Terpaksa Menikahi Gadis Cacat

Terpaksa Menikahi Gadis Cacat
Rumah sakit


__ADS_3

"Sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah." gumam Ben dengan diiringi isak tangis bahagia, yang kemudian menciumi seluruh wajah Putri.


"Terimakasih sayang."


"Kakak senang?"


"Sangat." jawab Ben tersenyum lebar, menggendong tubuh Putri kembali membaringkan nya diatas tempat tidur.


"Sayang, jaga diri baik-baik di rumah ya, jangan kecapean." ujar Ben sembari menyelimuti tubuh sang istri dan mencium keningnya.


"Kakak mau kemana?"


"Aku ada urusan diluar, tapi aku akan usahain untuk segera pulang sebelum larut malam."


"Tapi kak?"


"Percayalah sayang, aku akan selalu baik-baik saja." jawab Ben seolah tahu isi hati Putri yang merasa khawatir terhadap dirinya.


"Yaudah kakak hati-hati ya!"


"Iya sayang, jaga baik-baik anak kita ya." lanjut Ben yang diangguki oleh Putri.


***


Ben berjalan dengan sedikit tergesa menuju mobilnya, tak bisa ia pungkiri ia terus mengingat kejadian yang mengenaskan siang tadi.


Berusaha untuk tak peduli, namun nyatanya ia begitu peduli terhadapnya, merapalkan doa berulang kali berharap orang yang ia pedulikan itu bisa bertahan, dan kembali sembuh seperti semula.


Tak membutuhkan waktu lama bagi Ben untuk segera sampai di Rumah sakit Harapan, yang diberi tahu oleh ambulance yang telah membawa korbannya siang tadi.


Setelah bertanya pada petugas rumah sakit tentang keberadaan korban, Ben pun bergegas menuju ruangan tersebut.


Deg!


Ben tertegun, saat mendapati kedua orang tuanya sudah berada disana, mondar-mandir dengan raut wajah yang terlihat khawatir, tepat di depan pintu ruang operasi.

__ADS_1


"Ben?" Maura yang menyadari keberadaannya, langsung menghampiri, memeluk putra keduanya itu dengan perasaan rindu.


"Mama udah lama disini?" tanyanya yang terdengar ambigu.


"Iya nak,"


"Bagaimana keadaannya ma?"


"Kakak kamu_ kakak kamu terluka parah Ben." jawab sang mama, air mata yang sempat terhenti itu kini tumpah kembali.


"Kita Do'akan, semoga Alby di beri kekuatan dan di sehatkan lagi ma."


"Iya nak."


******


Maura, Rama, dan Ben terduduk lemas di kursi tunggu, setelah mendengar pernyataan dari Dokter bahwa keadaan Alby saat ini sangat keritis.


Sementara Sandra, yang berada satu mobil dengan Alby saat kecelakaan itu tak tertolong, karena kehabisan banyak darah saat perjalanan menuju rumah sakit.


Ben berusaha menenangkan sang mama yang tidak berhenti menangis, bahkan sang mama berkali-kali tidak sadarkan diri yang membuat keadaannya sangat lemah.


"Kata Dokter keadaannya sangat kritis." jawab Ben yang membuat Darrel mengusap kasar wajahnya.


"Terus mama dimana, papa juga?"


"Papa lagi nemenin mama di ruangan sebelah, mama terlalu syok,"


"Kok bisa sih kak, kak Alby terjebak dalam kecelakaan beruntun itu."


"Ini musibah Rel, nggak ada yang tahu kan, kalau kejadiannya bakalan begini?"


"Iya kak," Darrel menunduk lesu.


"Oh iya, Putri mana?"

__ADS_1


"Ck! bisa nggak sih, nggak usah nanyain istri orang terus."


"Dih! salah gitu, kalau gue nanyain kakak ipar sendiri, baperan lo kak."


"Istri gue lagi istirahat, kecapean dia beberapa hari ini."


"Elo kebangetan emang kak, berapa ronde emang sampe dia kecapean begitu." ujar Darrel mengerlingkan mata.


"Ck, adik laknat lo! masih bocah, masih ingusan nanyain kaya gituan."


"Gue kan cuma nanya kak, kok lo sewot."


"Pertanyaan lo nggak bermutu."


"Baper!"


"Ngomong apa lo, sini gue sumpelin mulutnya."


"Eh jangan ampun deh iya, nggak lagi."


"Terus Putri dirumah sendirian, lo bilang nggak kalau lo pergi sampe malem gini?"


"Dirumah ada bi Sumi, tadi sebelum pergi gue juga udah pamitan, dan barusan gue kirim chat ke dia, kalau kemungkinan malam ini gue nggak bisa pulang."


"Putri tahu kalau Alby kecelakaan?"


Ben menggeleng, "Nggak, dan gue rasa Putri nggak perlu tahu.''


"Lo masih belum terima kak, kalau Alby itu mantan Putri?"


"Nggak, bukan itu masalahnya."


Terlihat Darrel menghela nafasnya, menatap wajah sang kakak yang berubah masam.


"Ok kak, gue ngerti kok!" Darrel menepuk pundak Ben pelan, lalu beranjak untuk melihat keadaan sang mama, dan melihat Alby yang masih dalam pemeriksaan.

__ADS_1


.


.


__ADS_2