Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Berharap Rujuk


__ADS_3

Rio sangat sibuk dengan pekerjaannya. Dia harus menyelesaikan tugas-tugasnya demi mendapatkan tender baru karena banyaknya persaingan ia harus kerja lembur. Bekerja sebagai general manager menuntutnya agar bisa mengatasi berbagai persoalan yang ada di perusahaan bahkan kesuksesan pun harus ia raih demi kemajuan perusahaan.


Kali ini Rio mendapatkan tantangan baru, yaitu sebuah proyek yang harus ia menangkan dari banyaknya perusahaan yang bersaing. Ia harus menggunakan strategi baru untuk mengalahkan para pesaing yang cukup handal.


Tak mau kalah dengan Rio, Rina pun mendapatkan banyak pesanan dari bisnis onlinenya. Kesempatan meraih kesuksesan sudah berada di depan mata. Tinggal usaha dari mereka sajalah maka kesuksesan akan ia raih.


Di sela-sela pekerjaannya, Rio teringat akan kenangannya sewaktu belum menikahi Rina. Ia merasa menyesal telah berpisah darinya. Namun, karena kecintaannya terlalu besar ia bertekad akan mendapatkan hati istrinya kembali. Maka dari itu, tekadnya tak pernah padam meski ada beberapa laki-laki yang juga menaruh hati padanya. Untuk itu, di sela-sela kesibukannya ia menelpon Rina dan mengajaknya untuk makan malam bersama. Awalnya Rina tak mau memenuhi ajakan Rio, akan tetapi karena Daffa membujuknya maka akhirnya ia menerima juga ajakan Rio.


"Mah, tadi ayah menelpon mama ya? tanya Daffa kepada mamanya.


"Iya, dari mana kamu tahu ayah kamu telpon mama?" Sahut Rina.

__ADS_1


"Ayah telpon aku mah, ayah cerita kalo mama tidak mau terima ajakan ayah makan malam. Aku dengar dari suara ayah, sepertinya ayah sangat sedih mah, tidak bisa makan bareng sama mama. Kasihan ayah mah. Terima saja ajakan ayah mah." Pinta Daffa.


"Kamu kan tau Daffa, kalo mama banyak kesibukan akhir-akhir ini. Mana sempat mama terima ajakan ayahmu." Jawab Rina.


Sambil membersihkan sayuran, Rina berencana akan membuatkan masakan istimewa untuk keluarga besarnya. Karena rumahnya akan ada kedatangan dari sanak keluarganya yang berkunjung. Oleh karena itu, ia harus menyiapkan hidangan istimewa.


"Mama lagi mau masak apa sih? Ko banyak benar belanjaan yang mama beli? Memangnya ada acara apa sih mah?" Tanya Daffa penasaran.


Sambil mencubit pipi putranya Rina meminta bantuan putranya untuk mengupas bawang.


"Memangnya apa sih mah, yang mau mama masak?" tanya Daffa lagi.

__ADS_1


"Mama mau masak kesukaan nenek kamu, yaitu kentang balado dan ayam rica-rica. Kan kamu tau nenek dan bibimu sangat suka sekali dengan masakan itu." Jawab Rina


"Oh iya, nenek kan sangat suka ya mah. Ngomong-ngomong apakah nenek dan bibi saja mah yang datang kemari? Apakah paman dan sepupu aku tidak ikut ke rumah kita mah?" Tanya Daffa lagi.


"Tentu tidak Daffa, paman dan sepupumu juga akan datang ke rumah kita. Makanya mama masak yang banyak untuk mereka semua. Tentunya kamu akan senang kan bisa bertemu dengan sepupu kamu?" ucap Rina kepada anaknya.


Sementara itu Diva adik Daffa, sedang asyik bermain boneka di ruang tamu. Saat mendengar percakapan antara ibu dan kakaknya Daffa, ia sangat senang sekali mendengar ucapan ibunya bahwa paman, bibi dan sepupunya akan datang ke rumahnya. Betapa tidak, mereka sangat rindu akan kehadiran mereka karena sudah sangat lama mereka tidak bertemu untuk sekian kalinya. Di momen inilah mereka akhirnya bisa bertemu kembali dengan sanak familinya.


"Beneran kan mah kakak sepupuku akan hadir ke rumah kita bersama paman dan bibi?" celetuk Diva.


"Iya Diva, paman, bibi dan sepupumu akan hadir ke rumah kita. Kamu tentu sangat senang kan bisa bertemu dengan mereka?" jawab Rina kepada putrinya.

__ADS_1


"Tentu aku sangat senang mah, bisa bertemu lagi dengan mereka. Gimana ya kabarnya kak Kiki dan kak Rara. Sudah lama aku ga bertemu mereka, semoga mereka sehat-sehat saja. Dan sepertinya mereka sudah semakin besar, belum tentu aku mengenali mereka." ucap Diva.


"Bener kamu dek, Kakak aja belum tentu mengenali mereka. Karena kita kan jarang bertemu dengan mereka.


__ADS_2