Terpaksa Menikahi Gadis Cacat

Terpaksa Menikahi Gadis Cacat
Masalalu Anita 3


__ADS_3

Deg!


Arfan terhenyak dengan apa yang di ucapkan Anita, cerai? bagaimana bisa ia bercerai dengan Anita, wanita sekaligus ibu dari kedua anaknya yang telah menemani hidupnya selama 13 tahun ini.


"Jangan main-main, Merlinda Yuanita! kita bisa bicarakan ini secara baik-baik, kamu tidak kasihan dengan anak-anak, Algar dan juga Putri."


Anita tergelak, menatap wajah Arfan dengan tatapan nanar, bagaimana bisa laki-laki itu dengan santainya mengatakan kasihan terhadap kedua anaknya sementara masalah ini terjadi karena perbuatannya sendiri.


"kasihan anak-anak kamu bilang, lucu sekali ya kamu mas, kalau kamu kasihan sama mereka, terus kenapa kamu melakukan hal menjijikan ini dibelakangku?"


"Baiklah, aku minta maaf, ini semua salahku aku mengaku salah," ujar Arfan seraya menundukan wajahnya.


"Mudah sekali kamu mengucapkan kata maaf mas!"


"Lin, tolong beri aku kesempatan, hubunganku dengan Yani tidak lebih dari yang kamu lihat, tolong maafkan aku, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi." lanjut Arfan yang kini bertekuk lutut dihadapan Anita.


"Nggak mas, aku memang kasihan terhadap Algar dan Putri, tapi aku lebih kasihan lagi dengan mereka jika tahu bahwa ayahnya seseorang yang hobi selingkuh."


"Kamu lupa, dulu aku pernah memberikanmu kesempatan mas! dan aku menyesal sudah memberikan kesempatan itu, karena lagi-lagi kamu tidak bisa menjaga kepercayaanku."


"Tapi Lin?" Arfan berusaha menggapai tangan Anita yang menepisnya berulang kali.

__ADS_1


"Lepaskan, dan kamu dengar baik-baik ya mas, setelah kita resmi bercerai, hak asuh kedua anak kita akan aku pastikan jatuh ke tanganku." lanjut Anita, meraih koper yang sempat dilemparkannya tadi, dan bergegas menghampiri kedua anaknya, meninggalkan Arfan yang tak berhenti memohon agar Anita tidak meninggalkannya.


Sementara disampingnya, Yani tertunduk dengan wajah pucat pasi.


Setelah 3 bulan berlalu, akhirnya keduanya resmi bercerai, meski pada awalnya Arfan menolak beberapa kali dengan alasan ia masih mencintai Anita, dan tidak berniat berpisah dengannya sama sekali, namun setelah ia mendapati kenyataan bahwa Yani tengah mengandung anaknya, dengan terpaksa akhirnya Arfan setuju untuk bercerai.


*


*


Sore yang masih terasa begitu terik itu, Anita berniat untuk meninggalkan rumah kecilnya, sebuah rumah kenangan suka dan duka yang menjadi saksi perjuangan hidup ia dan Arfan, membangun semuanya dari Nol hingga memiliki kehidupan yang sedikit lebih baik, membeli rumah baru, memiliki pabrik walaupun terbilang sangat kecil.


Namun saat setengah perjalanan, nasib buruk menimpa Anita dan kedua anaknya, mereka bertiga mengalami kecelakaan hebat hingga terluka parah, bahkan akibat dari kecelakaan itu, Algar anak pertamanya tak mampu mengingat apapun.


Dan ketika pertama kali Anita membuka kedua matanya ia harus menerima kenyataan pahit bahwa Putrinya dinyatakan telah meninggal dalam kecelakaan tersebut.


"Kamu bohong mas, mana mungkin Putri meninggal, nggak! nggak mungkin!" Anita tampak histeris.


"Lin, sadarlah Lin, Putri sudah tidak ada tolong ikhlaskan kasihan dia Lin!" Arfan berusaha menenangkan.


"Kamu bohong mas, kamu sembunyikan dimana anakku, kembalikan dia, kembalikan!" teriak Anita seraya melempar apapun benda yang ada disampingnya.

__ADS_1


"Linnn?" bentak Arfan, bermaksud untuk menghentikan Anita yang mulai hilang kendali.


"Kembalikan Putriku!" ujar Anita dengan suara yang semakin melemah, dengan diiringi isakan tangis yang terdengar memilukan.


"Aku akan mengantar kamu untuk melihat langsung tempat terakhir Putri kita, tapi setelah keadaan kamu membaik."


Meski berat, Anita pun berusaha menganggukan kepalanya, ia tak ingin terlihat lebih rapuh di depan laki-laki yang berstatus mantan suaminya itu.


"Lalu bagaimana keadaan Algar sekarang, dimana dia?"


"Algar_" Arfan menjeda ucapannya.


"Algar kenapa mas?" Anita tampak tidak sabar mendengar apa yang akan di ucapkan Arfan, terlebih saat melihat raut wajahnya yang kini berubah murung.


"Algar sepertinya kehilangan ingatannya Lin,"


"Apa?" Linda menutup mulut dengan kedua tangannya, seluruh tubuhnya yang lemah semakin tak berdaya saat ia mendapati kenyataan hidup yang begitu menyulitkannya akhir-akhir ini.


.


.

__ADS_1


__ADS_2