Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Tinggal Bareng Mertua


__ADS_3

Setelah liburan, aktivitas mereka kembali normal. Daffa mulai bersekolah lagi dan Rio juga sudah mulai aktif bekerja. Namun karena terjadi kecelakaan ayah Rio meninggal dunia, sehingga tidak bisa menafkahi keluarganya. Karena ibunya Rio selama ini tinggal di kontrakan, sehingga semua kebutuhannya sekarang Rio yang menanggung. Sedangkan penghasilan Rio tidak mencukupi untuk memenuhi dua keluarga. Akhirnya Rio memutuskan untuk mengajak ibunya tinggal bareng serumah. Karena Rio sudah tidak bisa lagi membiayai lagi selama di kontrakan.


Rio membawa pulang ibunya ke rumah, namun sebelumnya Rio tidak meminta izin dulu ke Rina. Dengan membawa semua barang-barang Rio beserta ibunya masuk ke dalam rumah. Tentu saja hal ini membuat kaget Rina, karena sebelumnya memang tidak ada pemberitahuan apa-apa.


"Rin, tolong kamu siapkan kamar untuk ibu aku. Mulai hari ini ibu aku akan tinggal di sini. Jadi mulai sekarang, semua kebutuhannya kamu yang siapkan." Ucap Rio sambil membawa barang-barang ibunya ke dalam rumah.


"Apa mas, ibu kamu akan tinggal di sini? bersama kita? Tanya Rina kepada Rio.


"Iya, ibu aku akan tinggal di sini. Bersama kita. Ayo lekas bantuin angkat barang-barangnya. Kamu jangan diam saja dong." Perintah Rio


"Tapi mas, kenapa kamu tidak bilang dulu dari awal, kenapa kamu tidak merundingkan dulu denganku. Kenapa tiba-tiba kamu langsung ajak ke mari." Ucap Rina dengan nada kesal.


"Kamu tidak usah bawel Rin, ini ibu aku. Aku berhak bawa ibu aku ke rumah. Aku kepala keluarga di sini." Bentak Rio ke Rina.


"Mas, ini rumah peninggalan orang tuaku. Setidaknya kamu izin dulu ke orang tuaku bila kamu mau ajak keluargamu tinggal di sini. Lagi pula anaknya kan bukan kamu aja. Masih ada yang lainnya. Kenapa kalian tidak patungan saja sih untuk membiayai kontrakannya." Ucap Rina lagi.


Dengan rasa kesal Rina masuk ke dalam kamar.


Dia merasa sangat kecewa dengan keputusan Rio yang membawa pulang ibunya ke rumah. Apalagi Rio tau antara Rina dan Ibu mertua ya kurang begitu akur. Mertuanya sering menjelekkan Rina ke orang lain. Makanya ia tidak mau tinggal bersama mertuanya.


Setelah beberapa hari ibu mertuanya tinggal bersama Rina. Ibu mertuanya selalu mengadu ke Rio bahwa menantunya tidak mau melayaninya di rumah. Tentu saja hal ini membuat Rio semakin marah kepada Rina.


Ketika Rio pulang dari tempat kerja. Ibunya langsung menghampiri anaknya dan berkata "Rio istrimu tidak mau membuatkan makanan untuk mamah, bisakah kamu membelikan makanan untuk mamah. Mama lapar dari pagi belum makan."

__ADS_1


Mendengar perkataan ibunya, Rio yang baru saja pulang dari tempat kerja masih dalam keadaan lelah semakin marah dan menampar wajah Rina. "Kamu di rumah ngapain saja? Kenapa kamu tidak masak untuk ibuku. Mau jadi apa kamu sebagai istri." Bentak Rio dengan keras.


"Mas, kenapa kamu menampar wajahku? Aku sudah membuatkan makanan untuk ibumu. Namun ibumu tidak mau memakannya, karena ia merasa tidak suka dengan masakan aku." Jawab Rina sambil menangis.


"Sudah diam, kamu tidak usah menangis. Aku cape baru pulang kerja dengar aduan kayak gini. Makanya lain kali kalau kamu masakin kamu tanya dulu lah ke orangnya. Mau minta dimasakin apa." Jangan kamu asal masak saja.


Tentu saja ibu Rio merasa senang melihat putranya yang memihak kepadanya. Sambil senyum-senyum gembira.


Rio berkata kepada ibunya. "Ya udah mah, sekarang aku keluar dulu cari makanan buat mamah makan. Mamah mau dibelikan apa? Nanti aku akan belikan buat mamah.


"Mamah mau minta dibelikan pecel ayam aja Rio. Mamah sangat suka pecel ayam. Tapi tidak usah pakai sambal ya. Mamah tidak suka pedas dan jangan lupa belikan mamah juga cemilan buat mamah ngemil di rumah." Ucap ibunya Rio.


"Baik mah, aku belikan dulu pesanan mamah. Mamah tunggu saja di dalam. Aku akan keluar sebentar." Ucapnya sambil menyalakan motornya.


"Mamah tega ya, sama menantu sendiri. Mamah puas sudah mengadu domba aku dengan mas Rio. Mamah senang kalau aku dan mas Rio bertengkar?" Tanya Rina ke ibu mertuanya.


"Tentu saja puas, sangat-sangat puas." Jawab ibu mertua Rina.


Tidak lama kemudian Rio pulang dengan membawakan makanan kesukaan ibunya.


"Mah, ini aku sudah belikan makanan kesukaan mamah. Sekarang mamah makan ya. Aku mau mandi dulu." Ucap Rio kepada ibunya sambil menyerahkan bungkusan makanan yang baru saja dibelinya.


"Iya, terima kasih ya Rio, kamu sudah membelikan makanan kesukaan mamah. Sekarang mamah makan dulu ya. Oh iya, besok mamah minta uang ya buat mamah jajan."

__ADS_1


Ucap ibunya.


"Iya mah besok aku akan berikan mamah uang buat jajan mamah di rumah." Jawab Rio sambil mengambil handuk bergegas mandi.


Setelah mandi, Rio menyuruh istrinya untuk menyiapkan baju gantinya.


"Rin, siapkan celana sama baju aku ya."


"Iya mas, nanti aku siapkan pakaian kamu. Jawab Rina yang belum kunjung selesai merapihkan pakaian yang menumpuk.


Setelah selesai mandi Rio berganti pakaian yang sudah disiapkan oleh Rina.


"Besok kamu masakin ibu aku yang enak-enak ya. Aku ga mau dengar ibu aku bilang belum makan." Ucap Rio dengan nada mengancam.


"Iya mas, tapi aku minta uang belanja untuk masak besok ya." Pinta Rina kepada Rio


"Kamu belanja pakai uang kamulah, kamu kan kerja, kamu punya uang sendiri. Jadi kamu ga usah minta uang ke aku. Aku ga punya uang. Uang gajian aku sudah habis" Ucap Rio.


"Tapi mas, uang aku kan sudah habis buat bayar ini itu, kamu tau kan gaji aku kecil. Tidak cukup bila harus beli makanan yang enak-enak. Kita makan seadanya saja ya mas." ucap Rina dalam kebingungan.


Rina harus memutar otak, bagaimana pun ia harus memasakkan makanan yang enak-enak untuk ibu mertuanya. Sementara itu ia sendiri tidak mempunyai banyak uang untuk keperluan belanja dapur. Apalagi suaminya tidak memberikan uang belanja kepadanya.


Dalam hati Rina berkata: "Aku harus gimana, aku tidak mempunyai cukup uang untuk membeli makanan yang enak. Jika aku belikan hari ini. Besok aku ongkos kerja bagaimana. Mas Rio tidak bisa menjemput aku kerja. Mas Rio juga tidak memberikan aku uang. Aku harus bagaimana ini. Kalau aku tidak belikan, nanti mas Rio marah lagi ke aku."

__ADS_1


__ADS_2