Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Ibuku Malang Ibuku Tersayang


__ADS_3

Hampir setiap hari Rio mencari ibunya. Terdengar kabar bahwa ibunya sering berada di pasar dengan memakai pakaian compang camping. Bahkan beberapa orang ada yang menganggapnya tidak waras. Hati Rio merasa terpukul karena mendengar ucapan orang-orang yang telah mengira ibunya memang benar-benar sudah tidak waras. Rio ingin segera bisa menemukan ibunya. Ia ingin menebus semua kesalahan padanya.


Lembar pencarian daftar orang hilang pun telah ia pasang di beberapa tempat agar ia cepat menemukan ibunya itu. Rio pun berharap ibunya membaca daftar pencarian orang hilang dan segera menghubunginya.


Sudah beberapa hari sejak pengumuman itu dipasang. Namun sampai kini ia belum juga mendapatkan kepastian di mana keberadaan ibunya.


Rio kembali menemui Hana di rumahnya. Namun Hana beserta keluarganya sudah tidak tinggal di situ lagi. Rio pun bertanya kepada tetangga sekitar rumah Hana dan para tetangganya pun menceritakan bahwa Hana beserta suami dan anak-anaknya telah pergi meninggalkan kediamannya.


Mereka tidak tau jelas, apa yang menyebabkan Hana dan suaminya pergi meninggalkan rumahnya. Namun, sebelum meninggalkan rumahnya, para tetangga Hana mendengar bahwa ada keributan di tempat tinggalnya Hana. Saat mereka menghampiri rumahnya Hana dan suaminya sedang menangis. Entah apa yang mereka alami. Namun sebelum mereka sampai ke rumah Hana, ia melihat ada beberapa orang laki-laki dengan badan yang sangat kekar meninggalkan rumah Hana. Mereka bertanya kepada Hana dan keluarganya. Namun Hana hanya bisa menangis dan enggan menceritakan apa yang telah terjadi kepadanya.


Para tetangga ada yang berasumsi bahwa laki-laki yang semalam ke rumah Hana adalah seorang mafia. Mereka melihat dari tato yang terdapat pada laki-laki itu. Mafia itu terkenal sangar. Entah apa yang terjadi, kenapa bisa Hana dan suaminya mengenal para mafia yang terkenal itu. Para tetangga sangat kaget. Meskipun mereka mendengar keributan dari rumah Hana, namun mereka tidak berani menemui mereka. Karena mereka merasa takut dengan para mafia.


Baru kemudian setelah para mafia itu pergi, mereka berani menghampiri keluarga Hana. Semenjak kejadian itu, Hana sudah tidak tinggal di rumahnya itu. Mereka para tetangga juga tidak mengetahui ke mana Hana dan keluarganya itu pindah. Mereka pindah secara diam-diam. Mungkin Hana dan suaminya merasa ketakutan. Khawatir para mafia datang kembali ke tempat Hana.


Rio yang mendengar ucapan para tetangga, merasa kaget dan terpukul. Belum juga ia menemukan ibu kandungnya. Sekarang adik dan suaminya pun turut menghilang. Ke mana ia harus mencari keberadaan mereka sekarang.


Rio merasa sangat khawatir apalagi sekarang adiknya berurusan dengan para mafia. Ia takut para mafia akan menyakiti adik dan keluarganya.


Kemudian setelah Rio mendapat beberapa informasi. Ia pun bergegas untuk mencari ibu dan adiknya. Ia berharap semoga keluarganya bisa ditemukan.


Dalam pencariannya mencari ibu dan adiknya, dengan mata tajamnya ia melirik ke kanan dan ke kiri. Ia sangat berharap bisa segera bertemu dengan keluarganya. Dari belakang ia melihat sesosok wanita, postur tubuhnya tidak asing baginya. Karena mirip dengan ibunya. Dengan cepat ia langsung berlari dan menariknya. Tapi sangat disayangkan wanita itu bukan ibunya.

__ADS_1


"Ibu, ke mana saja kamu Bu?" Tanya Rio sambil menarik tangan wanita itu.


Dengan rasa kaget wanita itu langsung berkata : "Siapa kamu? Kenapa kamu menarik tanganku?"


"Maaf Bu, aku kira kamu ibuku. Dari belakang postur tubuhmu mirip sekali dengan ibuku. Maafkan aku ya Bu, sudah mengagetkan ibu." Jawab Rio kepada wanita itu.


Sudah hampir sebulan lebih Rio mencari ibu dan adiknya. Namun belum juga mendapatkan titik terang tentang keberadaannya. Akhirnya, Rio pun menghentikan pencariannya. Sekarang ia hanya fokus bekerja. Karena sejak perpisahannya dengan istri dan anak-anaknya Rio kariernya sudah hancur. Sekarang ia harus memulai lagi dari nol. Berbagai perusahaan ia datangi demi mendapatkan pekerjaan yang layak untuknya. Akhirnya dari sekian perusahaan ia mendapatkan pekerjaan yang cukup lumayan. Meski ia bekerja di perusahaan yang baru mulai berkembang, namun ia mendapatkan kepercayaan dan posisi jabatan yang cukup baik. Dia berusaha agar bisa bekerja lebih baik lagi agar perusahaan di mana ia bekerja sekarang bisa berkembang dengan sukses.


Rio bekerja sangat keras. Sebelum menyelesaikan pekerjaannya ia belum mau pulang. Karena kegigihannya dalam bekerja. Sekarang ia dipromosikan menjadi CEO. Ia bertekad untuk mengembangkan perusahaannya menjadi lebih besar. Berbagai tender ia dapatkan dan banyak perusahaan besar yang ingin merekrutnya menjadi karyawannya. Namun Rio menolaknya. Karena baginya, perusahaan inilah tempatnya berjuang dan bisa meraih kesuksesan.


Kariernya sekarang mulai menanjak, berbagai godaan ia temui. Banyak wanita cantik yang ingin merayunya. Namun ia bertekad tidak ingin jatuh di lubang yang sama. Ia ingin menunjukkan kepada anak-anak dan mantan istrinya. Rio sangat berharap rumah tangganya bisa kembali seperti semula.


Tok.... tok... tok ...


suara pintu diketuk.


"Mas Rio... Ada apa ke mari?" Tanya Rina dengan kaget


"Aku .. aku... aku ingin menjenguk anak-anak." Jawab Rio dengan terbata-bata.


Rina pun bertanya kembali: "Mengapa kamu tidak menghubungi aku dulu? Sekarang anak-anak sedang tidak ada di rumah."

__ADS_1


Rio pun merasa agak kecewa, karena niatnya ingin bertemu dengan kedua anaknya malah tidak kesampaian.


"Apakah kamu mau menunggu anak-anak mas? " Tanya Rina kembali.


"Apakah boleh aku menunggu anak-anak di sini?" Tanya Rio kepada Rina.


"Tentu boleh mas, mereka kan anak-anakmu juga, kenapa aku harus melarang bila kamu ingin bertemu dengan mereka."


Rio pun merasa senang dengan ucapan Rina yang membolehkannya bertemu dengan kedua anaknya.


Dengan rasa canggung mereka akhirnya mengobrol menceritakan tentang anak-anaknya. Rio dengan malu-malu mengutarakan niatnya untuk kembali rujuk dengan Rina.


"Rin... maukah kamu rujuk denganku?" Tanya Rio dengan wajah memerah sedikit malu-malu.


Rina terdiam... ia belum bisa menjawab pertanyaan dari Rio yang memintanya untuk kembali rujuk dengannya.


"Rin... Kenapa kamu terdiam? Aku tahu aku telah berbuat salah kepadamu. Aku memang tidak pantas dimaafkan. Aku bukan laki-laki yang baik untukmu. Wajar saja bila kamu tidak mau kembali kepadaku." Ucap Rio dengan perasaan sedih.


"Untuk saat ini aku belum bisa menjawab pertanyaan kamu mas. Aku hanya ingin sendiri dulu." Ungkap Rina.


Tak lama kemudian anak-anak kembali ke rumah sepulang mereka dari mengikuti kegiatan les renang. Dan pembicaraan Rina dan Rio pun terhenti.

__ADS_1


__ADS_2