia jadi lebih baik," kata Minarti sambil menarik Lisa masuk ke dalam.


"Semoga berhasil, mbak Minar," kata Karyawan itu sambil meninggalkan Minarti dan Lisa.


"Ih, apa-apaan sih kamu. Lepaskan aku. Aku gak suka tempat bau dan jorok ini."


"Kamu tidak boleh keluar sebelum membersihkan kedua kamar mandi ini. Jika kamu tidak mau mengerjakannya, maka kamu akan aku kunci di dalam kamar mandi ini sampai waktu pulang."


"Apa! Kamu gila, ya! Enak saja nyuruh-nyuruh aku membersihkan tempat menjijikan ini. Tidak! Aku tidak mau," kata Lisa sambil berusaha kabur.


"Eitc, mau kabur ke mana kamu?" tanya Minarti dengan mudah menangkap Lisa lalu mendorong Lisa masuk ke dalam kamar mandi tersebut.


"Auh." Lisa mengeluh kesakitan karena badannya menabrak tembok kamar mandi. Meskipun pelan, namun dia masih bisa merasakan sakit akibat benturan itu.


"Hei! Jangan macam-macam kamu. Lepaskan aku," kata Lisa sambil merebut pintu namun ia kalah cepat dari Minarti yang sudah duluan menutup pintu tersebut.


"Bersihkan kamar mandi atau kamu akan terkurung di dalamnya selama berjam-jam, sampai semua karyawan pulang."


"Dasar gila kamu! Lepaskan aku!" Lisa berteriak sambil memukul pintu kamar mandi yang sudah pasti tidak akan terbuka jika tidak ada yang membukanya dari luar.


Tidak ada jawaban dari Minarti. Lisa bisa menyimpulkan kalau saat ini Minarti sudah tidak ada lagi di depan pintu kamar mandi. Ia pasti sudah pergi meninggalkan tempat ini.


Lisa merasa tidak punya pilihan lain selain mengikuti apa yang Minarti katakan. Dengan berat hati, dia mengambil alat pembersih yang Minarti lemparkan tadi.


"Uek. Dasar sialan, ini bukanlah yang aku harapkan. Aku yang berharap bisa selalu dekat dengan Bastian dengan bekerja di kantor ini, malah dapat penyiksaan dari karyawan-karyawannya yang benar-benar kurang ajar itu. Lihat saja apa yang bisa aku lakukan pada kalian nanti. Tunggu saja pembalasanku," kata Lisa dengan sangat geram. Ia menggenggam erat alat pembersih yang ada di tangannya.


Sementara itu, Danu masuk ke ruangan Bastian.


"Bagaimana Danu? Apa kamu sudah kerjakan dengan baik apa yang aku perintahkan?" tanya Bastian sambil menghentikan pekerjaannya.


"Sudah beres, bos muda. Saya bisa pastikan, perempuan itu pasti sedang berada dalam masalah. Karena saya yakin, Minarti pasti sedang mengerjai dia habis-habisan."


"Bagus. Aku akan pastikan dia benar-benar tersiksa jika berurusan dengan aku. Aku akan buat dia menyesal telah berhadapan dengan aku. Biar dia pergi dengan sendirinya dari hidupku karena merasa tidak kuat lagi untuk bertahan."


"Apa rencana bos muda selanjutnya? Katakan apa yang perlu saya kerjakan," kata Danu antusias.


"Tidak ada untuk saat ini. Karena aku sudah mengatur semuanya dengan baik. Dia tidak akan pernah merasakan ketenangan hidup selama masih berurusan dengan aku," kata Bastian sambil tersenyum memikirkan apa yang akan terjadi pada Lisa selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2