
Melihat Rina sudah kembali ke rumah. Betapa senangnya ibu Rina bisa bertemu kembali dengan anak dan cucu-cucunya yang telah lama tidak bertemu. Rina pun langsung mencium tangan ibunya dan langsung memeluknya sambil meneteskan air mata kebahagian. Bagaimana tidak, setelah beberapa tahun sejak perpisahan.dengan suaminya ia merantau untuk mencari pekerjaan yang lebih baik untuk menghidupi kedua buah hatinya.
Setelah ia cukup sukses dan bisa menghasilkan banyak uang, ia pun ingin berbagi kebahagian dengan orang tua dan saudara-saudaranya. Iya mengundang mereka semua ke rumah barunya yang ia peroleh dari hasil jerih payahnya sendiri. Sekarang ia mempunyai bisnis yang cemerlang dan mempunyai beberapa karyawan.
"Alhamdulillah ibu tiba dengan selamat." ucap Rina dengan penuh kegembiraan.
"Iya Rina, Alhamdulillah ibu dan saudara-saudaramu tiba di sini dengan selamat. Ibu merasa senang sekali bisa bertemu dengan kalian lagi." jawab Neni, ibunda Rina.
"Ayo masuk, Bu! Kami sudah menyediakan kue dan makanan kesukaan ibu. Aku membuatnya bersama Daffa. Ia sama seperti ibu sangat pandai membuat kue."
__ADS_1
Rina pun mempersilahkan ibundanya masuk ke dalam rumah. Kakak dan adiknya pun turut membantu ibundanya menurunkan koper dan membawakannya ke dalam rumah.
Setelah meletakkan koper ibunya, mereka pun saling sapa dan berpelukan satu sama lain.
"Kak Sinta, Amel. Alhamdulillah kalian bisa mengunjungi rumahku. Aku juga sangat berterima kasih kepada kalian karena bisa mengantarkan ibu ke mari. Ngomong-ngomong apakah kak Tommy tidak datang kemari? Aku tidak melihatnya." tanya Rina kepada saudari perempuannya.
" Kak Tommy, sedang ke Indomaret. Tadi ia ingin membeli sebungkus rokok jarum super di warung. Akan tetapi stoknya sudah habis, jadi ia pergi ke indomaret" Jawab Lala. Salah satu saudara perempuan Rina.
"Om nyanyi dong, Om kan jago nyanyi. Aku mau mendengar suara Om lagi nih. Sudah lama aku ga dengar Om bernyanyi!" pinta Daffa sambil membawakan gitar.
__ADS_1
"Iya Om, aku juga sudah lama tidak dengar suara Om bernyanyi." sahut Deva.
"Ayo... ayo.. ayo.... nyanyi... "
Teriak mereka bersama-sama.
"Baiklah, karena kalian ingin mendengarkan aku bernyanyi. Maka aku akan menyanyikan sebuah lagu, di mana lagu tersebut sangat berarti bagiku." ucap Tommy paman Daffa.
Tommy pun memainkan sebuah gitar dan menyanyikan sebuah lagu kenangan diikuti suara nyanyian mereka yang bersahut-sahutan. Mereka bernyanyi dengan gembira. Ibu Rina merasa sangat bahagia, bisa berkumpul seperti ini lagi. Sambil makan kue nastar kesukaan ya ia pun diminta untuk turut bernyanyi bersama. Awalnya ia menolak untuk bernyanyi, tapi karena bujuk rayuan Deva akhirnya ia pun turut serta menyanyikan lagu bersama-sama.
__ADS_1
Tanpa terasa hari sudah larut malam, mereka pun ada yang sudah tertidur. Deva yang seperti *****, bila kena bantal langsung tertidur. Mereka pun tidur di ruang tamu dengan beralaskan karpet dan kasur kecil yang biasa di gelar saat ada tamu yang berkunjung di rumah mereka. Setelah mereka semuanya tertidur. Rumah pun menjadi sunyi sepi tanpa ada nyanyian lagu yang bersenandung. Hanya terdengar suara jangkrik-jangkrik yang sedang bernyanyi bersahut-sahutan, karena kebetulan di dekat rumah Rina masih ada area persawahan. Yang kalau malam masih terdengar nyanyian alam dari suara-suara nyanyian jangkrik dan katak.