Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Terjerat Narkoba


__ADS_3

Rio dan keluarga sudah meraih kesuksesan. Hidup mereka bergelimang harta. Apa yang mereka inginkan bisa mereka raih dan mereka dapatkan dengan mudah.


Namun kejayaan mereka tidak berlangsung lama. Semua terjadi akibat ulah Rio lagi.


Rio yang sudah merasakan kemewahan akhirnya lupa dan tergiur dengan kemaksiatan. Rio terpengaruh dengan teman-temannya yang kurang baik. Sebelumnya Rio berteman dengan orang-orang yang sangat baik, bahkan mereka mau mengingatkan apabila Rio salah arah. Tetapi belakangan ini, Rio jarang bertemu dengan mereka. Setiap ada kesempatan untuk bertemu dalam berbagai acara dan pertemuan Rio tidak mau lagi menghadiri pertemuan tersebut. Rio mulai lupa diri, ia beranggapan teman-temannya sudah tidak selevel dengannya. Karena sekarang Rio merasa sudah kaya sehingga ia tak butuh lagi temannya yang selalu mengingatkan apabila ia khilaf.


Belum lama ini ada pak pos yang mengantarkan undangan untuk menghadiri acara reunian.


"tok...tok...tok"


"Permisi....ada orang di dalam." Tanya pak pos sambil clingak clinguk ke jendela rumah Rio.


"Iya, sebentar. Siapa ya?" Sahut Rina dari dalam rumah.


"Apa benar ini rumah bapak Rio?" Tanya Pak pos sambil memegang sepucuk undangan di tangan.


"Iya, benar. Ini rumah Pak Rio. Ada apa ya?" balik tanya Rina penasaran.

__ADS_1


"Ini ada undangan reunian, Bu dari teman-teman SMA nya." Ucap Pak pos sambil menyerahkan undangan di tangan.


"Terima kasih pak, saya terima undangannya." Jawab Rina mengambil sepucuk undangan yang diserahkan oleh Pak pos.


Lalu Rina membuka undangan tersebut, dan membacanya.


Setelah membaca undangan reunian. Kemudian Rina menyampaikan pesan tersebut ke Rio. Rina sangat berharap bahwa Rio akan merasa senang bisa bertemu dengan teman-teman lamanya.


Akan tetapi apa yang ia harapkan, musnah. Saat ia menyerahkan surat undangan. Suaminya justru marah dan melempar undangan tersebut. Ia tidak suka bila dipaksa pergi ke tempat reuni, meskipun itu temannya sendiri. Karena menurutnya itu sudah tidak penting lagi.


Rina sangat menyayangkan hal itu terjadi, karena menurutnya suaminya tidak perlu bersikap demikian. Apalagi terhadap istrinya sendiri. Rina sungguh teramat kecewa dengan suaminya.


"Aku hanya mengingatkanmu mas, tidak seharusnya kamu bersikap demikian. Mereka sahabat dekatmu. Mereka selalu ada saat kamu susah. Masa sekarang giliran kamu sudah mapan, kamu tidak mau menemui mereka." Ucap Rina sambil membujuk Rio.


"Sudahlah, kamu tidak usah ikut campur dengan urusanku. Terserah aku mau apa." Bentak Rio dengan nada keras.


Karena merasa kaget, kenapa Rio tiba-tiba membentaknya, Rina akhirnya pergi meninggalkan Rio seorang diri di ruang tamu.

__ADS_1


Beberapa hari kemudian, sikap Rio mulai berubah lagi. Ia kembali seperti waktu dulu. Saat pulang kerja, Rio tidak langsung pulang ke rumah. Akan tetapi Rio mampir ke salah satu temannya yang bernama Dedy. Di tempat itulah temannya mulai mempengaruhi Rio untuk menjadi pengguna. Hampir setiap hari temannya itu SMS bahkan terkadang menelpon untuk menawarkan barang dagangannya itu. Oleh karena itulah uang hasil kerjanya Rio cepat habis. Bahkan ia tidak bisa memberikan sebagian uangnya untuk keperluan rumah tangga. Sehingga untuk urusan rumah tangga harus istrinya juga yang menanggung. Semua uang gajinya telah habis hanya untuk membeli barang haram itu.


"Mas, aku minta uang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Uang jajan untuk anak-anak kita. Aku tidak punya uang untuk jajan mereka. Uangku habis untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kita sehari-hari. Kasian mereka bila tidak jajan. Kamu kan hari ini gajian" Ucap Rina kepada suaminya.


"Gajian aku sudah habis buat bayar utang. Jadi kamu ga usah minta ke aku. Aku dah ga punya uang lagi." Jawab Rio dengan keras.


"Kok bisa habis sih mas, padahal kan baru gajian hari ini. Kamu gunakan untuk apa uang gajian kamu? Kenapa aku tidak tahu?" tanya Rina lagi.


"Sudahlah kamu ga usah banyak ngoceh, klo aku bilang habis ya habis." Bentak Rio.


Beberapa hari kemudian, Dedy teman Rio memberikan kabar lewat SMS. Katanya Rio sudah tidak mau ke rumahnya lagi. Bagaikan kacang lupa kulitnya, Rio pernah ditolong dicarikan kerja tapi sekarang tidak mau komunikasi lagi. Apalagi sekarang istrinya sedang sakit.


Rio memberitahu istrinya akan pesan yang di dapat dari temannya itu. Dia bercerita bahwa dia akan menjenguk istri temannya yang sedang sakit.


Semenjak itu, mereka berdua sangat rutin berkomunikasi. Namun Rina merasakan ada hal yang sangat mengganjal. Dari pesan singkat teman suaminya itu, ia membaca pesan bahwa temannya menawarkan boneka salju dan kode-kode lainnya. Rina berpikir, untuk apa boneka salju ia tawarkan kepada suaminya. Tak disangka dan tak dinyana rupanya yang ia tawarkan adalah barang haram. Saat ditanyakan ke suaminya, jawabnya kurang mengenakan Rina diminta untuk tidak usah ikut campur, dan suaminya menyangkal klo yang ditawarkan itu barang haram. Karena ajakan temannya ini, Rio setelah pulang kerja lantas tidak langsung pulang ke rumah tapi ia main dulu ke tempat temannya, bahkan sampai larut malam. Lantas Rina sengaja menyadap handphone suaminya agar ia tahu, benarkah apa yang dilakukan oleh suaminya itu. Ternyata dari hasil penyadapan handphone suaminya Rina banyak menemukan fakta baru, bahwa suaminya tidak hanya menjadi pengguna bahkan ia juga sempat berkomunikasi dengan sejumlah wanita yang ia kenal melalui media sosial.


Hingga beberapa hari kemudian, Rio bekerja sampai tidak pulang ke rumah. Nomor handphonenya juga tidak aktif sehingga tidak bisa bisa ditelpon. Tidak ada kabar sama sekali, Rina sangat khawatir dan merasa kesal juga kenapa suaminya belum pulang juga ke rumah. Tidak seperti biasanya, ia tidak mengirimkan kabar sama sekali, terakhir tengah malam memberi kabar. Setelah itu, handphonenya tidak aktif. Dari pagi Rina menelpon masih tidak aktif juga. Setelah pulang kerja ia kembali menelpon suaminya namun masih belum aktif sampai Rina menggerutu dalam hati. Setelah Rina merasa kesal karena tak bisa menghubungi suaminya lantas Rina menyimpan handphonenya kembali di atas meja. Sampai tiba waktunya ada panggilan masuk dari handphone suaminya. Namun saat berbicara Ternyata itu telpon dari kantor kepolisian yang telah mengamankan suaminya karena kasus narkoba. Rina tidak mudah percaya begitu saja lalu ia meminta untuk berbicara dengan suaminya. Setelah itu suaminya berbicara, barulah ia benar-benar percaya bahwa suaminya itu telah berada dalam tahanan polisi akibat perbuatannya itu yang telah menggunakan barang haram narkoba bahkan ia tertangkap karena adanya penyamaran dari seorang polisi wanita yang sering diajak ketemuan.

__ADS_1


__ADS_2