Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Pusat Perbelanjaan


__ADS_3

"Sepertinya cukup mah." Jawab Daffa.


Setelah mereka membeli bahan-bahan untuk membuat kue dan barang-barang keperluan mereka. Mereka pun meninggalkan pusat perbelanjaan. Namun sebelum mereka meninggalkan pusat perbelanjaan Deva mengajak ibu dan kakaknya makan dulu, karena ia merasa perutnya sangat lapar. Melihat anaknya yang sudah lapar. Rina pun akhirnya membelikan makanan untuk mereka santap.


Selama mereka makan, Daffa berbincang-bincang dengan adik dan ibunya. Dan ia berencana ingin mengajak ibu dan adiknya mampir sejenak ke kediaman sahabatnya. Karena ia sudah berjanji untuk mengunjungi sahabatnya itu. Kebetulan rumahnya tidak jauh dari pusat perbelanjaan dan searah pulang dengan mereka.


Karena searah akhirnya ibu dan adiknya Deva, menyetujui permintaan Daffa untuk mampir sejenak berkunjung ke rumah sahabat putranya itu.


Setelah selesai makan mereka pun berlalu pergi ke parkiran mobil dan segera masuk ke dalam mobil. Mereka berangkat menuju lokasi tempat sahabat putranya berada.


Jalan yang mereka lalui berliku-liku, sehingga mereka agak berhati-hati untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

__ADS_1


Sebelum berangkat ke rumah sahabatnya Daffa menghubungi temannya terlebih dahulu agar temannya tersebut menunggu di jalan dekat rumahnya.


Setelah mereka hampir sampai, temannya Daffa sudah menunggu mereka di tepi jalan. Lalu, temannya itu mengajak mereka masuk ke dalam rumahnya. Rupanya di sana orang tua dari sahabatnya itu sudah mempersiapkan berbagai macam hidangan untuk menyambut Daffa beserta orang tuanya.


"Assalamu'alaikum"... ucap Daffa ketika ingin masuk ke dalam rumah temannya itu.


"Waalaikumsalam", jawab salam yang diucapkan Daffa dan keluarganya.


"Iya tidak apa-apa Bu, terima kasih banyak, sudah diperkenankan main ke rumah." ucap Daffa sambil bersalaman lalu masuk ke dalam rumah.


"Rumahnya nyaman Bu, adem tidak begitu panas. walau pun kecil akan tetapi enak ditinggali" ucap Rina sambil melihat lihat arah sekitar rumah sahabat putranya itu.

__ADS_1


"Iya, mah... enak rumahnya. adem ga panas kaya di tempat tinggal kita harus pake AC baru bisa sejuk." celetuk Deva.


"Alhamdulillah Bu, bila rumahnya nyaman. Semoga pada betah main di rumah kami ini yang lumayan sempit." ucap ayah temannya itu. "Bu, Daffa dan adik silahkan diminum air tehnya."


"Iya, pak Bu, terimakasih sudah repot-repot." ucap Rina sambil meminum segelas air teh yang sudah dipersiapkan sebelumnya.


"Tidak repot kok Bu, justru kami senang Daffa dan keluarga bisa berkunjung ke rumah anak kami." Ucap orang tua sahabat karib Daffa.


Mereka pun berbincang-bincang cukup lama, Rina, Deva, dan Daffa sungguh merasa senang bisa bersilaturahmi ke keluarga yang cukup hangat itu. Tanpa terasa waktu menunjukkan sudah hampir jam 2 sore. Karena asyik berbincang-bincang mereka lupa bahwa mereka akan kedatangan keluarga besar yang akan berkunjung ke rumah Rina dan anak-anaknya. Akhirnya mereka pun memutuskan untuk segera pulang dan melanjutkan perjalanan mereka.


"Mah, kenapa kita jadi lupa ya, padahal kan kita menemani kak Daffa ke rumah temannya hanya sebentar, kok jadi lama ya?" ucap Deva sambil garuk-garuk kepala.

__ADS_1


"Iya, Deva... mamah juga jadi lupa. Keasyikan ngobrol tanpa terasa sudah cukup lama kita di sana. Mereka keluarga yang hangat dan rumah mereka membuat kita nyaman berada di sana." jawab Rina sambil tersenyum.


__ADS_2