
Setelah beberapa kejadian yang buruk dialami keluarga Rina, kini Rina dan Rio mulai bangkit kembali dari keterpurukan. Rio pun sudah berjanji bahwa dirinya akan berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
"Rin.... maafkan aku ya, aku tahu aku salah selama ini sudah buat kamu kesal, sudah bikin kamu kecewa, sudah banyak menyusahkan kamu... aku berjanji akan berubah menjadi lebih baik lagi. Kamu mau kan maafkan aku Rin...?" tanya Rio.
"Baik mas, aku mau memaafkan kamu, asal kamu benar-benar bertobat ya, tidak mengulanginya lagi." pesan Rina kepada Rio.
"Iya aku janji Rin sama kamu." Ucap Rio lagi.
Setelah beberapa hari kemudian. Kehidupan dan rumah tangga mereka semakin harmonis.
Hubungan pertemanan Rio dengan teman-temannya juga sudah semakin membaik. Mereka sudah berkomunikasi dan bahkan di antara temannya ada yang mengajak liburan bareng.
"Rio... Minggu depan kita jalan yuk, ke Bandung!"
"Hayu... Kebetulan juga anak-anakku ngajakin liburan, bosan katanya di rumah Mulu." sahut Rio.
"Benar ya? Kalau begitu aku akan Carikan mobil sewaan, nanti kita patungan untuk bayar sewa mobilnya. Bagaimana menurutmu?" tanya teman Rio lagi.
"Oke.... aku setuju. Kamu cari kan saja mobilnya yang bagus ya. Agar tidak ada kendala di jalan." ucap Rio lagi."
"Siap bos." Kata teman Rio sambil mengangkat jempol.
Sepulang dari tempat kerjaan Rio dengan gembira, memberitahukan kepada anak-anaknya tentang keinginannya untuk liburan ke Bandung.
"Nak... ada yang ingin ayah sampaikan kepada kalian. Kalian dengarkan ya apa yang ayah sampaikan." Kata ayah sambil meminta anak-anaknya untuk duduk.
"Iya yah... aku akan dengarkan." Jawab anak-anak.
"Daffa... Diva.... Minggu depan kita akan liburan ke Bandung. Kalian persiapkan ya pakaian dan perlengkapan yang akan kalian bawa. Karena di sana kita akan menginap di villa." Ucap ayah kepada mereka.
"Asyik... kita akan jalan-jalan." Jawab mereka dengan penuh gembira.
Sementara itu, ibu mereka (Rina) ke luar dari dapur sambil menyela pembicaraan mereka.
"Hayo.. Apa yang kalian bicarakan. Ibu dengar kalian teriak dengan gembira. Ada apa sih sebenarnya?" tanya Rina dengan penasaran.
__ADS_1
"Ini mah.. ayah ngajakin kita liburan ke Bandung." Jawab Daffa dengan senang.
"Benar itu mas? kamu mau ajak anak-anak ke Bandung?" tanya Rina kepada Rio.
"Iya benar, Minggu depan kita akan ke Bandung. Kamu persiapkan saja, apa yang akan dibawa." ucap Rio lagi.
"Memangnya kamu punya uang mas, ngajakin kita ke Bandung?" tanya Rina sambil mengerutkan dahi kebingungan.
"Kamu tenang saja soal keuangan. Yang penting kita bisa pergi jalan-jalan. Sudah kamu tidak usah khawatir." Jawab Rio.
'Baiklah kalau begitu, aku akan persiapkan apa saja yang akan di bawa." jawab Rina sambil melangkah menuju ke kamar.
Hari yang dinanti-nantikan telah tiba. Mereka akan berangkat ke Bandung bersama.
Semuanya sibuk mempersiapkan bekal selama dalam perjalanan. Di dalam mobil saat perjalanan anak-anak menyanyi dengan gembira. Rio, Rina dan teman mereka pun turut gembira. Ini adalah perjalanan kedua mereka selama mereka bersahabat.
"Yah... putar lagu lain yang gembira ya yah...
Aku sama Diva dan Mika mau karaoke." Pinta Daffa.
"Iya nanti ayah putarkan lagu yang gembira." Sahut Rio sambil mencari lagu yang anak-anak pinta putarkan.
"Asyik... asyik... asyik...
Sekarang kita nyanyi bersama." Teriak anak-anak dengan gembira.
Suasana di dalam mobil tampak gembira dengan nyanyian suara anak-anak yang dengan penuh semangat menambah keceriaan liburan bersama dua keluarga.
Sesampainya di tempat tujuan mereka langsung mencari tempat penginapan terlebih dahulu untuk bermalam di sana. Namun sebelum mendapatkan tempat penginapan, mereka singgah di restauran untuk mengisi perut mereka yang sedang berbunyi. Karena perjalanan yang cukup jauh dan memakan waktu yang lumayan lama, belum lagi mereka di dalam kendaraan bernyanyi-nyanyi sehingga menghabiskan banyak energi yang terkuras.
Untuk itu mereka melipirkan kendaraan mereka di sebuah tempat makan yang tempatnya sederhana namun masakannya cukup enak dan juga tentunya harganya yang relatif murah sehingga bisa terjangkau dengan isi kantong mereka.
"Yah, Daffa pesan ayam bakar ya." pinta Daffa sambil melihat-lihat menu makanan yang tersedia.
"Iya yah Diva juga mau makan ayam bakar juga, jadi Diva ikut pesan ayam bakar juga ya yah." Sahut Diva.
__ADS_1
"Ya udah iya nanti ayah pesankan ayam bakarnya dua porsi. Kamu mau makan apa mah ." Tanya Rio ke Rina yang dari tadi tampak lesu karena sudah sedikit mengantuk.
"Terserah ayah aja, ayam bakar juga boleh." Jawab Rina.
"Baiklah klo begitu ayah pesankan ayam bakar empat porsi. Kalian minumnya mau apa? biar sekalian ayah pesankan juga." Tanya Rio kembali.
"Aku es jeruk yah." Sahut Daffa.
"Aku es teh manis aja yah." Pesan Diva
"Sama yah, mama pesankan saja minumannya es jeruk tapi esnya jangan terlalu banyak." Jawab Rina.
Sementara itu keluarga Budi teman Rio, juga sibuk memesan makanan dan minuman juga untuk keluarganya.
Sambil melepas lelah mereka makan dan minum bersama. Tampak kehangatan dari kedua keluarga yang sudah bersahabat lebih dari lima tahun itu.
Setelah mereka menghabiskan makanan dan minuman yang mereka pesan. Lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari penginapan. Dari beberapa penginapan yang mereka cari semuanya hampir penuh sudah dipesan oleh beberapa keluarga lain yang juga liburan di Bandung.
Dari sekian banyak penginapan yang ada tersisa tiga penginapan lagi yang belum mereka kunjungi.
Mereka sangat berharap dari ketiga penginapan itu, ada salah satu yang masih kosong agar mereka bisa beristirahat dan bermalam di sana.
Akhirnya dari ketiga penginapan itu, salah satunya ada yang masih kosong sehingga akhirnya mereka memutuskan untuk bermalam di sana.
"Mas, kamu yakin kita akan bermalam di sini?"Tanya Rina kepada Rio.
"Iya mah, memangnya kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Rio lagi.
"Iya.. Rio. Kamu bener-bener 'yakin kita akan bermalam di sini?" Tanya Budi ikut menimpali.
"Iya kita akan bermalam di sini. Kalian kan tau dari tadi kita sudah mutar-mutar cari penginapan namun semuanya penuh sudah terisi. Tinggal penginapan ini saja yang masih kosong." Ucap Rio.
"Tempatnya cukup menyeramkan mas, aku takut. Suasananya juga agak gelap. Apa kita bisa tidur di sini?" Ucap Rina sambil agak merinding bulu kuduknya.
"Sudah, kalian tidak usah berpikiran yang macam-macam. Kita berdoa saja semoga tidak terjadi apa-apa selama kita menginap di penginapan ini." Ucap Rio sambil menenangkan mereka yang sedang sedikit ketakutan.
__ADS_1