Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Teman Curhat


__ADS_3

Keesokan harinya Deva seperti biasa berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepedanya. Tanpa sengaja ia bertemu dengan dua orang pemuda yang berperawakan tinggi dengan tampang seperti preman.


Dalam perjalanannya ke sekolah, lalu ia dihadang oleh dua pemuda tersebut.


"Hai, cantik. Mau ke mana sih buru buru sekali?" tanya salah satu pemuda tersebut.


"Iya, mau ke mana si neng. Boleh dong kenalan dulu dengan kita kita." sambung pemuda lainnya.


"Maaf ya, mas. Saya mau buru-buru ke sekolah. Permisi." ucap Deva.


"Temani kita dulu dong neng. Nanti setelah itu kamu boleh pergi. Iya kan, Ren?" ucap salah satu pemuda tersebut sambil mencolek tangan Deva.


"Ih, apa sih mas. Seenaknya saja pegang-pegang." ucap Deva.


"Tapi kamu suka kan." ucap pemuda tersebut.


Hahaha...


Kedua pemuda tersebut tertawa dengan terbahak-bahak.


Kebetulan jalanan yang di lewati oleh Deva cukup sepi. Walaupun jalanan tersebut lebih dekat aksesnya ke mana-mana. Akan tetapi banyak orang yang tidak mau melewatinya.


Jalanan tersebut sering terjadi pembunuhan.

__ADS_1


Awalnya Deva tidak ingin melewati jalanan tersebut. Namun, karena hari ini akan ada ujian sekolah, dan kerena Deva telat berangkat ke sekolah. Makanya terpaksa melewati jalanan tersebut.


Tanpa ia sadari dua orang pemuda dengan tampang yang cukup menyeramkan telah mengincarnya dari sebelum ia berangkat sekolah.


Pada kesempatan itulah, dua pemuda tersebut telah mengganggu dan menggoda Deva.


Untung saja, ada tiga orang polisi yang sedang patroli. Kemudian polisi tersebut menghampiri Deva yang sedang ketakutan. Merasa kejahatannya akan diketahui oleh ketiga polisi tersebut. Dua orang pemuda yang telah mengganggu Deva, akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan Deva.


Deva merasa sangat bersyukur, akhirnya apa yang ia takutkan tidak terjadi.


Iya pun segera menceritakan tentang kejadian tidak mengenakan yang telah dialaminya kepada polisi tersebut.


Akhirnya Deva dikawal oleh polisi berangkat ke sekolah.


Sesampainya di sekolah, teman sekelasnya yaitu Tono, Dini dan Lastri segera menghampiri Deva.


Mereka semua sangat terkejut melihat Deva ke sekolah didampingi oleh tiga orang polisi.


Deva yang masih sedikit syok dengan kejadian yang telah dialaminya. Tak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada para polisi yang telah mendampinginya.


Dini, salah satu teman dekat Deva. Segera bertanya kepada Deva, mengapa ia sampai dikawal oleh para polisi.


"Kamu kenapa Dev, Kok kamu ke sekolah dikawal sama polisi?" tanya Dini penasaran.

__ADS_1


Setelah diam sejenak, Deva pun akhirnya menceritakan tentang kejadian yang telah dialaminya tersebut.


Iya bercerita hampir saja ia menjadi korban kejahatan oleh dua orang pemuda bertampang preman.


"Kenapa kamu sampai diganggu oleh para preman?" tanya Tono.


"Aku tadi pagi bangun telat.


Jadi aku terburu-buru berangkat ke sekolah." jawab Deva.


Memangnya kamu berangkat lewat mana Dev?" tanya Lastri.


"Aku berangkat ke sekolah lewat jalan sempit." jawab Deva


"Memangnya kamu tidak tau, kalau tempat tersebut jalannya sepi? celetuk Dini


"Iya, aku tahu. Tapi kamu kan tau kalau hari ini kita ada ujian dari Bu Sri" ucap Tono.


"Iya, untung kamu selamat, Dev. Kalau tidak mungkin kamu sudah menjadi korban kejahatan mereka." Ucap Dini.


"Iya, hampir saja." ucap Deva.


Sementara itu, kedua pemuda yang bertampang sangar telah mengganggu Deva, akhirnya ditangkap oleh polisi.

__ADS_1


__ADS_2