Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Penginapan Misteri


__ADS_3

Karena hari sudah semakin larut keadaan memaksa mereka untuk bermalam di sana. Akhirnya mereka memesan penginapan yang cukup sepi pengunjung.


Meskipun mereka sedikit khawatir, namun mereka memberanikan diri untuk menginap di hotel tersebut. Mereka berharap selama bermalam di hotel itu tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


"Permisi... kami ingin menginap di hotel ini. Bisa pesankan kami kamar yang cukup besar untuk kami semua." Tanya pak Budi kepada resepsionis.


"Iya bisa pak... Kebetulan di hotel kami ada satu kamar yang bisa untuk beberapa keluarga. Apakah bapak ingin memesan kamar itu?" tanya resepsionis.


"Baiklah... kami pesan kamar yang itu aja." jawab pak Budi.


Kemudian, sambil menunggu resepsionis memberikan kunci kamar. Pandangan mereka dengan tajam memperhatikan sekeliling bangunan hotel itu. Terlihat banyak pepohonan yang cukup rindang di hotel itu, sehingga menambah suasana menjadi tampak teduh tanpa penerangan yang cukup.


Setelah menerima kunci kamar dari resepsionis, mereka pun bergegas mencari kamar yang sudah mereka pesan.


Di kamar itu mereka melepas lelah dengan berisitirahat, ada yang mandi, ada yang menonton televisi dan ada juga yang sedang makan.


Kamar yang mereka pesan memang cukup luas. Sehingga mereka bisa leluasa tidur tanpa berdesak-desakan. Harga sewa hotel itu terbilang murah, dengan harga yang murah mereka bisa mendapatkan kamar yang cukup besar dan fasilitas yang lengkap.


Hari sudah semakin larut, anak-anak mereka sudah mulai mengantuk.


Namun ketika mereka hendak tertidur dan memejamkan mata. Tiba-tiba terdengar suara-suara aneh dari hotel tersebut. Ketika mereka membuka mata kembali, suara itu langsung menghilang. Mereka jadi merasa ketakutan dengan adanya suara aneh itu. Namun mereka coba untuk tenang dan menganggap tidak mendengar apa-apa.


Sementara anak-anak mereka sudah terlelap dalam tidurnya. Rina, Rio, Budi dan istrinya jadi tidak tidur khawatir terjadi apa-apa. Mereka berencana untuk tidur secara bergantian.

__ADS_1


Naman, saat mereka sedang ngobrol tiba-tiba lampu menjadi padam. Lalu terlihat sesosok bayangan hitam melintas di dekat jendela kamar. Tentu saja sontak mereka semua menjadi kaget.


"Bud... itu bayangan apa melintas di dekat jendela.? Tanya Rio ketakutan.


"Ga tau Yo. Aku juga tadi lihat dengan jelas bayangan hitam itu. Tapi ga tau itu apa?" Sahut Budi yang juga ikut ketakutan.


"Mas... gimana ini, aku jadi takut mas.. aku ga bisa tidur. Apa kita cari penginapan lain saja mas." Ucap Rina yang juga ikut merinding bulu kuduknya.


"Ini dah tengah malam Rin, kita mau cari ke mana penginapan yang lain. Kan kamu tau sendiri, semua hotel pada penuh terisi. Hanya tinggal hotel ini saja yang kosong. Makanya kita menginap di hotel ini." Terang Rio sambil mencoba mencairkan suasana yang semakin menegangkan.


Sesaat kemudian, lampu menyala kembali. Jam menunjukkan pukul 12 malam. Meski lampu sudah menyala kembali. Namun, suasana di hotel itu masih sedikit horor.


Bukan hanya lampu saja yang padam. Namun, ada suara aneh lagi yang terdengar dengan jelas dari kamar di sebelah. Tentu saja hal ini membuat mereka tidak bisa tertidur dengan pulas. Suara itu makin terdengar jelas, ada suara yang meminta tolong dari kamar tidur di ruangan sebelah. Namun di kamar itu tidak ada yang mengisi. Kamar itu kosong dan lampunya juga padam tidak ada yang menyalakan.


Ketika mereka hendak kembali masuk ke kamar mereka. Tiba-tiba mereka dikejutkan dengan sesosok makhluk astral tepat dihadapan mereka. Rina yang sedari awal ketakutan setelah melihat makhluk astral tersebut lantas jatuh pingsan. Tentu saja hal ini membuat mereka kewalahan. Di samping mereka sedang ketakutan, mereka juga harus membangunkan Rina yang sedang jatuh pingsan.


"Rin.. sadar Rin. Kamu ga boleh pingsan. Bangun Rin." Rio mencoba untuk menyadarkan Rina yang sedang jatuh pingsan.


Budi beserta istrinya juga turut membantu menyadarkan Rina dengan mengoleskan minyak aroma terapi ke hidung Rina.


Dengan bau aroma terapi yang mereka olesi di hidung Rina. akhirnya Rina kembali sadar. Setelah kejadian yang cukup menegangkan itu mereka alami. Mereka semua masuk kembali ke dalam kamar. Terlihat Daffa dan Mika masih terlelap dalam tidurnya.


Sementara itu, Diva terbangun dari tidurnya. Lalu bertanya kepada Rina ibunya.

__ADS_1


"Mah.. yah... kalian semua sedang apa? Kenapa tidak tidur? Kalian dari mana ?" Tanya Diva sambil menggaruk-garuk kepalanya.


"Oh itu... Ayah, mamah dan om Budi tadi sedang keluar sebentar. Melihat kamar sebelah." Ucap Rina.


"Memangnya ada apa di kamar sebelah? Kenapa kalian tidak membangunkan aku. Aku kan juga ingin melihat." Tanya Diva.


" Kamu kan sedang tidur, ayah dan mamah tidak ingin membangunkan kalian. Ayah dan mamah tidak tega, kalian sedang tertidur pulas. masa mamah bangunkan?" Ujar Rina kepada Diva Putri bungsunya.


Setelah mendapatkan penjelasan. Lalu Diva kembali tertidur dengan nyenyak. Rina, Rio, Budi dan Mila istrinya bergantian tidurnya. Mereka mendapat giliran tidur selama dua jam. Setelah itu Mereka bergantian untuk bergadang. Giliran pertama adalah Budi dan istrinya. Rio dan Rina mendapat giliran dua jam berikutnya.


Untung saja selama mereka bergantian tidur, tidak ada hal aneh-aneh lagi yang mereka alami. Sampai menjelang pagi, dan ayam sudah mulai berkokok pertanda waktu malam telah habis.


Sarapan pagi sudah tersedia, seorang pelayan mengetuk pintu dan membawakan sarapan untuk mereka. Rio dengan rasa penasaran dengan kejadian semalam. Mencoba bertanya kepada seorang pelayan.


" Mba.. Kamar di sebelah itu kosong atau ada penghuninya ya mba?" Tanya Rina ke salah satu pelayan hotel.


"Oh kamar yang itu ya... memang kamar itu kosong mba. Tidak ada yang berani menginap di kamar tersebut." Ucap pelayan hotel sambil memberikan sarapan pagi.


"Loh kenapa mba... ko ga ada yang berani menginap di kamar itu? memangnya ada apa ya mba?" Tanya Rina lagi dengan rasa penasaran.


" Itu mba.. kamar itu..." dengan sedikit terbata-bata pelayan itu mencoba menjawab pertanyaan Rina.


" Iya, kamar itu kenapa?" tanya Rina kembali.

__ADS_1


"Di kamar itu dulunya pernah ada sepasang pemuda dan pemudi yang menginap. Namun karena suatu hal mereka jadi bertengkar. Sehingga gadis itu dibunuh oleh pasangannya. Sejak kejadian itu, kamar itu kini tidak ada yang berani menempati. Karena sudah ada beberapa tamu yang menginap di kamar itu selalu saja diganggu dengan suara wanita yang berteriak minta tolong. Dan di kamar itu juga banyak yang melihat sesosok makhluk gaib berbadan tinggi besar dan hitam melintas di kamar tersebut.


__ADS_2