Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Gadis Asing


__ADS_3

Setelah mengantarkan kepulangan ibunda dan saudara-saudaranya ke stasiun kereta api. Rina, Deva, dan Daffa Melanjutkan perjalanan ke rumah. Dengan kehadiran ibunda dan saudara-saudaranya, rumah Rina tampak ramai penuh dengan canda dan tawa. Namun, setelah kepulangan mereka semua. Rina, Deva, dan Daffa merasa ada yang kurang. Rumah yang tadinya tampak ramai, kini sepi seperti sedia kala. Semuanya merasa kesepian tanpa kehadiran mereka. Namun, apa hendak di kata. Memang semuanya harus kembali normal seperti sedia kala.


Di sisi lain, ada seorang gadis yang menemui Rina di kediamannya. Gadis itu mengaku sebagai pacar dari putranya, dan hendak meminta pertanggung jawaban dari Daffa. Sontak peristiwa itu membuat Rina panik, dan berusaha untuk menghubungi putranya yang sedang kuliah. Akan tetapi, nomor putranya yang ia hubungi tidak aktif. Tentu saja Rina menjadi agak kesal terhadap putranya, dan ia bertanya dalam hati "Mengapa Daffa sampai Setega itu menyakiti hatinya."


Sementara itu, Daffa yang sedang kuliah, tak tahu menahu tentang seorang gadis yang telah datang ke rumahnya.


Pada saat kuliah, handphone miliknya dan teman-temannya memang di nonaktifkan, untuk menjaga ketenangan pada saat pembelajaran sedang berlangsung.


Setelah jam istirahat tiba, Daffa kemudian mengecek handphone miliknya. Dan ternyata handphonenya banyak panggilan telpon masuk, yang tak lain dari ibunya.

__ADS_1


Penuh rasa khawatir, Daffa kemudian menghubungi balik ibunya. Namun, tak kunjung diangkat telponnya. Dengan rasa cemas yang menghampiri dirinya, ia pun bergegas pulang ke rumah.


Setelah sampai di rumah, ia tidak menemukan ibunya berada di sana. Semakin panik lah Daffa, lalu ia coba bertanya kepada tetangga di sebelah rumahnya, satu persatu ia datangi untuk mencari keberadaan ibunya.


Tok tok tok....


"Assalamu'alaikum Tante, Om..."


Setelah beberapa menit kemudian. Om dan Tante dari tetangga sebelah rumahnya pun keluar. Lalu, mereka merasa kaget, karena Daffa terlihat cemas. Mereka pun langsung bertanya : "Ada apa Daffa? Kenapa kamu terlihat cemas?

__ADS_1


"Om dan Tante, apakah kalian melihat ibuku? Tadi mamah telpon aku saat aku sedang kuliah, namun telponnya tidak kuangkat. Setelah selesai kuliah, aku langsung pulang Tante khawatir sama mamah. Apakah Tante dan om tidak tahu keberadaan mamah sekarang? tanya Daffa penuh cemas.


"Maaf Daffa, om dan Tante Tiwi belum melihat ibumu dari pagi. Semoga ibumu baik-baik saja. Nanti jika om dan Tante bertemu dengan ibumu, akan om dan Tante kasih tau."


Ucap Tiwi tetangga sebelah rumahnya.


Tak lama kemudian Daffa pulang ke rumah. Ia pun duduk sejenak di atas kursi sambil memikirkan keberadaan Rina, ibunya.


Tak lama setelah itu, Rina pun pulang ke rumah.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum" Ucapan salam Rina sambil membuka pintu.


"waalaikumsalam" Jawab Daffa. Iya pun langsung bertanya kepada ibunya: "Mamah dari mna saja, aku mencari mamah dari tadi, tapi mamah tidak ada di rumah. Deva juga tidak ada. Tadi mamah telpon aku di saat aku sedang ada mata kuliah. Handphone aku dinonaktifkan sehingga tidak tau jika ibu menelpon aku. Setelah aku selesai kuliah dan aku lihat teleponku ada panggilan masuk dari mamah beberapa kali. Aku merasa khawatir dan langsung pulang ke rumah, tetapi mamah tidak ada di rumah. Mamah ke mana saja sampai aku cari dan tanya ke tetangga akan tetapi tidak ada yang tau mamah ke mana?"


__ADS_2