Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Berharap ayah ibu bersatu kembali


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian. Setelah pertemuan antara Rina, Deva dan Rio di perjalanan. Rio belum bertemu lagi dengan kedua anaknya dan mantan istrinya itu. Rio sangat ingin bertemu dengan mereka, sebelum ia pergi ke luar negeri untuk menjalankan bisnisnya itu. Sebagai seorang pengusaha, Rio terbilang cukup sukses dalam usahanya. ia memulai bisnis setelah ia mengalami kegagalan dalam bisnis usaha sebelumnya. Sebenarnya ia seorang laki-laki yang handal dalam setiap pekerjaan, namun ia cukup ceroboh dan mudah jatuh cinta kepada para wanita. Karena kebodohannya, ia telah berselingkuh dengan beberapa wanita, kebetulan ia kepergok istrinya saat jalan bareng bersama selingkuhannya. Tentu saja hal ini, membuat ia kehilangan pekerjaan tetap nya. Rio berusaha untuk menghubungi Rina, namun nomor telpon yang biasa ia hubungi sudah tidak aktif lagi. Ia pun mulai mencari cara agar ia bisa bertemu dengan mereka.


Keesokan harinya, ia mendatangi sekolah lama putrinya dan bertanya kepada para guru di sana tentang kepindahan sekolah putrinya itu. Di sekolah lama putrinya, ia bertemu dengan Bu Hani yang merupakan wali kelas dari putrinya itu. Ia pun langsung menyapa dan bertanya tentang putrinya itu.


"Assalamu'alaikum Bu Hani, masih ingatkah ibu dengan saya?" tanya Rio kepada guru kelas putrinya itu. Sambil berfikir, Bu Hani pun lantas menjawab sapaan Rio itu : "Waalaikumsalam, Bapak kalau tidak salah adalah Pak Rio ya? Ayah dari Deva?"

__ADS_1


"Iya, benar Bu. Saya Pak Rio ayah dari Deva, putri saya."


"Ada apa ya pak?" Tanya Bu Hani kepada Rio.


Rio pun kemudian menjelaskan maksud kedatangannya ke sekolah lama putrinya itu.

__ADS_1


"Kalau boleh saya tau putri saya pindah ke sekolah daerah mana ya, Bu?"


Sambil menggaruk-garuk kan kepala, Bu Hani pun bertanya kembali kepada Rio. "Maaf, sebelumnya pak, Bukankah bapak ini ayahnya Deva, lalu kenapa bapak bertanya kepada saya tentang kepindahan putri bapak. Apakah bapak tidak tinggal bersama putri bapak?"


Mendengar pertanyaan Bu Hani, Rio pun kemudian menceritakan tentang keadaan rumah tangganya itu, Ia bercerita lalu berkata : "Begini, Bu. Waktu itu saya dan istri memutuskan untuk berpisah dan kami sudah tidak tinggal bersama lagi. Semenjak perpisahan saya dan istri, lalu anak-anak saya ikut ibunya dan tidak tinggal bersama saya. Keadaan saya waktu itu sangat memprihatinkan. Jangankan untuk menghidupi anak-anaknya saya, untuk menghidupi diri saya sendiri saja sangat kesulitan. Lalu kemudian saya merantau mencari pekerjaan ke sana ke mari, dan mulai bangkit dari keterpurukan. Sekarang alhamdulilah, pekerjaan saya sudah stabil dan saya pernah sesekali bertemu dengan keluarga saya di jalan. Karena keterbatasan waktu, saya tidak mengetahui kalau putri saya sudah pindah sekolah sehingga saya tidak sempat bertanya kepadanya. Saya mencoba menghubungi nomor telpon mantan istri saya, namun nomor telponnya sudah tidak aktif lagi. Sehingga saya memutuskan untuk datang ke sekolah ini barangkali bapak ibu guru di sini mengetahui di mana putri saya sekolah sekarang. Dengan begitu, saya bisa mengetahui alamat tempat tinggal putri saya dari sekolah barunya itu."

__ADS_1


Setelah mendengarkan cerita Rio, Bu Hani pun akhirnya memberitahukan tentang alasan kepindahan sekolah Deva. Lalu, kemudian ia mengajak Rio untuk masuk ke ruangan kantornya untuk mencari berkas-berkas kepindahan Deva.


__ADS_2