Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Kue kebahagian


__ADS_3

Sekembali ke rumah setelah seharian mereka menghabiskan waktu di luar sana. Mereka pun beristirahat sejenak untuk melepaskan rasa lelah. Deva rupanya orang yang paling merasa lelah sehingga ia pun tertidur dengan pulas. Sementara itu Daffa rupanya menahan rasa kantuknya agar tidak tidur untuk membantu ibunya membuatkan kue yang rencananya akan dibuat mereka sekembali berbelanja tadi pagi. Namun, karena mereka mampir ke rumah temannya Daffa, oleh karena itu mereka kembali ke rumah hampir sore. Terlebih karena tubuh putranya yang cukup lelah. Akhirnya Rina pun tidak tega dan menyuruh putranya untuk tidur sejenak dan seperti adiknya yang sudah tertidur pulas. Rina juga ikut menemani mereka tidur. Setelah beberapa saat kemudian, Rina pun terbangun dari tidurnya.


Melihat putra dan putrinya tertidur dengan lelahnya. Iya pun tak tega untuk membangunkan mereka berdua. Namun, Rina merasa kewalahan jika pekerjaannya di lakukan sendiri. Tapi mau tidak mau ia harus menyelesaikan pembuatan kue yang nantinya akan dihidangkannya untuk menyambut keluarga mereka.


Rina pun dalam hati berkata " Aku harus menyelesaikan ini semua, aku tidak tega membangunkan mereka berdua. Mereka tampak lelah, kasihan mereka jika aku paksakan untuk membantuku membuat kue."


Rina pun membuat kue dengan cepatnya karena ia merasa khawatir jika tamu undangannya keburu datang ke rumah. Iya tampak sibuk mondar mandir mengerjakan proses pembuatan kue seorang diri.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Daffa terbangun dari tidurnya. Iya melihat ibunya sibuk seorang diri membuat kue, ia pun merasa tidak tega. Ibunya juga sama sepertinya, pasti merasa lelah karena seharian keluar rumah.


Daffa beranjak dari tempat tidurnya. Lalu, ia menghampiri ibunya yang dari tadi tampak sibuk mondar-mandir agar kue yang dibuatnya tidak hangus. Iya pun bertanya kepada ibunya, kenapa ia tidak membangunkannya. Kan ia juga bisa membantunya di dapur. "Bu, kenapa ibu tidak membangunkan aku, aku kan juga bisa dan ingin membantu ibu membuat kue itu."


Rina menatap putranya dan berkata "Ibu tidak tega membangunkanmu. Karena ibu tau kamu pasti sangat lelah. Jadi ibu membiarkanmu tetap beristirahat di kamarmu. Ibu berterima kasih kepadamu karena kamu sudah jadi anak yang baik dan mau membantu ibu."


"Aku kan anak ibu. Aku anak laki-laki sudah seharusnya aku melindungi ibu dan adikku." Sahut Daffa sambil bersiap-siap untuk membantu ibunya itu.

__ADS_1


"Sekarang, apa yang dapat aku lakukan, Bu untuk membantu, Ibu?" ucap Daffa lagi dengan penuh semangat.


"Ya, sudah. Sekarang ayo kita buat kue ini bersama-sama." Jawab Rina kepada putra kesayangannya itu.


Akhirnya mereka pun membuat kue bersama-sama. Mereka sibuk saling bantu satu sama lain. Tak berapa lama kemudian kue yang mereka buat bersama akhirnya dapat mereka selesaikan. Keduanya pun tampak senang.


"Alhamdulillah, kuenya sudah selesai dibuat. Terimakasih ya Daffa sudah membantu ibu menyelesaikan kue ini." Ucap Rina kepada putranya dengan penuh rasa bangga.

__ADS_1


Daffa pun membalas ucapan ibunya itu dengan rasa senang: "Iya Bu, sama-sama. Sudah kewajiban aku untuk membantu ibu. Aku tidak akan membiarkan ibu susah sendirian. Susah dan senang sama-sama kita pikul bersama."


Mendengar perkataan putranya itu, Rina sangat senang. Keduanya pun tampak bahagia bersama.


__ADS_2