Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Telat datang


__ADS_3

Setelah kami sarapan pagi. Kami mulai bersiap-siap untuk melakukan aktivitas kembali. Kami mandi bergiliran dan setelah itu kami rapi-rapi dan bergegas untuk berangkat berbelanja untuk keperluan tamu yang akan datang. Meski pun tamu yang akan datang ke rumah kami keluarga sendiri, akan tetapi kami harus menyiapkan keperluan yang dibutuhkan untuk menyambut mereka. karena adalah keluarga besar ku yang sudah lama tidak berkunjung ke rumah kami. Suatu kehormatan bagi kami atas kedatangan mereka.


"Ayo Daffa, Deva... kita berangkat sekarang. Nanti kita keburu kesiangan. Kapan sempat kita masaknya!" Ucap Rina kepada anak-anaknya.


"Bentar lagi mah, tunggu... Aku sedang mencari kacamataku. Aku lupa tadi taro di mana. Mama lihat tidak kacamata aku di mana?" Tanya Daffa ke mamahnya


"Bukannya tadi aku taro di kamar mandi. Tadi sewaktu mandi mamah lihat ada di sana. Coba saja kamu cari dulu di sana. Barangkali memang di sana." Jawab mamahnya.


"Iya, kakak ini pelupa sekali. Baru aja ditaruh sebentar sudah lupa taruh ya di mana. Huh dasar kakak payah." Ucap Deva sambil meledek kakaknya.


"Dasar kamu dek, bukan bantuin kakak cari kacamata kakak. Kamu malah mengejek kakak." Ucapnya lagi.


"Maaf... maaf... bukannya tidak mau bantu." hehe....

__ADS_1


"Sudah... sudah.... tidak usah berdebat. Ayo Daffa lekas kamu cari kacamatamu dulu sana. Nanti kita keburu kesiangan jika kalian terus berdebat." Ucap Rina sambil menengahi perbincangan antara kakak beradik itu.


"Baik Bu, aku akan cari kacamataku dulu."


Daffa pun segera kembali ke dalam rumah mencari kacamatanya yang telah hilang.


Sementara itu Rina dan putrinya Deva, menunggu di dalam mobil. Tak lama setelah itu Daffa pun kembali dari rumah. Kemudian ia menghampiri ibu dan adiknya yang tengah menunggunya di dalam mobil.


Sambil membuka pintu mobil, Daffa bilang ke ibu dan adiknya bahwa ia telah menemukan kacamatanya. Ibunya pun mengucap syukur Alhamdulillah kacamata anak sulungnya telah ketemu.


"Baik mah." Timpalnya lagi


Akhirnya mereka pun menuju ke tempat tujuan mereka. Yaitu tempat untuk membeli barang-barang keperluan yang mereka butuhkan. Mereka sibuk memilih-milih barang apa saja yang akan mereka beli untuk menyambut keluarga besar mereka yang akan datang berkunjung.

__ADS_1


Deva dan Daffa memberikan usulan ke ibunya, mereka meminta ibunya untuk membuatkan kue nastar kesukaan neneknya.


"Mah, nenek kan sangat suka kue nastar buatan mamah, bagaimana kalau kita buatkan saja kue nastar kesukaan nenek. Yang lain juga pada suka juga kan?" celetuk Deva.


"Iya mah, kue nastar buatan mamah kan enak, nenek aja suka. apalagi yang lain." "Timpal Daffa."


"Baiklah, bila kalian mau membuat nastar. Ayo kita buat. Sekarang kita cari bahan-bahannya dulu." Ucap Rina tanda menyetujui permintaan anaknya.


Deva mencari tempat di mana bahan-bahan kue diletakkan di supermarket. Ternyata ada di sudut bagian belakang toko.


"Mah ke mari. Aku sudah menemukan tempatnya. Apa saja mah yang kita beli? Di sini ada terigu, gula, mentega, dan masih banyak yang lainnya." Ucap Deva.


"Kita mau buat berapa kilo kue nastar, mah?" Tanya Daffa.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita buat 2 kilo saja, itu cukupkan?" ucap Rina ke anak-anaknya.


__ADS_2