Terpaksa Menikahi Gadis Cacat

Terpaksa Menikahi Gadis Cacat
Masalalu Alby


__ADS_3

Aku tak peduli kau tak mencintaiku, aku akan menunggu sayang, aku rela meski harus menunggumu hingga bertahun-tahun, asalkan kau ada bersamaku."


"Maukah kau menemaniku?"


Putri mengangguk, dan kembali memeluk tubuh tegap dihadapannya.


*******


Sementara ditempat lain Alby yang baru saja pulang memancing bersama sang ayah, bergegas membersihkan diri dan menemui sang mama yang tengah berada di ruang keluarga.


"Ma?" Alby menatap Maura dengan kening berkerut.


"Mama nangis?" tanya Alby saat menyadari kedua mata sang mama memerah dan hampir bengkak.


Maura mengelap sisa bulir bening di sudut matanya, lalu pandangannya tertuju pada putra pertamanya itu.


"Al, bisakah kamu mencari gadis lain dan melupakan Putri, Putri istri dari adikmu Al."


"Hah, kenapa?" Alby mendekati sang mama dengan raut wajah yang terlihat tegang.


"Kenapa mama berbicara seperti ini, bukankah mama setuju jika aku yang bersama Putri, ada apa ini kenapa mama berubah pikiran, apa yang membuat mama jadi seperti ini Ma?" lanjut Alby seraya menggenggam tangan sang mama.


"Ben mencintai Putri."


Alby tertawa sumbang, "Nggak mungkin ma! itu pasti cuma akal-akalan Ben aja, dia mau balas dendam sama aku ma!"


"Ayolah Al, mengalah lah sekali ini saja, biarkan adikmu bersama Putri."


"Tapi mereka tidak saling mencintai ma, Ben memanfaatkan Putri untuk balas dendam padaku ma!"


"Atas dasar apa dia balas dendam padamu, berikan mama alasan yang jelas Al, mama ingin tahu!"


Deg!


Alby tampak memucat, menelan ludahnya susah payah, bingung harus mengatakan apa, tidak mungkin ia mengatakan bahwa Ben memanfaatkan Putri untuk membalas dirinya yang telah meniduri calon tunangannya waktu itu.


"Kamu tidak mau memberi tahu mama alasannya Al,?"


"Ma, aku kan sudah bilang bahwa Ben dendam karena dia salah paham, mengira aku dan Sandra ada hubungan."


"Kamu bohong bukan?"


Deg!


"Ma?"


"Mama yakin bukan hanya itu alasannya, seseorang tidak akan mungkin meninggalkan kekasihnya begitu saja tanpa alasan yang jelas, mama tahu betul Al, saat itu Ben sangat mencintai Sandra, bahkan dia sampai berani menentang mama."


"Ma_"

__ADS_1


Maura beranjak dari sofa dengan wajah lurus kedepan menatap Alby dengan penuh rasa kecewa.


"Jawab mama dengan jujur Al, apa yang kamu lakukan dengan Sandra waktu itu?"


"Ma_"


"Kamu menidurinya bukan?"


Deg!


"Mama kecewa sama kamu Al, dan untuk itu hari ini mama sudah memutuskan untuk membiarkan Putri tetap bersama Ben, karena mama rasa Ben lah yang paling berhak mendapatkan Putri."


"Lalu bagaimana denganku ma, mama tidak peduli dengan perasaanku?" suara Alby naik satu oktaf.


"Al, cukup! kamu tahu selama ini mama selalu mempedulikan perasaan kamu, mengutamakan kamu, dibanding siapapun, sampai mama lupa kalau mama memiliki anak yang lain selain kamu."


"Ma?"


"Mama sudah terlalu mengabaikan mereka demi kamu, mama sudah menjadi ibu yang egois, maafkan mama Al, jika hal ini menyakiti kamu." lanjut Maura yang kemudian melangkah kan kaki meninggalkan Alby yang mematung di tempatnya.


********


Alby Berdiri di depan jendela kamarnya menatap keluar, matanya menerawang jauh menembus batas.


Tiba-tiba ingatannya kembali pada saat pertama kali ia bertemu dengan sosok Putri, seorang gadis yang hingga saat ini masih mengisi hatinya.


Pertemuan pertama yang terkesan kurang baik, karena saat itu ia tidak sengaja membuat seragam sekolah yang dikenakan Putri kotor akibat terkena cipratan air yang disebabkan oleh dirinya.


Siang itu Alby meminta izin sang papa untuk pulang setengah hari dari kantornya dengan alasan kurang enak badan, perjalanan pulang yang bertepatan saat anak-anak sekolah keluar.


membuat Alby mengotori salah satu seragam seorang murid SMA yang tengah berdiri dipinggir jalan menunggu si penjemput.


Craaakkkk..!!!


Alby menerjang genangan air tanpa sempat ia hindari, sedikit bengong saat menurunkan kaca mobil ketika melihat gadis SMA yang tengah mengerucutkan bibirnya sembari menatap tajam kearahnya.


"Sorry, saya nggak lihat ada genangan air tadi." Alby keluar dari mobil, mengulurkan sapu tangan yang di ambil dari dalam saku jasnya.


Putri mendengus mendengar alasan Alby, lalu bergegas meninggalkan laki-laki itu dengan perasaan kesal, sementara Alby terbengong-bengong.


Setelah punggung itu menjauh, Alby tersentak dari lamunannya, bibirnya melengkung menyunggingkan senyuman tipis.


"Menarik!" gumamnya.


Dihari berikutnya Alby sengaja tidak masuk kantor hanya untuk menunggu Putri didepan sekolahnya, karena bagi Alby ini adalah kesempatan agar ia bisa bertemu lagi dengan gadis itu, dan ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.


Tepat saat bel sekolah berbunyi, murid SMA Pelita berhamburan keluar kelas, sedangkan Alby berlari menuju gerbang menunggu gadisnya keluar.


Alby memperhatikan satu persatu wajah gadis berseragam SMA yang melewatinya, hingga tatapannya bertemu pada sosok gadis yang tengah dicarinya.

__ADS_1


"Hei cantik, kenapa terburu-buru?" Alby mencekal tangan Putri yang hendak menghindarinya.


"Saya sibuk!" ketus Putri, sembari menepis tangannya.


"Biar saya antar."


"Nggak perlu!"


Sok kenal banget, gerutunya dalam hati.


"Hei, apa kau memang seketus ini?"


"Masalah buat anda?"


"Oh tentu saja_"


"Yasudah kalau begitu anda tidak perlu menemui saya lagi, saya tidak menuntut apa-apa, dan soal kejadian kemarin sudah saya maafkan, lupakanlah!" potong Putri.


Alby menghela nafasnya, "bisakah kita berteman dengan baik nona, perkenalkan namaku Alby." ucapnya seraya mengulurkan tangan.


Semuanya berawal dari pertemanan bukan? batin Alby.


"Saya sibuk!" setelah mengucapkan hal tersebut Putri bergegas meninggalkannya, mencegat Taxi sebagai tumpangannya untuk pulang.


Tanpa ia sadari Alby mengikutinya dibelakang.


Dibelakang kemudinya Alby menyunggingkan senyum, jika gagal berkenalan setidaknya ia sudah tahu rumah gadis tersebut.


Hari berikutnya Alby mendatangi rumah Putri, yang mendapat respon yang sama dari gadis itu, tidak mau diganggu, dan tidak mau menemuinya, apalagi untuk berkenalan.


Namun Alby tak menyerah sampai disitu, ia terus mencobanya dengan berbagai cara, karena bukan Alby namanya jika tak bisa mendapatkan yang diinginkannya.


Suatu hari saat Putri pulang dari rumah temannya, dengan tiba-tiba motor matic yang dikendarainya mogok di tengah jalan, dan di waktu yang sama Alby datang untuk menawarkan bantuan.


"Kenapa motornya?" tanya Alby basa-basi.


Putri menggigit bibir bawahnya, tak ingin bertemu dengan Alby, namun saat ini ia benar-benar membutuhkan bantuannya.


"Itu, euhmz_"


"Coba ku periksa." tanpa menunggu persetujuan dari pemiliknya, Alby segera mengecek keadaan motornya.


Setelah mengutak-atik motornya beberapa kali, Alby menoleh kearah Putri yang terlihat cemas.


"Aku tidak ahli dalam mengurus mesin, biar ku telpon pegawai bengkel milik kenalanku, untuk memperbaiki motormu."


"Tapi_"


"Tidak usah khawatir, mereka akan mengantarkannya setelah selesai di perbaiki, percayalah padaku aku tidak akan mengambil motormu." lanjut Alby dengan kekehan kecil.

__ADS_1


.


.


__ADS_2