Terpaksa Menikah Bos Muda Lumpuh

Terpaksa Menikah Bos Muda Lumpuh
*Episode 46


__ADS_3

Danu yang melihat Bastian senyum sendiri sambil melihat ponselnya, ikut tersenyum.


"Tumben bos muda senyum-senyum sendiri. Ada yang membuat bos muda bahagia kah?"


"Jangan banyak tanya. Lakukan saja tugasmu dengan benar."


"Cie ... yang lagi berbunga-bunga," kata Danu menggoda.


"Danu, aku rasa, perusahaan di pelosok membutuhkan manajer baru. Kayaknya, kamu cocok menjabat sebagai manajer baru di sana."


"Saya permisi dulu bos muda. Ada kerjaan yang harus saya selesaikan," kata Danu sambil beranjak dari tempatnya.


Danu tahu apa maksud dari perkataan Bastian barusan. Bastian sedang marah dengan Danu yang ikut campur urusannya. Sebenarnya, bukan benar-benar marah. Hanya sebatas kesal dan bercanda saja. Danu juga tahu hal itu.


Sebelum ia benar-benar pergi, Danu sempat-sempatnya menggoda Bastian sekali lagi.


"Katakan jika bos muda suka. Jangan di pendam dalam hati aja. Kalo di diamkan, tidak. akan tahu." Danu pun bergegas meninggalkan ruangan Bastian.


"Dasar kamu," kata Bastian yang hanya bisa melihat Danu meninggalkannya setelah menggodanya lagi.


____


Pukk ....


Keke menghempaskan bokongnya ke sofa. Raut kesal tergambar dengan jelas di wajahnya. Sarah yang duduk di sofa itu pun merasa aneh dengan kedatangan Keke yang datang-datang membawa wajah kesal.


"Ada apa sih, Ke? Kok kelihatanya kesal gitu?"


"Bukan kesal lagi, aku itu sangat amat kesal sekarang. Mama tahu gak? .... "


"Ya mana mama tahu. Kamu aja belum ngomong sama mama."


"Ya ini aku mau ngomong, Ma. Jangan dipotong dulu dong."


"Iya-iya, mama minta maaf. Gimana hasilnya?"

__ADS_1


"Gagal. Bastian nolak aku mentah-mentah."


"Pantas wajah kamu kusut gitu," kata Sarah santai.


"Mama kok bisa santai banget saat tahu aku gagal. Mama tahu gak, aku kesal setengah mati? Mama santai aja tahu aku gagal."


"Ya terus, mama harus apa? Harus ikut kesal kayak kamu gitu? Nggak deh ya. Orang mama udah nebak, kalo kamu pasti gagal."


"Mama ini gimana sih?" tanya Keke semakin kesal.


"Ke, mama itu sudah bisa nebak gimana sifat Bastian. Kamu udah nolak dia, mana mau lagi dia sama kamu."


"Bukan hanya itu yang bikin aku kesal, Ma. Mama tahu gak, Bastian bilang apa?"


"Apa?" tanya Sarah.


"Dia bilang, kalau bukan karena Chacha, dia gak akan mau bekerjasama lagi dengan perusahaan kita."


"Apa!? Benarkah dia ngomong gitu?"


Sarah begitu kesal saat mendengarkan apa yang Keke katakan barusan. Ia sampai bangun dari duduknya.


"Jadi, dia benar-benar menganggap kutu busuk itu penting bagi dia? Gitu?"


"Kayaknya sih, si Bastian itu sudah mulai jatuh cinta pada anak terbuang itu, Ma."


"Gak, kita gak bisa biarkan anak terbuang itu bahagia. Tidak bisa," kata Sarah sambil mengepalkan tangannya.


"Lagi pula, aku gak sudi di bilang hidup bahagia karena dia, Ma," kata Keke.


"Siapa yang sudi sih? Mama juga gak sudi kalo di bilang hidup enak karena dia. Nanti, kutu busuk itu besar kepala lagi."


"Kita harus beri dia pelajaran, Ma. Buat dia bangun dari tidurnya. Buat dia dasar, mimpi indahnya telah berakhir," kata Keke sambil tersenyum licik.


"Ya, mama setuju. Mama tidak rela kalo dia bahagia. Enak aja dia bahagia. Hidup senang dan damai, jadi ratu di sana."

__ADS_1


"Ya Ma. Dia gak boleh jadi ratu. Dia itu pembantu, mana boleh berubah jadi majikan."


"Ya, tapi gimana caranya biar kita bisa ngasi dia pelajaran? Mama gak punya ide sama sekali," kata Sarah tiba-tiba bingung.


"Aku juga gak punya ide, Ma."


"Ya sudah kalo gitu, bantuin mama mikir sekarang. Ide apa yang paling bagus buat ngerjain dia."


"Gimana kalo kita bayar orang aja, Ma?"


"Bayar orang gimana maksud kamu?" tanya Sarah semakin bingung.


"Kita bayar orang buat nyakitin kutu busuk itu."


"Jangan. Kamu gila ya. Kalo kamu bayar orang, terus suruh orang itu nyakitin dia. Yang ada, kita yang disakitin. Kamu lupa siapa suaminya? Suaminya punya banyak uang, lupa?"


"Ya terus gimana? Aku gak punya ide lagi. Apa kita cari waktu yang tepat, terus tabrak aja biar mati sekalian."


"Jangan mama bilang. Kamu itu gak paham, ya? Mama itu maunya, kita pakai cara cantik. Gak melibatkan siapa-siapa selain kita berdua."


Mereka sama-sama terdiam. Berpikir untuk mencari cara agar bisa menyakiti Chacha dengan cara yang licik, halus, dan tidak melibatkan banyak orang selain mereka berdua.


Beberapa saat lamanya mereka sama-sama terdiam dengan pikiran masing-masing. Akhirnya, Sarah tersenyum manis saat sebuah ide melintas di benaknya.


"Mama punya ide cantik," kata Sarah sambil tersenyum.


"Apa?" tanya Keke tak sabar lagi.


"Sini."


Sarah membisikkan sebuah ide di telinga Keke. Terlihat Keke tersenyum licik sambil mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju.


"Gimana?" tanya Sarah setelah selesai membisikkan sesuatu ke telinga Keke.


"Ide mama sangat bagus. Benar-benar top," kata Keke sambil mengacungkan jari jempolnya.

__ADS_1


"Mama gitu," ucap Sarah sambil tersenyum manis.


__ADS_2