Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Bukit Pelangi


__ADS_3

Angga dan Deva akhirnya berangkat ke luar kota dengan mengendarai mobil yang biasa digunakan oleh Angga.


Mereka berdua menuju bukit pelangi, di mana tempat tersebut ramai dikunjungi oleh para pasangan kekasih.


"Ayo turun, kita sudah sampai." ajak Angga.


"Ini tempat apa mas? kenapa kita ke sini?" tanya Deva.


"Ada yang ingin aku perlihatkan ke kamu." ucap Angga lalu menggandeng tangan Deva.


Mereka pun berlari ke tempat yang ingin ditunjukkan oleh Angga.


Sesampainya mereka di sana. Deva sangat terkagum melihat pemandangan tempat tersebut.


"Wah, bagus sekali. Tempat apa ini, mas?" ucap Deva sambil terkagum-kagum.


"Ini tempat yang aku mau tunjukkan kepadamu, sungguh indah bukan pemandangannya. Coba kamu lihat, banyak para muda mudi yang datang ke mari. Mereka ingin melihat pemandangan yang sangat indah." Jawab Angga.


"Iya, benar mas. Tempat ini memang sangat menakjubkan." ucap Deva.


Setelah mereka berkeliling tempat tersebut. Mereka pun merasa sangat lapar.

__ADS_1


Lalu Angga, mengajak Deva untuk makan.


"Aku sangat lapar. Ayo kita cari makan dulu!" ajak Angga.


Mereka pun berjalan mencari tempat makan.


Akhirnya mereka menemukan kedai makan. Tanpa pikir panjang mereka pun langsung memesan makanan.


"Kamu mau pesan apa Dev?" tanya Angga kepada Deva.


"Aku pesan ayam goreng crispy. Kalau kamu pesan apa?" tanya balik Deva.


"Aku pesan ikan gurame asam manis dan tahu penyet. Oh iya, kamu mau pesan minuman apa Dev?" tanya Angga.


Setelah mereka tahu mau makan apa, mereka pun lantas memanggil seorang karyawan.


Seorang pelayan kedai makanan menghampiri mereka berdua dan mencatat semua pesanan mereka.


Setelah pesanan mereka telah siap. Mereka pun langsung melahap hidangan yang telah disajikan oleh pelayan kedai tersebut.


Setelah selesai makan, mereka pun langsung pulang menuju kediaman rumah Deva.

__ADS_1


Selama dalam perjalanan mereka berbincang bincang sambil menceritakan kisah mereka semasa kecil.


Saat mereka berada di dalam mobil. Tiba-tiba Rina ibunya Deva menelpon. Rina bertanya tentang keberadaan Deva yang belum pulang ke rumah padahal hari sudah senja. Ia mengira Deva pergi belajar kelompok bersama teman-temannya seperti yang telah disampaikan oleh putrinya.


Ia tidak menyangka kalau ia pergi bersama Angga. Dan tidak pergi belajar kelompok dengan teman-temannya.


Setelah mendengar kabar dari Deva, bahwa ia sekarang dalam perjalanan pulang ke rumah bersama Angga. Rina pun cukup merasa lega dan tidak khawatir lagi.


Tepat pukul 8 malam. Deva akhirnya sampai juga di rumahnya. Rina membukakan pintu dan menyambut kedatangan Angga yang telah berkunjung di kediamannya.


Angga pun mampir sebentar dan berbincang bincang bersama Rina. Ia pun meminta maaf sebelumnya karena tidak meminta izin kalau ia pergi bersama putrinya, Deva.


Rina pun memaafkan mereka berdua. Dan meminta mereka untuk tidak mengulanginya lagi, dan akan mengizinkan jika sebelumnya meminta izin terlebih dahulu.


"Ibu telah memaafkan kalian berdua. Lain kali bila mau pergi, kalian jangan lupa izin. Biar ibu tidak khawatir." ucap Rina


"Baik, Bu. Terima kasih sudah mau memaafkan kami berdua." ucap Angga.


"Iya, mah. Maafkan Deva juga ya, mah. Deva tidak berpamitan sama mamah kalau Deva pergi keluar bersama Angga." ucap Deva.


Setelah itu, Angga pun berpamitan kepada Deva dan ibunya.

__ADS_1


Lalu, ia pun kembali pulang ke rumahnya.


__ADS_2