
"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya Ben dengan raut wajah yang terlihat sangat khawatir, saat Dokter baru saja selesai memeriksa keadaannya.
Sementara sang Dokter tersenyum ramah, melangkah menuju sofa, mengambil selembar kertas dan menuliskan resep obat yang harus Ben tebus di Apotik.
"Istri anda hanya kelelahan, pusing yang di barengi mual itu memang sudah umum terjadi pada hampir semua ibu hamil di trimester pertama."
Deg!
Ben menegang, dengan kedua bola mata yang melebar, ibu hamil? batinnya.
"M-maksud Dokter, istri_ istri saya hamil?" tanyanya masih dengan perasaan tak percaya.
"Iya betul pak, istri anda sedang hamil, untuk memastikan keakuratannya, coba nanti di tes memakai alat test kehamilan, atau periksa langsung ke Dokter kandungan ya!"
"Kalau begitu saya permisi." lanjut sang Dokter yang tidak mendapat respon apapun dari Ben.
Beberapa detik kemudian Ben mengerjap, mengembalikan kesadarannya yang sempat melanglang buana, berlari kecil menyambar kunci mobil yang belum lama ia letakkan.
Keluar dengan langkah yang sangat tergesa-gesa, dengan menggenggam kertas yang berisi resep yang diberikan oleh Dokter Fahri tadi, memasuki mobil, kemudian bergegas melajukannya menuju Apotik.
"Ck!" Ben berdecak dalam hati, tentu merutuki kebodohannya sendiri, yang pergi begitu saja tanpa berpamitan pada Putri terlebih dahulu.
"Sial!" umpatnya, seraya memukul setir, saat kendaraan beroda empat miliknya terpaksa harus di hentikan, saat kemacetan mulai terjadi.
Mencoba menyalakan klakson berulang kali, berharap keadaan cepat berubah, dan mobilnya bisa secepatnya kembali bergerak.
__ADS_1
"Di depan ada kecelakaan bang, kemungkinan macetnya lumayan lama!" teriak seseorang yang mengendarai mobil silver yang berada tepat di depan mobil Ben.
Tidak menjawab, cukup menganggukan kepala, tanda bahwa ia mengerti apa yang di sampaikan orang tersebut, menyandarkan tubuh ke sandaran jok mobil, mengusap wajah dengan kedua telapak tangan, hingga menghela nafas dan membuangnya dengan kasar.
Sungguh ia benar-benar terjebak dengan keadaan ini.
Menyembulkan kepala ke kaca mobil sedikit penasaran dengan apa yang terjadi di sana, tangannya bergerak membuka seatbelt dan segera turun dari mobilnya.
"Pak, mau kesana?" tanyanya pada seorang laki-laki paruh baya yang hendak turun dari mobil yang berada di sampingnya.
"Eh iya, penasaran saya!"
"Memangnya parah pak kecelakaannya?"
"Kata teman saya sih parah, kebetulan dia ada di dekat lokasi." jawab laki-laki tersebut seraya melangkah lebar-lebar melewati jejeran mobil yang mengular.
*
*
Tabrakan mobil beruntun yang memakan korban hingga 17 orang dengan jumlah 9 mobil itu membuat jalanan tersebut macet total, karena selain korban yang terpental keluar, ada beberapa mobil yang rusak memenuhi jalan.
dan kebanyakan korbannya adalah seorang laki-laki.
Ben ikut melihat beberapa korban yang mulai dimasukan satu persatu kedalam mobil ambulance yang baru saja tiba dilokasi.
__ADS_1
"Masih ada dua korban lagi disana, dan kemungkinan keadaannya lebih buruk di banding korban yang lainnya." ujar seorang bapak-bapak yang terlihat panik.
Dan di menit berikutnya beberapa orang berhamburan kearah mobil yang ditunjukan bapak-bapak tersebut.
Beberapa dari mereka tampak syok, ada yang menunduk tak sanggup melihat, ada pun yang merapalkan doa-doa agar korban kecelakaan yang terlihat mengenaskan itu di berikan kekuatan serta dapat tertolong.
Sementara beberapa orang lainnya termasuk para petugas medis yang di temani pihak keamanan dan polisi, bergegas mengangkat tubuh berlumur cairan merah itu kedalam ambulance berikutnya.
*
*
Deg!
Ben mematung di tempatnya, dengan nafas tercekat, serta jantung yang berdetak lebih cepat, saat dua orang korban kecelakaan yang sangat ia kenal itu terlihat jelas di depan matanya.
Bergumam lirih, yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri, mengejar langkah sang sopir ambulance yang tengah memegang kemudi hendak melajukannya.
"Tunggu pak, boleh saya tahu korban akan di bawa ke Rumah sakit mana?"
"Rumah sakit Harapan mas!" jawabnya singkat.
Ben menghela, dengan sentakan nafas yang cukup kasar, menjambak rambutnya beberapa kali, berharap evakuasi mobil dijalan tersebut segera selesai secepatnya.
.
__ADS_1
.