Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Kenapa Harus Aku yang Mengalah


__ADS_3

Setelah Hana dan suaminya memohon kepada Rio agar diizinkan tinggal di rumah Rio dan Rina. Karena merasa tega akhirnya Rio pun mengizinkan mereka semua untuk tinggal bersamanya.


Tentu saja Rina merasa keberatan, karena dengan mereka tinggal di rumahnya kebutuhan rumah tangga akan bertambah juga. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja Rina harus mencari ke sana ke mari agar bisa mencukupi. Apalagi sekarang ditambah dengan adik iparnya beserta keluarganya. Pastinya keperluan rumah tangga juga semakin membengkak.


"Mas, aku tidak setuju ya kalau mereka semua tinggal di rumah kita, untuk keperluan rumah tangga kita saja, kita masih kekurangan. Apalagi sekarang harus tambah orang lagi. Ini bukan satu dua orang saja mas. Tetapi lebih dari satu. Bagaimana kita harus mencukupinya?" Ucap Rina tidak setuju dengan apa yang dilakukan oleh suaminya.


"Sudahlah, kamu tidak usah memikirkan apa yang belum terjadi. Bikin pusing saja. Aku juga tidak akan biarkan adikku dan keluarganya tinggal di jalan. Memangnya kakak macam apa aku yang tidak mau membantu adiknya sendiri." Bentak Rio ke Rina.


Adiknya Rio beserta keluarganya memang orang yang tidak tahu terima kasih sudah ditolong bukannya berterima kasih, ini malah merasa menjadi raja dan ratu di rumah Rina.


Sewaktu Rio berangkat kerja. Mereka semua bekerja sama untuk mengerjai Rina. Rina dianggapnya sebagai pembantu bukan seperti kakak iparnya. Mereka tinggal di rumah Rina tetapi mereka biasa bangun siang. Setelah bangun pun mereka tidak membantu pekerjaan Rina mengurus rumah. Tetapi mereka malah meminta Rina untuk menyiapkan makanan untuk mereka. Apalagi ibu mertuanya juga mendukung perlakuan anaknya ke Rina.


"Rin, Mama lapar. Kamu belum masak juga, Rin. Kamu ngapain aja bangun dari pagi sampai sekarang belum masak juga?" tanya ibu mertuanya Rina.


"Belum, Ma. Aku kan harus cuci baju, cuci piring dan menyapu serta mengepel rumah, Ma. Apalagi kalau pagi mas Rio berangkat kerja dan anak-anak akan berangkat sekolah. Tentunya aku harus menyiapkan keperluan untuk mereka dulu." jawab Rina ke ibu mertuanya.

__ADS_1


"Ya, udah sekarang kamu siapin mama makanan. Perut mama sudah tidak tahan lagi menahan lapar."Pinta ibu mertuanya Rina agar disiapkan makanan.


Pintu kamar pun dibuka, rupanya adik iparnya beserta suami dan anak-anaknya baru bangun dari tidurnya. Padahal jam sudah menunjukkan angka 10 pagi mereka terbiasa bangun siang. Setelah Hana bangun dia langsung menuju dapur dan disingkapnya meja makan namun ia tak melihat adanya hidangan yang tersaji. Hana pun langsung bertanya kepada Rina. Mengapa Rina belum juga masak. Padahal ini sudah jam 10.


"Kak Rina, kenapa di atas meja makan belum ada hidangan sama sekali. Aku kan lapar, kenapa kamu belum masak juga, Kak?" tanya Hana ke kakaknya.


"Iya, sama Mama juga lapar Hana. Tadi mama juga sudah bertanya ke Rina, kenapa dia belum masak juga. Katanya harus menyiapkan perlengkapan suaminya kerja dan anak-anaknya ke sekolah. Mama sudah minta Rina agar membuatkan makanan untuk kita sekarang." Timpal ibu mertua Rina yang tak lain ibu kandungnya Hana.


"Kamu kenapa bangun siang Hana? kamu kan bisa bantu-bantu aku masak di dapur. Lagi pula kamu kan tinggal di sini numpang, kenapa harus aku yang menyediakan makanan untukmu." Jawab Rina ke Hana.


"Apa kamu bilang, Kak aku disuruh masak. Kamu kan tau aku tidak pernah memasak. Lagi pula kan ada kamu Kak, jadi kamulah yang harus mempersiapkan makanan untuk kami." Ucap Hana ke Rina.


"Rin, sudah mama bilang. Mama lapar. Jadi sekarang kamu buatkan mama makanan." Ucap ibu mertuanya lagi.


"Ma, aku kan sudah bilang. Aku masih ada kerjaan yang harus aku lakukan. Jadi mama minta buatkan saja ke putri mama itu." Ucap Rina ke ibu mertuanya.

__ADS_1


Tiba-tiba Rina mendapat telepon dari suaminya Rio. Ternyata Hana adik iparnya mengadu kepadanya bahwa kakak iparnya tidak mau membuatkan makanan untuknya.


Kring... Kring... Kring....


ponsel Rina berdering. Lalu ia langsung mengangkat telepon dari suaminya itu. Setelah Rina mengangkat teleponnya, suaminya Rio langsung memarahi Rina karena tidak mau membuatkan masakan untuk keluarganya. Bahkan Rio mengancam Rina kalau sampai sore Rina belum juga membuatkan makanan untuk mereka, Rio akan menceraikannya.


Mendapat perlakuan yang istimewa dari kakaknya Hana semakin menjadi-jadi. Ia bahkan menyuruh Rina untuk mencucikan pakaiannya karena kalau tidak ia akan mengadukan lagi ke kakaknya, Rio.


Semakin hari perlakuan ibu mertua dan adik iparnya membuat Rina merasa tidak tahan lagi. Ia tinggal di rumahnya sendiri tetapi diperlakukan seperti pembantu. Apalagi suaminya sendiri ikut mendukung perlakuan keluarganya ke Rina.


Hal ini membuat Rina merasa tidak tahan dan ia akan segera meminta cerai dari suaminya.


"Mas, aku tidak tahan lagi ya dengan perlakuan kamu, ibumu bahkan adikmu dan keluarganya itu. Kalian anggap apa aku? Aku tinggal di rumah sendiri tapi kalian menganggap ku seperti pembantu. Aku mau pisah darimu. Kalau kamu terus memaksaku melayani saudaramu itu." Ucap Rina kepada suaminya.


"Kamu ngomong apa, Rin? Mereka semua keluarga kandungku. Tentu saja aku harus memperhatikan kebutuhan mereka semua. Dan kamu sebagai istriku harusnya kamu memperlakukan keluargaku dengan baik." jawab Rio dengan tegas.

__ADS_1


"Mas, tapi ini sudah keterlaluan. Kamu lihat saja adikmu beserta keluarganya. Mereka bangun siang, mereka tidak bantu apa-apa di rumah ini. Tetapi mereka menyuruh aku membuatkan makanan, memintaku menyucikan pakaiannya dan lain sebagainya. Memangnya aku ini apa? Pembantu? Yang seenaknya saja diperlakukan seperti itu. Aku cape kerja di rumah kerja di luar juga. Sekarang ditambah adikmu, suaminya dan anak-anaknya tinggal di sini. Mereka jadi menambah pekerjaan aku. Harusnya mereka tau diri dong. Kalau mereka tidak bisa bantu apa-apa, setidaknya mereka jangan perlakukan aku seperti ini. Dan kamu juga, jangan selalu membela adik dan ibumu itu yang selalu mengadu kepadamu. Mereka kan masih muda, harusnya bekerja jangan di rumah terus seperti tuan dan nyonya. Sementara aku pontang panting ke sana ke mari mencari uang untuk keperluan sehari-hari. Kamu kan tidak pernah tahu, karena kamu memang tidak pernah mau tahu urusan rumah tangga. Kamu juga tidak memberi aku uang, bagaimana aku bisa masak. " ucap Rina ke Rio.


"Jadi kamu hitung-hitungan sama aku? Aku juga kerja di luar cari uang buat keperluan rumah tangga kita." Ucap Rio ke Rina.


__ADS_2