Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Mutasi ke Tempat Baru


__ADS_3

Dua bulan kemudian, karena prestasinya dalam bekerja. Perusahaan tempat Rina bekerja mengalami kemajuan yang cukup pesat.


Ia memenangkan banyak tender. Oleh karena itu, perusahaan memutuskan untuk membuat cabang baru.


Pak Burhan kepala direktur perusahaan tempat Rina bekerja, memanggil Rina untuk datang ke ruangannya.


"Rin, pak Burhan memanggilmu untuk datang ke ruangannya." ucap Sinta sahabat dekat Rina di kantor.


"Ada apa ya, Pak Burhan memanggilku?" tanya Rina.


"Aku juga tidak tahu Rin, mungkin ada sesuatu yang sangat penting yang akan Pak Burhan sampaikan kepadamu Rin." ucap Sinta.


Setelah merapihkan dokumen-dokumen, Rina pun akan masuk ke ruangan Pak Burhan kepala direktur perusahaan. Dengan rasa cemas, ia melangkahkan kakinya masuk ke ruangan pak Burhan secara perlahan-lahan.


"Masuk Rin, kenapa kamu diam saja di depan pintu!" ucap pak Burhan.


"Aku tidak akan menggigit mu, tenang saja. Kamu tidak usah merasa cemas begitu. Masuk sini!"


"Ah bapak bisa aja, ada apa bapak memanggil saya?" tanya Rina penasaran.

__ADS_1


"Duduklah Rin, jangan berdiri saja." ucap Pak Burhan sambil menggeser sebuah kursi.


"Baik pak." ucap Rina.


"Apa kamu sudah tau, kenapa aku memanggilmu ke mari?" ucap pak Burhan.


"Belum pak" ucap Rina penasaran.


Setelah Rina duduk di kursi, Pak Burhan lalu menjelaskan kenapa ia memanggilnya ke ruangannya.


"Begini Rin, kamu kan tau perusahaan kita sekarang sudah mengalami kemajuan berkat usaha kamu juga. Lalu, saya berencana untuk membuat cabang baru di luar kota. Dan saya mau kamu untuk menjadi direktur utama di cabang perusahaan saya. Kamu mau kan Rin?" ucap pak Burhan.


"Iya Rin, saya percaya kamu bisa menjalankan perusahaan dengan baik. Apakah kamu menolaknya, Rin?" tanya pak Burhan.


"Tidak, Pak. Saya hanya tidak menyangka bola saya terpilih menjadi direktur utama pada cabang perusahaan bapak. Apakah ini benar pak? Apakah bapak yakin, bila saya mampu menjalankan perusahaan bapak?" tanya Rina.


Pak Burhan tersenyum lalu berkata: "Kenapa kamu meragukan kemampuanmu sendiri, Rin. Saya yakin kalau kamu bisa menjalankan perusahaan dengan baik. Buktinya selama ini, perusahaan kita mengalami kemajuan yang cukup pesat atas kerja keras kamu juga. Makanya saya mengangkat kamu menjadi direktur utama pada cabang perusahaan saya."


"Baik pak, saya akan menjalankan perusahaan ini dengan sebaik-baiknya. Terima kasih atas kebaikan bapak kepada saya." ucap Rina sambil menundukkan kepala.

__ADS_1


"Sama-sama Rin. Saya senang mempunyai pegawai seperti kamu. Kamu sangat berbakat dan saya suka dan bangga dengan hasil kerja keras kamu" ucap Pak Burhan.


Sambil menunjukkan maket cabang perusahaan kepada Rina, pak Burhan berkata : "Besok kamu boleh lihat lokasi cabang perusahaan kita yang baru. Aku akan mengantarmu ke sana. Bila sudah siap, kamu bisa bekerja di tempat yang baru."


"Baik pak, siap laksanakan." jawab Rina dengan lantang.


Keesokan harinya, Rina bersiap untuk pergi ke kantor. Tanpa disangka, rupanya Pak Burhan menyuruh pak Tomo yang merupakan sopir kantor untuk menjemput Rina di rumahnya.


Pak Tomo, datang ke rumah Rina pagi-pagi sekali, karena ia tau betul jika Rina berangkat ke kantor pasti ia berangkat sangat pagi.


Pak Tomo memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu gerbang rumah Rina. Saat Rina keluar dari rumahnya. Ia sangat terkejut karena dihadapannya berdiri seseorang yang sedang menunggunya.


Tanpa pikir panjang, ia pun bertanya kepada pak sopir yang menjemputnya.


"Kenapa kamu menjemput saya? Siapa yang menyuruhmu?"


Mendengar pertanyaan Rina yang sangat penasaran Pak Tomo pun menjawab pertanyaan Rina. "Aku kemari karena aku diminta oleh pak Burhan untuk menjemput kamu, Rin. Pak Burhan mengatakan jika hari ini kamu akan pergi ke lokasi cabang perusahaan yang baru. Untuk itulah aku diutus pak Burhan ke mari."


"Iya pak, memang hari ini rencananya saya akan pergi ke cabang perusahaan yang baru. Saya merasa kaget karena tiba-tiba bapak ditugaskan untuk menjemput saya. Sedangkan pak Burhan tidak mengatakan apa-apa kepada saya." ucap Rina.

__ADS_1


__ADS_2