
Setelah Deva dan Angga selesai berbincang-bincang di teras. Rina yang sedang berdiskusi bersama dengan pak Burhan untuk membicarakan masalah perjodohan anak-anak mereka. Tampaknya pembicaraan mereka sudah selesai. Dan Rina pun ijin pamit pulang ke rumah.
Namun, sebelum pulang ke rumah Rina memanggil putrinya Deva yang masih berada di teras bersama Angga.
"Deva, ayo kita pulang. Hari sudah semakin larut. Nanti kita bisa kemalaman di jalan." Ajak Rina kepada Deva.
"Baik mah, ayo kita pulang." sahut Deva.
Sebelum mereka berdua pulang. Deva berpamitan dulu kepada Angga. " Maaf ya mas, aku pulang dulu. Sudah malam, ibu aku sudah mengajak aku pulang." ucap Deva sambil berpamitan pulang.
"Iya Dev. Ayo aku antar pulang." ucap Angga.
"Nggak usah mas, aku naik taksi aja bersama ibu." ucap Deva.
"Ayo, Dev lekas." Panggil Rina kepada putrinya.
"Iya mah, tunggu sebentar." sahut Deva lalu berjalan menghampiri ibunya sedang menunggu berdiri menunggunya.
__ADS_1
"Ayo Dev, kamu Salim dulu sama pak Burhan." ucap Rina.
"Baik mah. Om Deva pamit pulang dulu ya om." ucap Deva sambil mencium tangan pak Burhan.
"Iya, Dev. Kamu hati-hati ya di jalan. Biar nanti Angga yang akan mengantar kalian berdua pulang. Ucap pak Burhan kepada Deva dan Rina.
"Angga, kamu antar ya Tante Rina dan Deva. Kasihan mereka, sekarang sudah malam." ucap pak Burhan kepada Angga.
"Iya pah, tadi juga Angga berniat untuk mengantar Deva dan ibunya pulang.
"Iya, kamu boleh pake mobil papah untuk mengantar mereka pulang." ucap Pak Burhan lalu memberikan kunci mobilnya kepada putra kesayangannya.
"Nggak usah om, Deva sama mamah pulang naik taksi aja." ucap Deva.
"Jangan Dev, ini sudah larut malam. Biar kalian diantar sama Angga saja." ucap pak Burhan.
"Kalian Tungga saja sebentar. Angga akan mengambil mobil dulu." ucap pak Burhan.
__ADS_1
Lalu, mereka berdua pun akhirnya menunggu Angga untuk mengambil mobilnya. Lalu, setelah Angga sudah berada di parkiran dan hendak mengantar Rina dan Deva pulang ke rumah.
Mereka berdua pun akhirnya pulang ke rumah di antar oleh Angga.
Keesokan harinya, ketika Deva sedang berada di sekolah. Ia teringat dengan Perkataan Angga yang berniat untuk bertemu dengannya. Lalu, ia memutuskan untuk tidak berkumpul dengan teman-temannya yang berniat mengadakan kerja kelompok.
Hal ini dilakukannya karena ia merasa kasihan dengan Angga, yang ingin mengajaknya bertemu. Meski baru pertama kali bertemu dengan Angga, Deva sendiri sudah menaruh hati pada sosok Angga sebagai laki-laki pekerja keras yang tidak hanya memanfaatkan kekayaan ayahnya. Ia juga bersimpati padanya, meskipun beliau tidak mempunyai ibu. Namun, ia bisa menjadi sosok laki-laki yang bertanggung jawab. Walaupun ayahnya seorang pengusaha sukses, ia bisa meneruskan impian ayah dan ibunya.
Siang itu, setelah bel sekolah berbunyi, Deva menghampiri Dini, Tono, Romo dan Lastri.
"Sorry ya teman-teman, sepertinya aku hari ini tidak bisa berkumpul bersama kalian untuk mengerjakan tugas kelompok kita." ucap Deva.
"Memangnya ada apaan si Dev, kok tumben kamu tidak bisa ikut kita?" celetuk Lastri penasaran.
"Ada hal yang harus aku lakukan setelah ini. Maaf ya." ucap Deva sambil memohon maaf.
"Tanpa kamu, rasanya kurang seru Dev, iya kan Ton?" ucap Dini.
__ADS_1