Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Gadis Penolong


__ADS_3

Mendengar pertanyaan Daffa, Rina pun kemudian menceritakan kronologisnya. Bahwa saat putranya sedang kuliah, ia kedatangan seorang gadis yang mengaku sebagai kekasih dari putranya itu. Iya menceritakan bahwa ia mengandung janin hasil hubungannya dengan Daffa, sontak saja mendengar pengakuan gadis itu Rina sangat panik. Lalu, ia langsung menelpon putranya itu untuk mendapatkan penjelasan. Namun, ketika ia menelponnya, Daffa tak menjawab telponnya. Karena ia sedang berada di ruang kuliah.


Lalu, ia pun menanyakan kepada gadis itu, kebenaran ucapan yang ia katakan itu tentang putranya. Lalu, ia pun meminta gadis itu Test kehamilan dan mengajaknya ke rumah sakit. Saat itu juga, gadis itu pun izin pamit pulang tidak bisa berlama-lama karena ia mengatakan bahwa kakaknya berada di dalam mobil sedang menunggunya. Saat ia pulang, Rina mengatakan kepada putranya bahwa ia mengikuti gadis itu sampai ke sebuah mobil yang terparkir di jalan.


Dan ia melihat ada seorang laki-laki di dalam mobil tersebut yang sedang menunggunya. Tampaknya laki-laki itu sebaya dengan putranya.


Lalu, Rina pun bertanya kepada putranya: " Apakah kamu mengenal dengan gadis itu."


Daffa tersenyum lalu mengatakan: " Apakah aku pernah membohongi ibu. Aku selalu bersama ibu dan Deva. Aku keluar hanya untuk kuliah saja. Ibu percaya kan bahwa aku tidak pernah jalan dengan perempuan."

__ADS_1


Mendengar penjelasan Daffa, Rina pun sedikit lega.Masih sedikit penasaran, lantas ia bertanya lagi kepada Daffa : "Lalu, siapa gadis itu? Apakah kamu kenal dengan dia?"


Untuk menenangkan pikiran ibunya, Daffa pun menjelaskan sosok gadis yang dimaksud oleh ibunya itu. Ia menceritakan bahwa sebenarnya pernah ada seorang gadis yang pernah menghampirinya bahkan menyukainya. Akan tetapi Daffa tidak menyukai gadis itu, ia pun menolaknya dengan baik. Tetapi gadis itu tidak terima dengan penolakan Daffa, ia mengancam akan merusak nama baiknya.


Rina bertanya lagi kepada putranya : "Bagaimana bisa ia mengenalmu? Dari mana asal gadis itu?"


Daffa pun menjawab :" Gadis itu sebenarnya adalah orang yang pernah menolongku di saat aku terjatuh dari motor. Ia membawa motorku ke bengkel dan membayar semua biaya perbaikan motorku. Sejak itu ia selalu datang menemui aku, Bu."


"Aku hanya menemuinya beberapa kali saja. Itu pun saat aku sedang tidak ada mata kuliah."

__ADS_1


"Sepertinya gadis itu menyukaimu Daffa." ujar Rina kepada putranya.


"Iya, sepertinya begitu. Tetapi aku tidak suka dengan sikapnya Bu . Ia memiliki sikap yang arogan. Dan aku rasa ia merupakan gadis yang manja. Ia anak konglomerat yang ada komplek ini Bu. Walaupun ia gadis yang cantik, namun para lelaki di komplek ini enggan mendekatinya. Karena sikapnya yang arogan merasa dirinya putri konglomerat." Jawab Daffa.


"Lalu, apakah kamu tau jika ia akan datang ke rumah menemui ibu?" Tanya Rina lagi.


"Entahlah Bu, aku tidak tau kalau ia sungguh berani menemui ibu. Aku pikir ia akan menyerah karena aku telah menolaknya. Rupanya aku salah, ia sungguh gadis yang sangat pemberani. Apalagi aku juga sangat terkejut mendengar bahwa ia datang ke rumah dan mengatakan yang tidak-tidak. " jawabnya.


"Apakah benar kamu tidak menyukainya gadis itu? Sepertinya ia sangat manis." ucap Rina sambil meledek putranya.

__ADS_1


"Aku kan pernah berjanji kepada ibu, bahwa aku akan serius kuliah."


__ADS_2