
Dua hari kemudian setelah Rina berkunjung ke lokasi cabang perusahaan yang baru. Rina dibantu oleh rekan-rekannya sesama pegawai di perusahaan mulai merapikan barang-barang yang akan dibawanya ke tempat yang baru.
"Rin, apakah kamu membawa semua barang-barang mu ke kantor cabang?" tanya Sinta sambil membantu Rina mengepak barang-barangnya.
"Rencananya seperti itu, tapi aku berpikir klo nanti aku di mutasi lagi gimana,?" ucap Rina.
"Memangnya kamu mau dimutasi lagi? Kerja kamu pasti sangat bagus Rin, Jika di kantor cabang kamu sukses, jangan lupa sama kita-kita ya Rin." ucap Sinta lagi.
"Tentu saja aku ingat, mana mungkin aku lupa sama kalian semua. Kalian kan sahabat baikku, kalian selalu membantu aku. Meski pun aku di mutasi di kantor cabang, kalian tetap komunikasi sama aku ya...!" ucap Rina dengan rasa sedih meninggalkan rekan-rekannya.
"Tentu saja, Rin. Aku mana bisa melupakanmu. Kita susah bersama, senang pun harus bersama. Tiap akhir pekan kita bisa berkumpul bersama ya, kita saling berkomunikasi jangan sampai putus tali persahabatan kita." ucap Dewi.
"Iya Rin." celetuk Benny.
"Aku sayang sama Kalian semu, Sinta, Dewi dan kamu Ben." ucap Sinta.
__ADS_1
Kemudian mereka semua membantu membawakan barang-barang Rina ke dalam mobil pick up.
Tak lama setelah itu, mereka pun saling berpelukan mengucapkan salam perpisahan ke Rina.
Setelah semuanya siap, Rina kemudian berangkat menuju lokasi tujuan, yaitu kantor cabang perusahaan di temani dengan sekretaris baru yang dipilih langsung oleh pak Burhan yang bernama Karina.
Karina merupakan seorang pegawai terbaik . Sebelumnya ia ditugaskan oleh Pak Burhan untuk menjadi sekretaris putranya pak Burhan yang bernama Anggara.
Anggara yang merupakan putra dari pak Burhan terbilang sukses dalam menjalankan perusahaan. Terbukti kini ia telah mempunyai 3 cabang anak perusahaannya.
Anggara merupakan anak tunggal dari pak Burhan, kini ia berusia 25 Tahun, namun ia masih belum mau menikah.
Sementara ayahnya sendiri pak Burhan sangat kepingin mempunyai cucu dari putranya itu.
Pak Burhan berencana untuk agar putranya bisa menikahi putri dari Rina yaitu Deva. Namun karena belum cukup umur, Pak Burhan ingin mengadakan pertunangan untuk putranya itu.
__ADS_1
Rina sendiri belum mengetahui rencana dari pak Burhan. Ia masih sibuk bekerja sebagai direktur utama di cabang perusahaan. dari pak Burhan.
Di kantor yang baru ia banyak mendapat tawaran untuk bekerja sama dengan perusahaan lain yang sudah cukup berkembang.
Rina sangat berhati-hati dalam memilih kerja sama dengan perusahaan lain agar perusahaannya tidak mengalami kerugian.
Di kantor tempatnya bekerja ia di bantu oleh Karina, seorang sekertaris yang cukup handal di bidangnya.
Suatu hari pak Burhan mengundang Rina dan putrinya Deva untuk makan malam bersama di rumah pak Burhan.
Rina dan putrinya menghadiri undangan tersebut. Sesampainya mereka di kediaman rumah pak Burhan, mereka disambut dengan acara yang cukup mewah. Mereka berdua sangat tercengang dengan apa yang mereka lihat. Sungguh di luar dugaan apa yang mereka lihat sungguh sangat menakjubkan.
Mereka di sambut oleh para dayang-dayang keluarga pak Burhan.
Mereka pun lantas diantar oleh para dayang ke ruang makan keluarga pak Burhan.
__ADS_1