Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Belum selesai permasalahan antara Rio dan Rina yang hampir setiap hari bertengkar karena hasutan dari ibu mertuanya. Sekarang muncul lagi permasalahan baru. Adik Rio yang bernama Hana bersama suami dan anak-anaknya datang ke rumah Rio. Mereka datang tanpa memberitahukan kedatangannya.


"Tok .. tok... tok...


Bu, Bu... buka pintunya Bu."


Teriak Hana dari balik pagar."


"Iya, siapa ya yang datang?"


Sahut ibu dari dalam rumah.


"Ini aku ma, Hana."Jawab Hana.


Ibu mertua Rina membuka pintu keluar dari dalam rumah. Lalu ia merasa kaget atas kedatangan anak dan menantunya itu yang datang tanpa memberitahu sebelumnya.


"Hana... Kenapa kamu datang tanpa memberitahu ibu. Ada apa Hana? Kenapa kalian banyak membawa barang-barang? Apa yang terjadi dengan kalian?"tanya ibunya Rio kepada anak bungsunya Hana


"Mas Tommy berhenti kerja ma, makanya sekarang kami ga punya uang untuk bayar kontrakan. Jangankan buat bayar kontrakan untuk makan saja kami ga punya uang. Kamu mau tinggal di sini aja ma, bolehkan? tanya Hana kepada ibunya.


"Tentu boleh dong, Hana. Kamu kan anak kesayangan mama. Justru mama senang bisa kumpul lagi dengan anak mama. Yuk, masuk .." Jawab ibunya sambil membantu membawakan barang-barang Hana ke dalam rumah.

__ADS_1


"Ma... masak apa? Aku lapar nih ma. Mama ada makanan ga, aku mau makan, anak-anak aku juga belum pada makan." Tanya Hana kepada ibunya.


"Ada makanan di meja makan. Kalau kalian mau makan, silahkan aja. Itu sudah tersedia di atas meja makan." Jawab ibunya lagi.


Mereka pun akhirnya makan makanan yang sudah tersedia di atas meja makan. Bahkan Hana bersama suami dan anak-anaknya menghabiskan makanan tersebut. Setelah mereka merasa kenyang makan. Mereka pun akhirnya tertidur pulas. Tidak lama kemudian Rina pulang kerja, namun sebelum pulang kerja Rina menjemput anak-anaknya dahulu di rumah ibu kandung Rina. Saat mereka tiba di rumah. Dan anak-anak Rina mau makan. Rina terkaget karena makanan yang dia masak tadi pagi dan rencananya mau dimakan siang hari setelah pulang kerja dan menjemput anak-anaknya, makanan itu sudah habis. Tinggal piring-piring kotor saja yang belum dicuci.


Lalu Rina pun menanyakan perihal tersebut kepada ibu mertuanya. Namun ibunya menjawab dengan santai bahwa makanan tersebut sudah dihabiskan oleh anak bungsunya beserta keluarganya. Tentu saja Rina menjadi sedikit emosi. Kenapa bisa-bisanya mereka menghabiskan makanannya. Dengan rasa kecewa lalu Rina masuk ke dalam kamarnya. Ia hendak menaruh tasnya. Betapa kagetnya ia saat masuk kamar. Ia melihat adik iparnya sedang tertidur di kamarnya bersama dengan suaminya.


"Apa yang kalian lakukan di kamarku? Bagaimana bisa kalian masuk ke dalam kamarku tanpa meminta izin terlebih dahulu? Silahkan kalian keluar sekarang juga dari kamarku" Perintah Rina.


"Kenapa kau mengusir kami, ini kamar kakakku. Aku sudah meminta izin kepada ibuku. Jadi apa hak kamu mengusirku dari sini? sudah kamu saja yang keluar, mengganggu saja. Orang lagi enak tidur dibangunkan." Hana menjawab dengan kasar.


"Ma, lihat ini menantu mama. Seenaknya saja dia mengusir aku dari sini. Ini kan tempat tinggal kakakku. Kenapa aku tidak boleh tinggal di sini, Ma?"tanya Hana kepada mamanya.


"Kenapa kamu mengusir adik ipar kamu? Memangnya apa salahnya, Rin? Ini kan rumah kakaknya juga. Jadi dia punya hak untuk tinggal di sini juga. Apalagi mereka sekarang sudah tidak bekerja. Bagaimana bisa adik ipar kamu membayar sewa kontrakan. Sudah biarkan saja ia di sini." Jawab ibu mertuanya Rina.


"Ma, kamar tidur aku dan Diva ditempati siapa ma? Aku mau tidur. Ko ada orang di dalam kamar. Apa mama kenal dengan orang itu, ma?" Tanya Daffa penasaran.


"Itu bibi kamu Daffa, namanya Hana. Mama juga sedang bertanya ke nenekmu. Kenapa mereka ada di sini?" Rina menjawab pertanyaan putra sulungnya.


"Sekarang bagaimana ma? Aku mau istirahat tidur siang. Di mana aku bisa tidur?" Tanya Daffa lagi ke ibunya.

__ADS_1


"Ya udah Daffa kamu tidur di sofa aja dulu. Nanti sepupumu mama akan beritahu untuk pindah tempat." Jawab Rina.


Tak lama kemudian, Rio pulang kerja dari kantor. Ia nampak lelah setelah seharian bekerja. Ia pun segera meletakan tas kerjanya di sofa. Melihat Daffa tertidur di sofa. Lalu Rio bertanya kepada Rina. "Mengapa Daffa bisa tidur di sofa?"


"Rina pun menjawab:"Bahwa Daffa tidur di sofa karena kamarnya ditempati oleh sepupunya dari adik Rio Hana."


Merasa heran, Rio pun menanyakan kembali kepada Rina. "Mengapa adiknya bisa ada di rumah."


Rina menjawab dengan nada rasa kesal karena adik iparnya memaksa tinggal di rumahnya. "Itu adikmu beserta suami dan keponakanmu tuh, sudah ga punya tempat tinggal lagi. Dia memaksa untuk tinggal di sini tanpa izin dariku. Kamu bilang sana sama adikmu untuk segera pindah dari rumahku. Aku tidak suka kalau mereka tinggal serumah denganku."


"Kenapa mereka bisa mau tinggal di sini. Memangnya suaminya sudah tidak bisa menafkahi keluarganya? Di mana mereka sekarang? Aku mau bertemu dengan mereka." Tanya Rio ke Rina.


"Tuh mereka tidur di kamar kita, aku sudah bilang untuk keluar dari kamarku, ia tidak mau. Bahkan ibumu membelanya. Bikin kesal aku saja" Jawab Rina kepada Rio.


Rio pun masuk ke dalam kamarnya. Dan ia melihat Hana dan suaminya sedang tertidur pulas di atas kasurnya. Rio pun memanggilnya "Hana, bangun. Apa yang kalian lakukan di sini? Kenapa kalian bisa di sini tanpa memberitahuku dulu. Memang apa yang terjadi dengan kalian."


"Kak Rio, kamu sudah pulang kak?" Tanya Hana ke Rio.


"Iya, aku sudah pulang. Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaan ku?" Tanya Rio lagi ke Hana.


Suami Hana tertunduk malu, ia diam saja tak berani berkata apa-apa. Lalu Hana yang menjawab pertanyaan Rio. "Kami di sini, karena mas Tommy sudah di PHK kak, sehingga mas Tommy tidak bekerja. Mas Tommy sudah melamar pekerjaan ke mana-mana. Akan tetapi belum diterima juga kerjanya. Ya aku kan sebagai istri gak bisa bantu apa-apa kak. Kakak kan tau sendiri aku tidak bisa bekerja. Jadi kami tidak bisa bayar kontrakan karena tak punya uang. Buat makan saja kami bingung, harus bagaimana. Kasian anak-anakku kak kalau mereka tak punya tempat tinggal. Boleh ya kak aku tinggal di sini bersama suami dan anak-anakku?" Tanya Hana kepada kakaknya Rio.

__ADS_1


__ADS_2