
Setelah cukup lama berbincang-bincang di halaman sekolah. Bu Hani pun mengajak Rio untuk ke ruangannya dengan maksud untuk mencari berkas kepindahan Deva dari sekolah tempat ia mengajar ke sekolah barunya itu. Kebetulan Bu Hani di sekolah merangkap sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan jadi semua arsip sekolah ia yang merapikan semua.
Di saat Bu Hani sedang mencari berkas data siswa siswi sekolah, Rio dengan sabar menunggu di ruangan Bu Hani sambil melihat-lihat album foto kegiatan sekolah. Rio membuka album foto dengan perlahan-lahan. Dan dia menemukan banyak sekali foto anaknya yang mengikuti berbagai kegiatan di sekolah. Bahkan ia melihat beberapa foto putrinya yang memegang piala dan hadiah. Ia tidak menyangka bahwa selama ini putrinya ternyata begitu cerdas. Ia menyesal selama ini ia begitu kurangnya dalam memperhatikan anak-anaknya. Ia sangat bangga dengan apa yang dilihatnya. Melihat Rio yang sedang membuka-buka album foto. Bu Hani pun kemudian berkata kepada Rio :" Deva termasuk gadis yang ramah dan sangat sopan. Di kelas ia slalu membantu teman-temannya yang kesulitan dalam belajar. Tak heran klo guru dan teman-temannya begitu menyukainya."
" Benar Bu, Deva merupakan anak yang periang. Ia selalu membantu kami orang tuanya serta kakaknya. Hanya saja karena kesalahan saya sebagai ayahnya, menyebabkan Deva kurang mendapatkan perhatian dari saya sebagai ayahnya. Oleh karena itu, saya kemari berniat untuk mencari keberadaan anak saya. Karena saya kangen sama anak-anak saya Bu. Mereka segalanya bagi saya. Saya sangat menyesal sudah menelantarkan mereka." Ucap Rio kepada Bu Hani. "Sabar ya pak, semoga bapak bisa bertemu dengan anak-anak bapak." Ucap Bu Hani lagi membalas curhatan pak Rio.
"Semoga saja , Bu. Terimakasih ya Bu sudah mau membantu saya." ucapnya lagi.
"Iya pak sama-sama."
__ADS_1
"Alhamdulillah, berkasnya akhirnya ketemu pak..." ucap Bu Hani dengan mengucap rasa syukur.
"Alhamdulillah Bu, boleh saya lihat datanya Bu?" dengan rasa tak sabar Rio menghampiri meja Bu Hani untuk melihat berkas putrinya itu.
"Bisa pak, sebentar ya pak saya rapihkan dulu berkasnya." ucap Bu Hani lagi sambil merapihkan semua berkas-berkas yang masih berantakan.
Rio pun mendekat untuk melihat dan membaca file-file tentang kepindahan putrinya itu. Dalam file tersebut terdapat alamat sekolah baru Deva. Rio pun mencatat semua berkas yang diperlukannya.
Setelah selesai mencatat keduanya pun berbincang-bincang sebentar sebelum Rio berpamitan.
__ADS_1
Setelah semua yang dirasa cukup dan berkas yang diperlukan pun susah didapatkan Rio. Ia pun segera pamit undur diri.
"Baiklah Bu, Terimakasih atas bantuannya kepada saya. Kalau begitu, saya pamit pulang dulu Bu." Ucap Rio kepada Bu Hani.
"Iya, sama-sama pak. Saya senang sekali bisa membantu bapak." Jawab Bu Hani.
Setelah keduanya berpisah, Rio pun meneruskan tujuannya, ia mencari alamat sekolah yang telah diperolehnya dari guru kelas putrinya itu. Ia pun mulai mengendarai mobilnya dan melaju dengan cepat, seakan sudah tak sabar lagi ingin segera menemui putrinya itu.
Akhirnya sekolah baru tempat putrinya bersekolah sekarang, berhasil ia temukan. Dengan rasa senang dan gembira, ia pun menghampiri gerbang yang tertutup rapat, dengan dijaga oleh dua orang security sekolah.
__ADS_1