Terpaksa Menikahi Gadis Cacat

Terpaksa Menikahi Gadis Cacat
Apartement


__ADS_3

Dalam hitungan detik, menit, hingga jam berlalu, bahkan tempat yang mereka tuju hampir sampai, Ben sama sekali tidak mengatakan sepatah katapun, membuat Putri merasa bingung dan gelisah, namun ia enggan untuk memulai pembicaraan terlebih dulu.


Ben menepikan mobilnya di depan sebuah Apartment yang terbilang cukup menarik, lalu memberi kode pada Putri agar mengikutinya.


"Istirahatlah, aku mandi dulu!" ujar Ben setelah memasuki Apartment miliknya yang berada di lantai 17.


Sementara Putri memilih tak mengindahkan ucapan Ben, asik sendiri memandangi apartment tersebut yang terlihat sangat rapi dan bersih, seperti ada yang merawatnya setiap hari.


Tidak banyak barang yang tersimpan disana, selain beberapa barang yang sering di butuhkan Ben sehari-hari.


10 menit kemudian Ben keluar dari kamar mandi, berjalan melewati Putri begitu saja, sementara Putri menghela nafas berat, lalu memilih untuk bergegas mandi.


Selesai mandi, Putri mendapati Ben tengah bersandar di headboard kasur sembari menatap kearah nya.


"Kemarilah!" Ben menepuk sisi kasur di sampingnya.


Putri menurut menghampirinya dengan berjalan sedikit menunduk.


Ben tersenyum seraya mengusap pipi Putri yang terasa dingin karena sehabis mandi, tatapan tajam yang di penuhi pancaran cinta itu membuat Putri terheran-heran, cepat sekali sikap Ben berubah-ubah, pikirnya.


"Maaf sayang, saat bertemu adik tirimu tadi membuatku begitu emosi, aku tidak suka cara dia memperlakukanmu."


"Dan aku sadar, aku dan dia ternyata tidak ada bedanya, bahkan dulu aku_"


"Nggak!" potong Putri, yang kemudian memeluk erat tubuh Ben, menyembunyikan wajahnya di dada Ben untuk mencari kehangatan disana.


"Bisakah kita melupakan semua hal-hal yang sudah berlalu kak, bukankah saat ini kakak sudah mencintaiku, sama seperti aku yang mencintaimu."

__ADS_1


"Tap_"


Ucapan Ben tenggelam, saat dengan beraninya Putri mendaratkan sebuah ciuman di bibir Ben, membuat laki-laki tampan itu diam dengan tubuh menegang seketika, karena untuk pertama kalinya Putri berinisiatif mencium bibirnya yang terasa sangat pelan dan amatir.


Di menit berikutnya, Putri melepaskan ciuman nya dengan wajah menunduk malu, merasa begitu gemas dengan tingkah istrinya, Ben menarik tengkuk Putri dan kembali menyerang bibir berwarna merah muda yang kini sudah menjadi candunya tersebut.


Lama keduanya saling memagut, hingga tangan Ben bergerak merambat, menjelajahi kearah favoritnya yang lain.


"Kita lakukan lagi sekarang!"


Dengan sigap ia segera membuka helai demi helai kain yang menutupi tubuh sang istri, hingga menampilkan tubuh polosnya.


Begitupun dengan dirinya.


Dan siang itu keduanya kembali menyatu, berbagi keringat satu sama lain nya, untuk mengarungi samudera cinta, mendayung, hingga keduanya tenggelam beberapa kali di dasar kenikmatan.


*


*


"Putri." jawabnya singkat, tanpa menoleh sedikitpun kearah sang ayah yang terlihat penasaran.


"Jadi, tadi Putri kesini?"


"Hmmm."


"Serius kamu?" repleks Arfan duduk disamping Evelyn, Dan menarik ponsel di tangan Putrinya itu.

__ADS_1


"Ihs ayah, kembalikan ponselku." protes Evelyn dengan raut wajah yang terlihat kesal.


"Sebentar, jawab dulu yang benar pertanyaan ayah."


"Apa lagi sih?"


"Benar, tadi Putri kesini?"


"Ck, nggak penting banget sih pertanyaannya, sini balikin ponselnya yah."


"Eve?"


Terlihat Evelyn menahan emosi, dengan sentakan nafas kasar, "Iya, tadi dia kesini sama suaminya, puas! sekarang balikin ponsel aku, balikin yah!"


Tanpa meminta Evelyn untuk mengatakan apa-apa lagi, Arfan memberikan ponselnya begitu saja.


Menghela nafas berat, menyenderkan kepala nya kesandaran sofa, dengan wajah menengadah menatap langit-langit ruang tamu.


Kemudian memejamkan mata, untuk mengurangi perasaan gundah di hatinya.


Tak cukup merasa lebih baik, Arfan kembali menegakkan tubuhnya, mengusap wajahnya dengan kasar.


Bayangan seseorang dari masa lalu yang ia lihat di sebuah restaurant beberapa hari yang lalu membuat perasaannya hingga kini di penuhi rasa takut.


"Aku yakin, aku tidak salah lihat." gumamnya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2