Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Tamu yang ditunggu Tiba


__ADS_3

Setelah mereka selesai membuat kue. Akhirnya mereka merasa lega, karena mereka telah menyelesaikan semuanya sebelum tamu yang sangat mereka harapkan tiba. Sekarang mereka bersiap-siap untuk menyambut kedatangan tamu yang sangat spesial dan mereka harapkan. Daffa pun segera membangunkan adiknya untuk bersiap-siap mandi sebelum kedatangan tamu dari kerabat dekatnya. Sementara itu, Rina mandi terlebih dulu. Karena ia orang yang paling sibuk di antara mereka. Sedangkan Daffa mandi paling terakhir setelah ia membangunkan adiknya untuk mandi. Begitulah mereka mandi bergantian.


"Daffa, setelah mandi nanti kamu bantu ibu memindahkan meja ke ruang tamu." ucap Rina kepada putranya.


"Kenapa harus dipindahkan ke ruang tamu, mah?" tanya Daffa keheranan.


"Saudara kita yang datang cukup banyak. Meja kita yang di ruang tamu sangat kecil dan tidak akan cukup untuk meletakkan makanan yang akan kita hidangkan untuk mereka. Sedangkan mereka pasti sangat lapar setelah mereka melakukan perjalanan jauh." jawab Rina lagi sambil menjelaskan mengapa meja dipindahkan ke ruang tamu.


"Oh begitu, rupanya." jawab Daffa.


Lalu, Daffa pun bertanya lagi. "Memangnya selain kue kita menghidangkan apa lagi, mah?"


" Selain kue, tadi juga mamah sudah memesan katering dari teman mamah. Sebentar lagi akan diantar ke rumah. Nanti kamu bantu mamah ya untuk membawakannya ke dalam." ucap Rina lalu ia sambil menelpon temannya menanyakan sudah sampai di mana pengiriman katering pesanannya itu.

__ADS_1


Tak berapa lama, setelah Rina menelpon temannya itu. Akhirnya katering pesanannya itu tiba diantar oleh suami dari temannya itu.


"Maaf ya Bu, pesanannya agak lama sampainya. Tadi di jalan agak macet." ucap suami dari temannya itu.


"Tidak apa-apa, Pak. Ini juga sudah Alhamdulillah pesanannya tepat waktu sesuai perkiraan saya. Tadi saya sudah menelpon Tiwi istri bapak katanya ia tidak bisa ikut mengantar pesanannya." ucap Rina sambil mengecek jumlah pesanannya itu.


"Ngomong-ngomong, pesanannya ini mau ditaruh di mana, Bu?' tanya suami dari temannya itu.


"Taruh di atas meja sini aja, Pak. Nanti biar saya dan putra saya yang akan memindahkannya ke dalam." jawab Rina.


"Tunggu sebentar pak, saya nitip kue buat istri bapak, kebetulan tadi saya buat banyak." terang Rina.


"Alhamdulillah... Terimakasih banyak ya, Bu. Titipannya akan saya sampaikan kepada istri saya." Jawab suami temannya itu.

__ADS_1


Setelah suami temannya itu pamit pulang. Rina dan Daffa lalu memindahkan katering pesanannya itu ke dalam ruang tamu. Tak berapa lama kemudian, tamu dari kerabatnya itu yang sangat mereka tunggu-tunggu akhirnya tiba juga ke rumah Rina dengan selamat.


"Assalamu'alaikum, Rina." ucap salam dari salah satu kerabatnya itu.


"Waalaikumsalam... Nenek, Deva sangat senang akhirnya nenek tiba juga di rumah Deva dengan selamat." jawab Deva kegirangan karena ia bisa bertemu dengan neneknya lagi setelah cukup lama ia tidak bertemu.


"Ayo, masuk... Nek." Deva mengajak nenek, dan kerabat yang lainnya juga untuk segera masuk ke dalam rumah.


"Oh, iya... di mana ibumu Deva?" tanya neneknya.


"Mamah dan kak Daffa sedang membeli air Aqua di warung tetangga dekat sini. Sebentar lagi juga akan pulang." jawab Deva.


"Assalamu'alaikum... " ucap salam Rina sekembali mereka ke rumah.

__ADS_1


"Waalaikumsalam... Tuh mamah sudah pulang, Nek. jawab Deva kepada neneknya.


__ADS_2