Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Penyesalan


__ADS_3

Rio yang bertanya kepada adiknya (Hana) tentang keberadaan ibunya. Namun Hana saat bertemu dengan kakaknya ia enggan menjawab pertanyaan kakaknya. Ia justru menghindari Rio. Rio merasa penasaran di mana ibu dan adiknya tinggal.


Karena beberapa kali bertemu, bahkan setiap kali bertemu Hana selalu menghindarinya bahkan lari dari Rio. Kemudian Rio diam-diam sengaja membuntuti Hana, ke mana ia kan pulang.


Setelah beberapa jam mengikuti aktivitas Hana, akhirnya Hana pulang juga ke tempat tinggalnya. Hana pulang dan masuk ke pemukiman sempit. Rupanya ia tinggal di sana, salah satu gubuk kecil dengan banyak sampah di sekitarnya. Namun di sana ia tidak melihat ibunya. Rio pun akhirnya menghampiri Hana dan bertanya di mana keberadaan ibunya itu.


Karena merasa terdesak akhirnya Hana pun menceritakan kebenarannya. Bahwa semenjak mereka keluar dari rumah Rina, mereka berpisah dengan ibunya. Karena suaminya Tommy merasa keberatan bila ibunya ikut bersama mereka. Karena mereka juga mempunyai dua anak yang harus dipenuhi semua kebutuhannya. Bila ibu mereka tinggal bersama dengan mereka, mereka khawatir tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan dua anak saja mereka selalu hidup kekurangan apalagi ibu mereka tinggal bersama dengannya.


Untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari Hana terpaksa menjual harga dirinya agar semuanya tercukupi. Ia bahkan harus meladeni laki-laki hidung belang demi mendapatkan pelanggan. Suaminya hanya seorang buruh yang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya harus mengumpulkan plastik-plastik untuk di daur ulang.


Sejak perpisahan itu Hana tak lagi bertemu dengan ibunya. Bahkan untuk berkomunikasi aja tidak. Ia tidak tahu di mana keberadaan ibunya sekarang. Ia sudah mencari ke mana-mana tapi belum juga menemukannya. Ia merasa menyesal mengapa ia sampai tega membiarkan ibunya sendirian di luar sana.


"Kamu sungguh tega Hana, kenapa kau membiarkan mama seorang diri. Kamu tahu kan mama sudah tidak mempunyai tempat tinggal lagi. Kenapa sampai hati kamu tidak mau mengajak mama tinggal bersamamu." Bentak Rio kepada Hana yang kini merasa menyesal.


"Aku sendiri merasa serba salah kak. Aku tidak mempunyai uang. Suamiku sendiri hanyalah seorang pendaur ulang. Bagaimana kami bisa menafkahi mama. Aku bingung kak, keuangan suamiku saat itu tak banyak, tidak bisa mencukupi untuk memenuhi kebutuhan kami semua. Jangankan untuk membantu mama. Untuk memenuhi kebutuhan anak-anak kami pun tidak bisa. Mereka juga kadang makan kadang tidak. Makanya terpaksa aku bekerja seperti ini kak. Maafkan aku kak tidak bisa menjaga mama." Ucap Hana sambil menangis merasa menyesal.

__ADS_1


"Sudahlah Hana. Kakak juga merasa bersalah. Tidak seharusnya kakak meninggalkan kalian semua. Sekarang kita berusaha mencari mama. Bila kamu menemukan mama. Kamu beritahu kakak ya. Ini nomer telepon kakak. Jangan lupa hubungi kakak bila kamu mengetahui keberadaan mama. Sekarang kakak pergi dulu ya." Ucap Rio kepada Hana.


"Baiklah kak, aku akan menghubungi kakak bila aku mengetahui keberadaan mama." Jawab Hana.


Rio pun beranjak dari tempat tinggal Hana dan Rio mulai mencari di mana keberadaan ibunya selama ini. Ia sangat khawatir akan ibunya itu. Apalagi ibunya sudah mulai agak pikun. Beberapa tempat ia datangi. Ke rumah-rumah sahabatnya pun tak luput dari pencariannya. Namun ia belum juga menemukan di mana keberadaan ibunya itu.


Dalam hati Rio bergumam: "Ma, sebenarnya mama berada di mana? Aku khawatir dengan mama. Aku harap mama baik-baik saja. Maafkan aku ma, aku belum bisa membahagiakan mama. Ini semua salahku. Aku tidak bisa bersikap baik kepada istri dan juga mama. Aku sekarang merasa menyesal ma. Aku telah kehilangan keluargaku. Aku kehilangan istri, anak dan juga mama. Di mana mama sekarang? Aku ingin bertemu ma. Aku berharap bisa berkumpul lagi dengan kalian semua."


Rio mencetak foto ibunya lalu diperbanyak untuk ditempelkan di beberapa tempat agar ia bisa menemukan keberadaan ibunya itu.


"Hei kamu. Iya kamu pria yang memakai baju warna biru. Apakah kamu sedang mencari wanita tua? " tanya sosok pria itu.


"Iya, aku mencari seorang wanita yang sudah lanjut usia. Apakah kamu melihatnya?" Tanya Rio kepada laki-laki itu.


"Iya, kemarin aku melihatnya." Jawab laki-laki itu.

__ADS_1


"Di mana kamu melihatnya? Bisakah kamu memberitahu aku di mana dia sekarang!" Tanya Rio penasaran.


"Kemarin aku melihat dia. Wanita itu aku lihat ia berada di sekitar pasar. Bajunya compang camping sambil menari dan kadang menangis. Sepertinya wanita itu sudah tidak waras." Jawab laki-laki itu.


"Apa kamu bilang. Ibuku sudah tidak waras." Sambil mengepalkan kedua tangannya dan ia mulai marah hendak memukul laki-laki itu.


Saat hendak memukul laki-laki yang telah menyebut ibunya tidak waras. Tiba-tiba ada seorang pria yang menangkis tangannya itu. Dan pria itu pun berujar.


"Apa yang kau lakukan? Kenapa kamu memukul laki-laki ini. Dia tidak bersalah. Dia hanya memberitahukan hal yang sebenarnya. Lalu kenapa kamu marah kepadanya. Laki-laki itu memang berkata yang sebenarnya. "Wanita yang saat ini sedang kamu cari. Ia memang pernah berada di pasar. Memang kalau dilihat secara fisik, ia memang agak tidak normal. Kenapa kamu mencarinya. Ada hubungan apa kamu dengannya. Dan kenapa kamu sangat marah bila orang menyebut wanita itu tidak waras?"


Rio pun menjawab pertanyaan pria itu: "Wanita yang sedang aku cari itu adalah ibu kandungku. Aku mencari keberadaannya."


Pria itu pun bertanya lagi :"Memangnya apa yang telah terjadi dengan wanita itu. Bukankah kamu anaknya. Kenapa bisa kamu tidak mengetahui keberadaannya?"


"Ini semua karena kesalahanku. Dulu aku mempunyai istri, akan tetapi karena ibuku aku mensia-siakan istriku. Padahal ia adalah istri yang paling baik. Ia tidak pernah menuntut yang aneh-aneh kepadaku. Ia selalu menerima berapapun uang yang aku kasih. Dan ia juga telah mengurus ibuku. Tetapi ibu dan adikku berbuat jahat kepada istriku, sehingga rumah tanggaku menjadi berantakan. Dan istriku meminta cerai dariku. Karena ia merasa tidak tahan dengan apa yang telah ibu dan adikku perbuat. Selama ini aku, ibu dan adikku tinggal bersama di rumah istriku. Akan tetapi karena kami sudah berpisah akhirnya ibu dan adikku harus pergi meninggalkan rumah istriku. Karena sekarang ia sudah bukan istriku lagi. Jadi ia tidak mempunyai kewajiban untuk menafkahi ibu dan adikku. Karena perpisahan inilah hatiku sangat hancur, sehingga aku tidak berani pulang ke rumah lagi untuk melihat anakku. Saat aku ingin menemui anak-anakku. Aku melihat istriku sudah sangat bahagia tanpaku. Jadi aku tidak berani menemuinya. Dan aku mendengar dari orang-orang sekitar rumahku bahwa ibu dan adikku sudah tidak berada di sana lagi."Ungkap Rio dengan sedih menceritakan tentang keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2