Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Tak mau menyerah


__ADS_3

Mendengar ucapan putranya yang benar-benar ingin serius kuliah, hari Rina sangat senang sekali karena putranya tak melupakan janji kepada ibunya.


Di saat percakapan antara ibu dan anak itu sedang berlangsung, tak mau kalah, Deva pun turut serta dalam perbincangan itu. Ia menjadi penyemangat untuk kakaknya agar bisa menyelesaikan kuliahnya. Melihat adiknya yang sangat ceria memberinya semangat Daffa pun menjadi lebih semangat lagi untuk menunjukkan jati dirinya. Ia sangat senang sekali keluarga kecilnya saling support bersama. Terlebih ibunya yang single parent, meskipun begitu ibunya selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk putra putri tercintanya. Tak mengenal kata lelah, walaupun harus bekerja keras siang dan malam, namun ia tidak menunjukkan rasa lelahnya di hadapan anak-anaknya. Iya merupakan sosok ibu yang luar biasa. Selalu menjadi kebanggaan putra putrinya. Begitu pula dengan adiknya, Deva. Meskipun ia masih kanak-kanak, namun pikirannya cukup dewasa. Ia tidak merepotkan ibu dan kakaknya.


Beberapa hari kemudian, di saat Rina ingin mengantarkan putrinya bersekolah. Rina bertemu dengan mantan suaminya di jalan, yaitu Rio.


Deva orang yang pertama kali melihat ayahnya di perjalanan ketika hendak berangkat ke sekolah. Di saat yang bersamaan lampu lalu lintas di perempatan jalan menunjukkan lampu merah. Kemudian Deva memanggil ayahnya dari balik kaca mobil: "Ayah.... mau pergi ke mana?"


Mendengar teriakan panggilan dari balik kaca mobil, Rio yang mendengar suara seperti putrinya lalu ia menoleh ke arah samping mobilnya. Benar saja itu rupanya Deva putrinya yang memanggil-manggil namanya.

__ADS_1


Rio pun menoleh seraya menjawab pertanyaan putrinya, Deva dan ia pun berucap dan bertanya "Ayah hendak pulang dari bekerja." Kamu sendiri baru mau jalan ke sekolah ya, Nak?"


"Iya yah, aku mau berangkat ke sekolah." Kenapa jam segini ayah pulang dari bekerja?" Apakah ayah kerja shift malam?" Tanya Deva kepada ayahnya.


"Iya Nak, ayah pulang kerja shift malam." "Semoga kalian sehat-sehat terus ya, Nak."Jawab Rio terhadap pertanyaan putrinya.


Tak lama kemudian, lampu lalu lintas menunjukkan warna hijau. Pertanda perjalanan harus segera dilanjutkan. Dan obrolan mereka pun terputus di tengah jalan. Sebelum mereka berpisah, Rio memberikan sebuah amplop berwarna coklat, yang ia berikan kepada putrinya lewat jendela kaca mobil. Ketika mereka berpisah. Deva yang menerima pemberian ayahnya sebuah amplop berwarna coklat, kemudian membukanya lalu menunjukkannya kepada ibunya. "Wah rupanya ayah memberikan aku sejumlah uang mah." ucap Deva kegirangan.


Mendengar putrinya menyebutkan nominal sejumlah uang. Rina pun berpesan kepada putrinya untuk tidak menghamburkan uangnya. Dan ia pun menyarankan agar putrinya itu berhemat dan bisa menabung untuk keperluannya selama bersekolah.

__ADS_1


"Mah, ayah memberikan uang jajan kepadaku sebesar 5 juta." "Apa yang harus aku lakukan dengan uang ini ya mah?" ucap Deva.


Ibunya pun menjawab beberapa pertanyaan dari putrinya." Sebaiknya kamu simpan saja uang dari ayahmu, Nak!" Untuk keperluan kamu jajan, bukankah mamah sudah memberikan bekal uang jajan untukmu." Ucap Rina kepada putrinya.


"Iya mah, aku akan menyimpan uang pemberian dari ayah." ucap Deva sambil menghitung jumlah uangnya lalu memasukkannya ke dalam tas.


"Baguslah kalau kamu mengerti, Kamu harus menyimpannya baik-baik selama kamu sedang berada di sekolah. Jangan sampai hilang!" ucap Rina memberikan wejangan kepada putrinya.


"

__ADS_1


__ADS_2