
Rina dan Deva putrinya sangat tercengang dan kagum melihat pemandangan yang baru saja di lihatnya.
"Lihat mah, barang-barangnya mewah sekali. Hampir semuanya barang antik. Pak Burhan sangat kaya sekali ya mah." ucap Deva pelan sambil melihat sekeliling isi rumah.
"Iya, Dev. Pak Burhan sangat kaya raya. perusahaannya juga banyak. Tak heran jika seisi rumahnya barang mewah semua." Jawab Rina.
"Ngomong-ngomong ada apa ya mah, Pak Burhan mengundang kita ke rumahnya." tanya Deva penasaran.
"Mamanya juga kurang tau Dev. Mungkin ada sesuatu yang mau dibicarakan dengan kita." Jawab Rina.
"Silahkan tunggu di sini dulu, Bu. Saya akan panggilkan tuan." Ucap salah satu asisten rumah tangga pak Burhan.
"Iya, baik. Kami akan tunggu di sini." Jawab Rina.
Tak lama kemudian Pak Burhan pun turun dari lantai dua rumahnya bersama putranya Angga.
Mereka turun dengan dikawal oleh para asisten rumah tangganya.
Pak Burhan pun mempersilahkan Rina dan putrinya untuk duduk di ruang makan.
__ADS_1
"Silahkan duduk Rin, Deva. Ayo kita makan bersama." Ucap Pak Burhan.
"Sebelum kita makan, perkenalkan dulu ini putraku, Angga namanya. Angga memimpin salah satu perusahaan ku." ucap pak Burhan sambil memperkenalkan putranya.
"Salam kenal Angga. Senang berkenalan denganmu." ucap Rina kepada Angga.
"Salam kenal juga mas. Perkenalkan namaku Deva." ucap Deva sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Iya salam kenal juga. Aku Angga." ucap Angga lalu berjabat tangan.
"Baiklah karena kalian sudah saling kenal. Sekarang kita makan dulu ya. Kebetulan saya sudah lapar. Ngobrol-ngobrol nya nanti saja setelah kita selesai makan" ucap Pak Burhan.
"Baik, Pak." Jawab Rina.
Setelah mereka selesai makan. Lalu, pak Burhan mengajak Rina dan Deva unt ke ruang tamu. Di sana juga nampak terpampang barang barang mewah dan antik. Yang hanya dimiliki oleh orang-orang kaya pada umumnya.
Di ruang tamu mereka berbincang tentang keadaan perusahaan.
"Bagaimana perasaan mu, Rin, memimpin sebuah perusahaan? Apakah kamu mengalami kesulitan?" tanya pak Burhan kepada Rina.
__ADS_1
"Alhamdulillah, pak. Saya merasa senang karena bisa menambah pengalaman kerja saya. Dan saya juga memiliki banyak pegawai yang saling bekerja sama." jawab Rina.
"Syukurlah kalau kamu merasa senang. Oh iya. Apabila kamu mengalami kesulitan. Kamu jangan sungkan untuk bertanya kepada saya atau pun Angga." ucap pak Burhan.
."Baik, pak. Nanti bila saya kesulitan. Saya akan tanya sama bapak dan Angga.". ucap Rina.
"Nah, gitu dong." ucap Pak Burhan.
"Pah, Angga ke teras dulu sebentar. " ucap Angga.
"Iya, oh iya jangan lupa kamu ajak Deva. Ada yang mau papa bicarakan dengan bundanya." ucap Pak Burhan kepada Angga.
"Baik, pah." jawab Angga.
Lalu Angga pun keluar ruangan sambil mengajak Deva ke teras rumah. "Ayo Dev, kita keluar sebentar.
"Baik mas. ucap Deva lalu Deva pun turut keluar mengikuti Angga yang keluar ruangan terlebih dulu."
Mereka berdua pun keluar ruangan lalu menuju teras rumah.
__ADS_1
Sementara itu Rina dan pak Burhan pun masih membicarakan ttg kedua anaknya.
Pak Burhan pun bertanya kepada Rina, tentang usia dan keadaan putrinya yaitu Deva.