Terpaksa Menjadi Janda

Terpaksa Menjadi Janda
Mimpi Buruk


__ADS_3

Saat semuanya tertidur lelap, tiba-tiba Rina terbangun dengan tubuh yang gemetaran. Sang ibu, yang juga terbangun melihat Rina dalam kondisi yang gemetaran, sontak bertanya kepada Rina.


"Kamu kenapa Rin? Ada apa denganmu? Kenapa tubuhmu gemetar seperti itu?"


Dengan tubuh yang gemetaran, Rina pun menjawab pertanyaan ibundanya. " Aku tidak apa-apa, Bu. Aku hanya teringat peristiwa itu. Di mana kejadian itu terkadang menghantuiku."


"Jadi selama ini, kamu tidak pernah melupakan kejadian itu? Mengapa kamu tidak cerita kepada ibu? Kamu juga bisa konsultasi ke psikiater mengenai mimpi yang selalu kamu alami. Kamu pasti sangat menderita Rina..."


ucap ibundanya.

__ADS_1


Semasa kecil, ketika Rina sedang bermain bersama dengan teman-temannya. Rina dan temannya tersebut menaiki sebuah perahu di tepi danau. Mereka mendayung perahu itu ke tengah danau. Rina sudah memperingatkan temannya untuk tidak sampai ke tengah danau. Namun, temannya tidak mengindahkan perkataan Rina. Iya tetap mendayung sampannya hingga ke tengah. Pada saat temannya itu sedang berdiri di atas perahu untuk mengambil kail, ia terpeleset hingga tercebur ke dalam danau. Di ketahui kedalaman danau itu hampir 10 meter di bawah permukaan tanah.


Iya mencoba untuk meraih tangan temannya itu. Namun, naas temannya tersebut tenggelam hingga ke dasar. Ia tidak bisa menarik tangan temannya tersebut.


Iya berusaha mencoba untuk berteriak mencari pertolongan warga. Namun, karena ia berada di tengah-tengah danau, suara teriakannya itu tidak terdengar oleh semua orang.


Beruntungnya ada seorang warga yang sedang mencari kepiting mendengar teriakan Rina meminta tolong. Ia pun lantas mencari bantuan untuk menolong Rina dan kawannya tersebut.


Team penyelamat langsung mengevakuasi Rina ke tepi danau. Namun sayangnya, sahabatnya itu tidak bisa tertolong oleh team penyelamat dan sahabatnya itu pun ditemukan telah meninggal dunia di dasar danau.

__ADS_1


Semenjak itulah Rina tidak dapat melupakan kejadian itu. Ia merasa sangat bersalah karena tidak bisa menyelamatkan temannya itu. Bayangan wajah temannya masih terlukis di benaknya. Seolah tak sanggup untuk dilupakan.


Hampir lima tahun telah berlalu, Meskipun Rina ingin menghapus kejadian yang telah menimpanya. Namun peristiwa itu masih terngiang-ngiang di telinganya. Bahkan peristiwa itu terkadang muncul dalam mimpi-mimpinya.


"Sekarang kamu tidurlah, Rin. Kamu pasti sangat lelah. Hari ini kamu sudah banyak kerja." ucap ibunda Rina.


"Baik, Bu. Ibu juga harus beristirahat. Ibu sudah melakukan perjalanan jauh. Pasti ibu juga lelah." ucap Rina.


"Iya, Rin. Nanti ibu akan istirahat. Sekarang kamu duluan saja sana tidur. Kamu tenangkan pikiran kamu dulu. Jangan memikirkan yang macam-macam. Kamu harus kuat, karena kamu memiliki putra dan putri yang hebat, yang bisa menjadi penyemangat dan bisa menjadi kebanggaan kamu." ucap ibundanya.

__ADS_1


Setelah beberapa di rumah Rina, kini ibunda dan saudara-saudara Rina hendak pamit pulang. Rina dan anak-anak turut mengantarkan ibunda dan saudara-saudaranya ke stasiun kereta api. Namun, sebelum mereka berangkat ke stasiun kereta api. Rina mengajak ibunda dan saudara-saudaranya ke sebuah toko makanan. Rina hendak membelikan mereka oleh-oleh dan bekal makanan, persediaan mereka selama dalam perjalanan. Setelah membeli makanan dan oleh-oleh. Mereka pun melanjutkan perjalanannya ke stasiun kereta api.


__ADS_2