Terpaksa Menikahi Gadis Cacat

Terpaksa Menikahi Gadis Cacat
Merlinda Yuanita 2


__ADS_3

"Kok bisa sih dia datang kesini?" seru Algar pada Raka dan juga Arsen yang duduk disampingnya.


"Mana gue tahu!" jawab Arsen, menggidikan bahu dengan mata yang tetap fokus mengawasi.


"Ngapain juga sih dia kesini coba, sengaja apa ya mau bikin ribut di acara resepsi nya si Ben." lanjut Algar yang terlihat kesal.


"Menurut gue bukan deh! si Rezza datang kesini karena memang dia kenal sama Putri kayaknya.'' Raka berpendapat.


"Sok tahu lo!" Arsen menoyor kepala Raka.


"Oh iya Gar, nyokap lo kok buru-buru banget sih tadi, mau kemana?" seru Arsen sembari mendorong piring yang berisi makanan yang tersisa separuh.


"Iya Gar, terus gue perhatiin mukanya kaya yang tegang gitu, ada masalah?" timpal Raka yang juga penasaran.


"Gue nggak tahu pasti sih, tapi nyokap gue bilang di kantor lagi ada masalah."


"Pantesan." keduanya mengangguk mengerti, karena hal tersebut cukup masuk akal.


*******


Usai acara resepsi berakhir, Ben dan Putri memutuskan untuk segera pulang dan beristirahat, begitupun dengan keluarga mereka, sahabat-sahabatnya, dan juga yang lainnya.


"Mana, katanya ada sesuatu yang ingin kau tunjukan padaku?" tanya Ben ketika keduanya hendak bersiap untuk berbaring, setelah menyelesaikan makan malamnya.


"Eh!" kepala Putri yang hendak menyentuh bantal, urung karena ia kembali duduk dengan sedikit terkesiap, beranjak lalu melangkah membuka sebuah laci yang terletak di sebelah lemari pakaiannya.


"Ini kak." menyerahkan selembar foto yang terlihat usang dan sedikit kumal, hingga membuat Ben tertegun untuk beberapa saat, namun di menit kemudian ia pun menerimanya.


"Merlinda Yuanita!" gumamnya, saat pertama kali yang ia lihat adalah dibagian belakang foto.


"Ini_" Ben menggerenyit menatap foto tersebut, lalu tatapannya beralih kearah Putri yang juga tengah menatapnya, seolah meminta pendapat.

__ADS_1


"Itu foto ibu saya, tapi saya nggak tahu dimana dia berada."


Ben terdiam, mencerna setiap kata yang diucapkan Putri, sembari memandangi foto itu dengan seksama.


"Kak?" Putri menjatuhkan tubuhnya duduk di samping Ben dengan helaan nafas kasar.


"Menurut kakak, mamanya kak Algar mirip nggak sih sama aku?" tanya Putri dengan sedikit ragu.


Sementara Ben terlihat berpikir, dengan kening yang berkerut, "Benar!"


"Maksud kakak,?"


"Kamu benar, tante Anita memang mirip dengan mu."


"Kakak tahu nggak suaminya tante Anita?"


"Algar bilang sih, ayahnya sudah meninggal sejak ia kecil,"


"Hmmmm."


"Yang aku dengar dari Algar sih begitu, bahkan dia sama sekali tidak tahu rupa ayahnya seperti apa, karena tante Anita bilang, dia tidak memiliki fotonya."


"Masa sih kak?"


"Iya."


*******


Di tempat lain, seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu, tampak termenung didepan balkon kamarnya, dengan kedua mata yang sembab, karena sejak pulang menghadiri pernikahan Ben dan Putri tadi ia tak berhenti menangis.


Ya, wanita yang tak lain adalah Anita itu pulang tergesa-gesa, bukan karena ada sesuatu yang darurat yang berhubungan dengan kantor dan butiknya, namun karena ia belum sanggup bertemu kembali dengan orang-orang yang berhubungan dengan masa lalunya.

__ADS_1


Terutama, Arfan dan Yani.


Tadinya ia berharap penglihatannya salah, berusaha meyakinkan diri, bahwa mereka bukanlah Arfan sang mantan suami dan Yani, sahabat baiknya dulu.


Namun ternyata, sekeras apapun ia tak mempedulikannya, kenyataan tetaplah pemenangnya, kedua orang itu adalah orang yang sama.


Seseorang yang begitu ingin ia hindari seumur hidupnya, lalu bagaimana dengan Putri, apakah benar ia adalah gadis kecilnya, tapi bagimana bisa?


Bukankah dulu Arfan mengatakan bahwa gadis kecilnya yang saat itu berumur 2 tahun telah meninggal karena sebuah kecelakaan bersama neneknya, lalu siapa yang tadi berdiri di pelaminan, wajah cantik yang sama persis seperti dirinya saat masih muda dulu.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Putriku dulu, ya Tuhanku?" Anita kembali terisak dengan lelehan bening yang kembali membasahi wajahnya yang sempat mengering beberapa menit yang lalu.


.


.


Hallo readers tercinta, apa kabarnya? 🥰 semoga kalian sehat selalu ya😘


Mohon maaf untuk beberapa hari yang telah berlalu, Author sempat menghilang!


Karena dengan beberapa alasan, selain karena anak Author yang lagi-lagi kurang sehat, ditambah kesibukan Author di real life, membuat Author terpaksa untuk berlibur dulu.


Terimakasih untuk readers setia yang masih menunggu kelanjutan cerita ini, Author ucapkan terimakasih banyak☺


salam hangat dan cinta untuk kalian.


Peluk jauh dari Author. 🤗🤗🤗


.


.

__ADS_1


__ADS_2