Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Kedatangan keluarga Besar


__ADS_3

Pagi itu hari mulai hujan rintik-rintik, airnya jatuh membasahi daun-daun yang melambai-lambai laksana menyapa diri ini yang sedang kedinginan serasa diguyur air hujan.


Tercium pula bau masakan yang menggoda selera makan berasal dari rumah tetangga sebelah. Terasa pula ingin mencicipi masakan yang lezat itu.


Dalam lamunanku tiba-tiba terdengar suara "tok-tok" ada yang memanggil-manggil dari balik pintu rumahku.


"Assalamu'alaikum Bu Rina." suara Bu Eni yang memanggilku dari balik pintu.


Ku hampiri suara itu, lalu ku buka daun pintu yang terletak itu. Rupanya ada Bu Eni yang membawakan hidangan lezat untuk kami sekeluarga bersantap.


"Waalaikumsalam, ternyata Bu Eni, ada apa Bu?" jawab Rina membukakan pintu.


"Ini Bu, saya bawakan makanan dari rumah, kebetulan aku masak banyak. Alhamdulillah bisa berbagi, buat sarapan Bu Rina dan anak-anak. Semoga suka ya Bu masakan saya." Tutur Bu Eni sambil menyerahkan bawaannya ke Bu Rina."

__ADS_1


"Ya Allah Bu, masya Allah... tabarakallah... ini juga Alhamdulillah Bu kami jadi bisa sarapan pagi tanpa masak. Terima kasih ya Bu, semoga berkah ya Bu!" Tutur Rina.


"Alhamdulillah bila Bu Rina senang." "kalau begitu saya permisi dulu ya Bu, masih ada urusan yang harus saya selesaikan." ucap Bu Eni sambil berlalu dari rumah Rina.


"Mah, ada siapa mah yang datang?" tanya Daffa keluar dari kamar. "Mamah pegang apa tuh, baunya enak sekali?" ucapnya lagi.


"Ini makanan dari tetangga sebelah, untuk kita sarapan. Mereka masak banyak, alhamdulilah kita misa ikut merasakan masakan mereka." ucap ku sambil memperlihatkan makanan yang ada di tangan.


Aku pun meletakkan piring berisi makanan di atas meja. ku siapkan pula piring kecil untuk sarapan kami bertiga.


"Baik mah, aku akan bangunkan adik." jawab Daffa.


"Deva bangun, ibu nyuruh kamu bangun. kita sarapan dulu kata ibu. Ayo bangun Deva."ucap Daffa memanggil-manggil membangunkan adiknya.

__ADS_1


"Ada apa sih kak, ini kan masih pagi. Deva masih mengantuk. Nanti saja ya kak, Deva bangunnya." Ucap Deva sambil membalikkan. badan dan guling nya.


"Kamu harus bangun sekarang, Deva. Ibu menyuruh kamu bangun. nanti kata ibu kita akan pergi berbelanja karena kita akan kedatangan keluarga besar kita. makanya kita harus segera bersiap-siap. "ucapnya lagi sambil menarik tangan adiknya.


"apa... kita akan kedatangan keluarga besar? benarkah itu kak? kakak tidak sedang membohongi aku kan?" jawab Deva penasaran.


"Serius, tanya aja sama mamah. masa kakak berbohong." jawabnya lagi.


Lalu, Deva pun beranjak dari tempat tidurnya dan segera merapikan selimut dan tempat tidurnya.


Setelah semuanya rapi, Deva keluar kamar dan dilihatnya makanan yang sudah tersedia di atas meja. Lalu ia pun mengambil sedikit makanan dan memasukkannya ke dalam mulutnya.


Melihat kelakuan putrinya, Rina pun menegur manja putri kesayangannya itu. "Cuci muka dan cuci tangan dulu sana, kita akan sarapan bersama. Kasian kakakmu sudah lapar dari tadi menunggumu bangun." ucapku kepada putriku.

__ADS_1


"Iya, kamu nih lama banget, kakak sudah lapar tau dari tadi nunggu kamu bangun. Dibangunin nya susah kamu itu." Ucap Daffa sambil mengejek adiknya.


"Sudah-sudah, ayo kita segera sarapan." Ucapku lagi.


__ADS_2